POPULASI DAN SAMPEL

Oleh : Hendry

A. Definisi

Populasi adalah wilayah generalisasi berupa subjek atau objek yang diteliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulan. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti.

Dengan kata lain, sampel merupakan sebagian atau bertindak sebagai perwakilan dari populasi sehingga hasil penelitian yang berhasil diperoleh dari sampel dapat digeneralisasikan pada populasi.

Penarikan sampel diperlukan jika populasi yang diambil sangat besar, dan peneliti memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh populasi maka peneliti perlu mendefinisikan populasi target dan populasi terjangkau baru kemudian menentukan jumlah sampel dan teknik sampling yang digunakan.

B. Ukuran Sampel

Untuk menentukan sampel dari populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel yang dikembangkan para ahli.  Secara umum, untuk penelitian korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah 30, sedangkan dalam penelitian eksperimen jumlah sampel minimum 15 dari masing-masing kelompok dan untuk penelitian survey jumlah sampel minimum adalah 100.

Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :

  1.  Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
  2. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
  3. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
  4. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20

Besaran atau ukuran sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)

n = N/N(d)2 + 1

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

3. Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael

Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.

C. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang secara umum terbagi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Dalam pengambilan sampel cara probabilitas besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui. Sedangkan dalam pengambilan sampel dengan cara nonprobability besarnya peluang elemen untuk ditentukan sebagai sampel tidak diketahui. Menurut Sekaran (2006), desain pengambilan sampel dengan cara probabilitas jika representasi sampel adalah penting dalam rangka generalisasi lebih luas. Bila waktu atau faktor lainnya, dan masalah generalisasi tidak diperlukan, maka cara nonprobability biasanya yang digunakan.

1. Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling

Simple random sampling

Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.

Misalnya :

Populasi adalah siswa SD Negeri XX Jakarta yang berjumlah 500 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan Tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan adalah sebesar 5% sehingga jumlah sampel ditentukan sebesar 205.

Jumlah sampel 205 ini selanjutnya diambil secara acak tanpa memperhatikan kelas, usia dan jenis kelamin.

Sampling Sistematis

Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.

Contohnya :

Akan diambil sampel dari populasi karyawan yang berjumlah 125. Karyawan ini diurutkan dari 1 – 125 berdasarkan absensi. Peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor genap (2, 4, 6, dst) atau nomor ganjil (1, 2, 3, dst), atau bisa juga mengambil nomor kelipatan (2, 4, 8, 16, dst)

Proportionate Stratified Random Sampling

Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi.

Misalnya, populasi adalah karyawan PT. XYZ berjumlah 125. Dengan rumus Slovin (lihat contoh di atas) dan tingkat kesalahan 5% diperoleh besar sampel adalah 95. Populasi sendiri terbagi ke dalam tiga bagian (marketing, produksi dan penjualan) yang masing-masing berjumlah :

Marketing       : 15
Produksi         : 75
Penjualan       : 35

Maka jumlah sample yang diambil berdasarkan masing-masinng bagian tersebut ditentukan kembali dengan rumus n = (populasi kelas / jml populasi keseluruhan) x jumlah sampel yang ditentukan

Marketing       : 15 / 125 x 95            = 11,4 dibulatkan 11
Produksi         : 75 / 125 x 95            = 57
Penjualan       : 35 / 125 x 95            = 26.6 dibulatkan 27

Sehingga dari keseluruhan sample kelas tersebut adalah 11 + 57 + 27 = 95 sampel.

Teknik ini umumnya digunakan pada populasi yang diteliti adalah keterogen (tidak sejenis) yang dalam hal ini berbeda dalam hal bidangkerja sehingga besaran sampel pada masing-masing strata atau kelompok diambil secara proporsional untuk memperoleh

Disproportionate Stratified Random Sampling

Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi. Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya.

Misalnya, populasi karyawan PT. XYZ berjumlah 1000 orang yang berstrata berdasarkan tingkat pendidikan SMP, SMA, DIII, S1 dan S2. Namun jumlahnya sangat tidak seimbang yaitu :

SMP    : 100 orang
SMA    : 700 orang
DIII     : 180 orang
S1        : 10 orang
S2        : 10 orang

Jumlah karyawan yang berpendidikan S1 dan S2 ini sangat tidak seimbang (terlalu kecil dibandingkan dengan strata yang lain) sehingga dua kelompok ini seluruhnya ditetapkan sebagai sampel

Cluster Sampling

Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

Contoh :

Peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut :

Tahap Pertama adalah menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan secara acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.

Tahap kedua. Mengambil sampel SMU di tingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi. Karena provinsi terdiri dari Kabupaten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai sampel (disebut Kabupaten Sampel), dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / Desa yang akan dijadikan sampel. Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yang dijadikan sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan.

2. Non Probabilty Sampel

Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.

Sampling Kuota,

Adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru. Jumlah Sekolah adalah 10, maka sampel kuota dapat ditetapkan masing-masing 10 siswa per sekolah.

Sampling Insidential,

Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.

Misalnya penelitian tentang kepuasan pelanggan pada pelayanan Mall A. Sampel ditentukan berdasarkan ciri-ciri usia di atas 15 tahun dan baru pernah ke Mall A tersebut, maka siapa saja yang kebetulan bertemu di depan Mall A dengan peneliti (yang berusia di atas 15 tahun) akan dijadikan sampel.

Sampling Purposive,

Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.

Sampling Jenuh,

Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Saya sendiri lebih senang menyebutnya total sampling.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru di SMA XXX Jakarta. Karena jumlah guru hanya 35, maka seluruh guru dijadikan sampel penelitian.

Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju (seperti Multi Level Marketing….). Misalnya akan dilakukan penelitian tentang pola peredaran narkoba di wilayah A. Sampel mula-mula adalah 5 orang Napi, kemudian terus berkembang pada pihak-pihak lain sehingga sampel atau responden teruuus berkembang sampai ditemukannya informasi yang menyeluruh atas permasalahan yang diteliti.

Teknik ini juga lebih cocok untuk penelitian kualitatif.

C. Yang perlu diperhatikan dalam Penentuan Ukuran Sampel

Ada dua hal yang menjadi pertimbannga dalam menentukan ukuran sample. Pertama ketelitian (presisi) dan kedua adalah keyakinan (confidence).

Ketelitian mengacu pada seberapa dekat taksiran sampel dengan karakteristik populasi. Keyakinan adaah fungsi dari kisaran variabilitas dalam distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel. Variabilitas ini disebut dengan standar error, disimbolkan dengan S-x

Semakin dekat kita menginginkan hasil sampel yang dapat mewakili karakteristik populasi, maka semakin tinggi ketelitian yang kita perlukan. Semakin tinggi ketelitian, maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan, terutama jika variabilitas dalam populasi tersebut besar.

Sedangkan keyakinan menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita benar-benar berlaku bagi populasi. Tingkat keyakinan dapat membentang dari 0 – 100%. Keyakinan 95% adalah tingkat lazim yang digunakan pada penelitian sosial / bisnis. Makna dari keyakinan 95% (alpha 0.05) ini adalah “setidaknya ada 95 dari 100, taksiran sampel akan mencerminkan populasi yang sebenarnya”.

D. KESIMPULAN :

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari penelitian. Dengan kata lain, sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi.

REVISI TULISAN

Saya merevisi teknik sampling, dan memasukkan teknik sistematis ke dalam probability sampling berdasarkan rujukan buku Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Beberapa Teknik Penentuan Ukuran Sampel Lainnya

Baca juga

Dirangkum dari :

Arikunto Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, edisi revisi 2010. Jakarta : Rineka Cipta

Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administasi. Bandung : Alvabeta.

About these ads

Posted on January 24, 2010, in METODOLOGI PENELITIAN and tagged . Bookmark the permalink. 551 Comments.

  1. pak hendry saya mau tanya, kalau penelitian yang jumlah populasinya tidak teridentifikasi bagaimana cara menentukan jumlah sampelnya? trima kasih

  2. malam pak, saya mahasiswa Teknik Sipil yg sedang dlm proses penyelesaian tugas akhir… mau tanya pak, kalau penelitian kuantitatif sy menggunakan angket kuesioner, dgn jumlah populasi penelitian 240, dgn rumus slovin sampelnya dpt 150… apa bisa diperkecil lagi jmlh sampelnya?? jmlhnya terlalu banyak untuk waktu yg suda sangat sempit pak.misalnya dengan sampling sistematis? mohon sarannya pak, help me.

  3. Assalamu’alaikum…
    sy sedang menyusun skripsi.
    teknik pengambilan sampel yg akan sy gunakan adalah stratified random sampling krn sy akan meneliti di SMAN dan Pondok Pesantren. tp sy bingung dengan rumus apa yg harus sy gunakan untuk menentukan besar sampelx???krn penelitian sy adalah analisis uji beda (uji-t)
    Mohon bimbingannya..
    Terima Kasih

  4. selamat pagi pak, sya adit dari sby, mau tanya. pada skripsi saya jumlah populasi tidak lebih dari 20 orang, dari jumlah yang sedikit itu apa bisa di ambil sampel?? dan klo bisa teori siapa yang paling tepat untuk menjadi pegangan saya dalam sampling? terima kasih :)

    • ambil semua saja mas…tdk perlu di sampling

      • ooo. . .gitu ya pak, berarti penelitian saya ini masuk penelitian populasi ya pak??
        bisa minta referensi pak hendry untuk pengarang yang mereferensikan tentang penelitian populasi, karna di bukunya ali maksum dan suharsimi arikunto tidak menjelaskan secara detail tentang penelitian populasi
        terima kasih atas perhatiannya :)

        • Saya kutipkan pendapat Sekaran (2006:pp.124)…”alasan pengambilan sampel dalam penelitian yang melibatkan ratusan bahkan ribuan elemen secara praktis jelas hampir mustahil untuk mengumpulkan data, menguji, menelaan tiap elemen….”

          tujuan pengambilan sampel itu tidak lain adalah untuk mempermudah peneliti untuk menaksir populasi yang besar. Sehingga, dengan mengambil sampel dapat ditarik kesimpulan yang berlaku umum (generalisasi).

          So…silahkan anda maknai sendiri :
          1. penelitian anda hanya melibatkan 20 elemen populasi..apakah menurut anda sangat sulit untuk diteliti sehingga perlu diambel sampelnya ??
          2. Jika ya…maka silahkan disampling…dan tentu saja ukuran sampelnya cuma berbeda sedikit dengan populasi

  5. mau tanya pak, saya melakukan penelitian menggunakan regresi beerganda dengan 30 responden tidak apa apa pa? ada tidak teori yang mengatakan minimal sampel untuk regresi berganda? terima kasih.

  6. helena mattiel

    Bapa saya mau tanya.. penelitian saya memakai dua daerah (desa) dalam satu kecamatan. Dalam populasi dua desa tersebut sebanyak 4102 kepala keluarga, maka utk penentuan ukuran sampel adalah 365 kepala keluarga.. tapi krn saya bingung membagi berapa-berapa jumlah pengambilan sample ditiap desa, akhirnya saya putuskan utk membagi lagi perdusun,, cuma saya tidak tau sistem nya hrs seperti apa agar jumlah sample akhir lebih sedikit dibanding sample awal.. mohon dibantu :)

    • 365 itu adalah total sampel dalam 2 desa tersebut pa’ ..
      jadi yang saya inginkan itu perdusunnya saya harus mengambil berapa puluh kepala keluarga ?
      Atau dari 365 itu, harus dibagi berapa perdesa, agar desa yang satu sekian jumlah samplenya dan desa yang satunya lagi sekian jumlah sampelnya
      Dan caranya seperti apa ?

  7. pak hendri :D
    mau nanyak lagi boleh????

    populasi karyawan di perusahaan saya 130 orang dari semua departemen, tapi yang memakai sistem ini hanya 13 orang dari 4 departemen..
    nahh dari Non Probabilty Sampel,, sampling apa yg harus saya pakai pak?
    tolong bantuannya pak. terima kasih :D

    • karena sifatnya non probability, jadi ukuran sampelnya tentukan sendiri berdasarkan pertimbangan tertentu.
      misal, karena cuma 13 maka bisa diambil seluruhnya
      (note : ukuran sampel ini terlalu minim untuk statistik inferensi..)

  8. bapak, saya mau tanya..
    dalam tulisan bapak di atas dikatakan bahwa sampel minimal untuk penelitian eksperiment 15 orang masing2 kelompok…
    itu ada sumbernya yang dari buku atau para ahli ga pak??
    masalahnya sekarang saya sedang skripsi, sampel saya cuma 18 orang masing2 kelompok.. jadi saya butuh teori mengenai itu pak..
    terimakasih sebelumnya pak…
    saya tunggu jawaban dari bapak…

    • Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006)..”…Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20″

  9. Pak,saya mau tanya.. saya lg menulis skripsi.. dengan populasi 80orang terhadap pekerja pada pt…. saya menggunakan rumus slovin dengan tgkat 0,1 boleh tidak pak? Dengan sampel 44orang… terima kasih…

  10. pak mau nanya….judul saya prevalensi dan faktor risiko penyakit jantunt koroner pada penderita diabetes melitus tipe 2 tahun 2013…jadinya metode yang saya guna itu deskriptif retrospektif ya? dan apa perlu guna total sampling untuk cari prevalensi ?? pasien dm tipe 2 di rs seramai 764 orang…bisa guna rumus untuk. judul saya?

  11. Sangat bemanfaat pak.
    Tapi saya ada pertanyaan yg bikin saya mumet… Di buku Metodologi Penelitian Kesehatan (Dr. Soekidjo Notoatmodjo), halaman 91 tentang rumus jumlah sampel dg populasi >10.000, di contoh hasilnya kok 480 ya pak? Sy tdk mengerti, bagaimana “menjalani” rumus tersebut ? Mohon pencerahan pak.
    Terima kasih

  12. Pak, saya akan meneliti pasien post op, pada bulan lalu tercatat ada 258 orang yang di operasi. Nah pada bulan sekarang kan belum tentu populasi N̶̲̥̅̊y̶̲̥̅̊å berapa. Apakah bisa pake insidental atau purposive? Apakah ada rumus untuk menentukan batas minimalnya?

  13. mf pak saya mw tanya, saya mengambil skripsi di suatu rs.. jumlah prwt dslruh rs 141.. tapi bagaimana caranya agar saya mengambil sampel dg mengambil beberpa ruangan saja. yaitu 2 ruangan dengan jmlh responden 25.. apa boleh?? karena keterbatasan waktu peneliti..
    trus bgaimanan untuk uji instrumentnya?? kepadaa berapa responden harus di ujikan??
    trimaksih…

  14. pak mw ikut bertanya,,, klo populasi kurg lebih 3000, trs ambil smple hanya 50 bagaimana ???

    • ambil sampel 50 tdk ada dasarnya. kecuali jika riset anda hanya bersifat deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive…dan tidak berniat melakukan generalisasi ke populasi…

  15. Saya mau tanya sperti diatas, jumlah sampel saya 75 orang. jika saya uji validitas sebanyak 20 sampel apa dibenarkan pak? terus aturan teori pengambilan jumlah sampel dalam uji validitas seperti apa pak? saya kuatir ditanya penguji “kenapa kamu mengambil 20 sampel dari 75 sampel dalam uji validitas?” jawabanya gimana pak? minta tolong dijawab pak sebulan lagi saya sidang.
    terima kasih.

  16. Penny Heidy Dwi Oktarini

    terimakasih untuk share nya. membantu sekali tp sy mau bertanya. sy sedang menyusun skripsi. objek penelitiannya mahasiswa di kampus sy angkatan 2010. jumlah populasi nya 4171. sy hitung dgn rumus sample nya 365. tp yg jd masalah dr dosen sy adalah menentukan dr tiap fakultas brp prodi yg diambil. itu bagaimana ya menentukannya? jd di kampus terdiri dr 7 fakultas. masig2 terdiri dr macam2 prodi yg jumlahnya tdk sama. bgmn caranya sy menentukan dr tiap fakultas brp prodi yg diambil ya? sblm nantinya sy menentukan brp org yg diambil. terimakasih

  17. Terimakasih atas artikel yang bapak Hendry tulis. Artikelnya bisa jadi referensi saya untuk membuat makalah. Sekali lagi terimakasih :)

  18. pak mau nanya, saya meneliti di 19 RW dengan jumlah krg lebih 4000 orang, kemudian saya ingin mengambil sampling pake rumus apa ya pak? apa bisa pake rumus lemeshow? kalo boleh bs dikirim email sy pak chiciliaw@gmail.com, makasih banyak pak

  19. Mantap mas sharenya, izin kopas materinya, lagi ada tugas makalah nih…, thanks.

  20. maaf pak hendry saya sedang mengerjakan tesis, populasi saya sekitar 315 (Unit Usaha), dan sampel setelah menggunakan slovin adalah sektitar 75, saya bulatkan menjadi 80…namun dosen saya meminta agar pencarian sample menggunakan cara lain bukan slovin…metode analisis yang saya gunakan adalah menggunakan Path analisis dikarenakan sample kurang dari 100.

    apakah ada cara menentukan sample dengan cara path analisis, nah kalo ada mohon bantuannya.

  21. cara mem break-down data dari data laporan keuangan 10 tahun menjadi data N 30, bagaimana caranya ? di karenakan data 10 tahun tidak bisa di pakai, harus ada N minimal 30

  22. dedy herma yanto velani

    mau tanya mas sy bingung peritungan sampel pupulasi saya 593, kata teman saya di ambil beberapa populasi tiap kelas SMP biar adil sempel nya bagaiman itu cara perhitungannya mas terimakasi mas,,,

  1. Pingback: Fristina » Blog Archive » MENENTUKAN UKURAN SAMPLE REPRESENTATIF TERHADAP POPULASI

  2. Pingback: Seminar on Language | nurmaladjihu

  3. Pingback: My Research Proposal Assignment | nurmaladjihu

  4. Pingback: Writing Assignment of Research Proposal | nurmaladjihu

  5. Pingback: herujayadi55 » Statistik dan Probabilitas Sampel, Tabel, Grafik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: