POPULASI DAN SAMPEL

Oleh : Hendry

A. Definisi

Populasi adalah wilayah generalisasi berupa subjek atau objek yang diteliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulan. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti.

Dengan kata lain, sampel merupakan sebagian atau bertindak sebagai perwakilan dari populasi sehingga hasil penelitian yang berhasil diperoleh dari sampel dapat digeneralisasikan pada populasi.

Penarikan sampel diperlukan jika populasi yang diambil sangat besar, dan peneliti memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh populasi maka peneliti perlu mendefinisikan populasi target dan populasi terjangkau baru kemudian menentukan jumlah sampel dan teknik sampling yang digunakan.

B. Ukuran Sampel

Untuk menentukan sampel dari populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel yang dikembangkan para ahli.  Secara umum, untuk penelitian korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah 30, sedangkan dalam penelitian eksperimen jumlah sampel minimum 15 dari masing-masing kelompok dan untuk penelitian survey jumlah sampel minimum adalah 100.

Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :

  1.  Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
  2. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
  3. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
  4. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20

Besaran atau ukuran sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)

n = N/N(d)2 + 1

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

3. Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael

Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.

C. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang secara umum terbagi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Dalam pengambilan sampel cara probabilitas besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui. Sedangkan dalam pengambilan sampel dengan cara nonprobability besarnya peluang elemen untuk ditentukan sebagai sampel tidak diketahui. Menurut Sekaran (2006), desain pengambilan sampel dengan cara probabilitas jika representasi sampel adalah penting dalam rangka generalisasi lebih luas. Bila waktu atau faktor lainnya, dan masalah generalisasi tidak diperlukan, maka cara nonprobability biasanya yang digunakan.

1. Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling

Simple random sampling

Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.

Misalnya :

Populasi adalah siswa SD Negeri XX Jakarta yang berjumlah 500 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan Tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan adalah sebesar 5% sehingga jumlah sampel ditentukan sebesar 205.

Jumlah sampel 205 ini selanjutnya diambil secara acak tanpa memperhatikan kelas, usia dan jenis kelamin.

Sampling Sistematis

Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.

Contohnya :

Akan diambil sampel dari populasi karyawan yang berjumlah 125. Karyawan ini diurutkan dari 1 – 125 berdasarkan absensi. Peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor genap (2, 4, 6, dst) atau nomor ganjil (1, 2, 3, dst), atau bisa juga mengambil nomor kelipatan (2, 4, 8, 16, dst)

Proportionate Stratified Random Sampling

Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi.

Misalnya, populasi adalah karyawan PT. XYZ berjumlah 125. Dengan rumus Slovin (lihat contoh di atas) dan tingkat kesalahan 5% diperoleh besar sampel adalah 95. Populasi sendiri terbagi ke dalam tiga bagian (marketing, produksi dan penjualan) yang masing-masing berjumlah :

Marketing       : 15
Produksi         : 75
Penjualan       : 35

Maka jumlah sample yang diambil berdasarkan masing-masinng bagian tersebut ditentukan kembali dengan rumus n = (populasi kelas / jml populasi keseluruhan) x jumlah sampel yang ditentukan

Marketing       : 15 / 125 x 95            = 11,4 dibulatkan 11
Produksi         : 75 / 125 x 95            = 57
Penjualan       : 35 / 125 x 95            = 26.6 dibulatkan 27

Sehingga dari keseluruhan sample kelas tersebut adalah 11 + 57 + 27 = 95 sampel.

Teknik ini umumnya digunakan pada populasi yang diteliti adalah keterogen (tidak sejenis) yang dalam hal ini berbeda dalam hal bidangkerja sehingga besaran sampel pada masing-masing strata atau kelompok diambil secara proporsional untuk memperoleh

Disproportionate Stratified Random Sampling

Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi. Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya.

Misalnya, populasi karyawan PT. XYZ berjumlah 1000 orang yang berstrata berdasarkan tingkat pendidikan SMP, SMA, DIII, S1 dan S2. Namun jumlahnya sangat tidak seimbang yaitu :

SMP    : 100 orang
SMA    : 700 orang
DIII     : 180 orang
S1        : 10 orang
S2        : 10 orang

Jumlah karyawan yang berpendidikan S1 dan S2 ini sangat tidak seimbang (terlalu kecil dibandingkan dengan strata yang lain) sehingga dua kelompok ini seluruhnya ditetapkan sebagai sampel

Cluster Sampling

Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

Contoh :

Peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut :

Tahap Pertama adalah menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan secara acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.

Tahap kedua. Mengambil sampel SMU di tingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi. Karena provinsi terdiri dari Kabupaten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai sampel (disebut Kabupaten Sampel), dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / Desa yang akan dijadikan sampel. Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yang dijadikan sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan.

2. Non Probabilty Sampel

Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.

Sampling Kuota,

Adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru. Jumlah Sekolah adalah 10, maka sampel kuota dapat ditetapkan masing-masing 10 siswa per sekolah.

Sampling Insidential,

Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.

Misalnya penelitian tentang kepuasan pelanggan pada pelayanan Mall A. Sampel ditentukan berdasarkan ciri-ciri usia di atas 15 tahun dan baru pernah ke Mall A tersebut, maka siapa saja yang kebetulan bertemu di depan Mall A dengan peneliti (yang berusia di atas 15 tahun) akan dijadikan sampel.

Sampling Purposive,

Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.

Sampling Jenuh,

Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Saya sendiri lebih senang menyebutnya total sampling.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru di SMA XXX Jakarta. Karena jumlah guru hanya 35, maka seluruh guru dijadikan sampel penelitian.

Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju (seperti Multi Level Marketing….). Misalnya akan dilakukan penelitian tentang pola peredaran narkoba di wilayah A. Sampel mula-mula adalah 5 orang Napi, kemudian terus berkembang pada pihak-pihak lain sehingga sampel atau responden teruuus berkembang sampai ditemukannya informasi yang menyeluruh atas permasalahan yang diteliti.

Teknik ini juga lebih cocok untuk penelitian kualitatif.

C. Yang perlu diperhatikan dalam Penentuan Ukuran Sampel

Ada dua hal yang menjadi pertimbannga dalam menentukan ukuran sample. Pertama ketelitian (presisi) dan kedua adalah keyakinan (confidence).

Ketelitian mengacu pada seberapa dekat taksiran sampel dengan karakteristik populasi. Keyakinan adaah fungsi dari kisaran variabilitas dalam distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel. Variabilitas ini disebut dengan standar error, disimbolkan dengan S-x

Semakin dekat kita menginginkan hasil sampel yang dapat mewakili karakteristik populasi, maka semakin tinggi ketelitian yang kita perlukan. Semakin tinggi ketelitian, maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan, terutama jika variabilitas dalam populasi tersebut besar.

Sedangkan keyakinan menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita benar-benar berlaku bagi populasi. Tingkat keyakinan dapat membentang dari 0 – 100%. Keyakinan 95% adalah tingkat lazim yang digunakan pada penelitian sosial / bisnis. Makna dari keyakinan 95% (alpha 0.05) ini adalah “setidaknya ada 95 dari 100, taksiran sampel akan mencerminkan populasi yang sebenarnya”.

D. KESIMPULAN :

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari penelitian. Dengan kata lain, sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi.

REVISI TULISAN

Saya merevisi teknik sampling, dan memasukkan teknik sistematis ke dalam probability sampling berdasarkan rujukan buku Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Beberapa Teknik Penentuan Ukuran Sampel Lainnya

Baca juga

Dirangkum dari :

Arikunto Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, edisi revisi 2010. Jakarta : Rineka Cipta

Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administasi. Bandung : Alvabeta.

About these ads

Posted on January 24, 2010, in METODOLOGI PENELITIAN and tagged . Bookmark the permalink. 542 Comments.

  1. pak apa boleh penelitian dgn jumlah populasi hanya 15 orang?? tp hanya ingin melihat gambarn/ karakteristiknya??

  2. mas Q kn mo mnliti populasi’y ada skitar 1500, jd populasinya brp?
    klo pke prhitungan rumus slovin yg N = n/N(d)2 + 1, tu gmn ngitungnya???????

    lez cpt y mas… lwt email
    makash..

  3. Ass Pak..
    Saya mau menanyakan hal sbb:
    Suatu instansi pemerintah menyebarkan kuesioner ttg kepuasan hasil pelaksanaan kegiatannya kepada seluruh anggota Lembaga Perwakilan (DPR dan DPD). Kusioner yang dikembalikan hanya sebanyak 1/3 dari anggota DPR/DPD tsb. Namun Instansi pemerintah tersebut tidak menghitung terlebih dahulu jumlah sampel yang seharusnya dan data responden, HAsil survey tsb ternyata menunjukkan bahwa anggota DPR/DPD puas thd hasil kerja instansi tsb. Atas hasil ini digunakan oleh instansi tersebut untuk mengukur kinerjanya. Apakah hasil survey tersebut sdh benar dan dapat diandalkan?Mohon penjelasannya Pak.

    Terimakasih,
    Desy

    • Dari pernyataan anda…jelas bahwa populasi targetnya adalah seluruh anggota DRP dan DPD..dan sampelnya mewakili populasi. Namun, yang kembali hanya 30%
      mengenai keterandalan..uji aja validitas dan reliabilitasnya..
      Jadi kalo dibahasakan…kinerja instansi X (survey pada anggota DPR/DPD ..)

      thx

  4. Aslm. Wr. Wb.
    Pak saya mau tanya, kalau jumlah populasi 1.349.476, saya ambil sampel berapa ya?
    terimakasih

    Wassalam

  5. Assalam, Pak. sy mau tanya sedikit ini, kalau populasinya mahasiswa angkatan 2007 sampai dengan angkatan 2009, gmn cara menarik sampelnya???

  6. malm pak, saya mau nanya kalo jumlah populasinya 158 orang, jumlah sampel yang diambil berapa orang?
    thanks

  7. mas,,saya mengambil sampel dengan teknik random sampling dan memakai rumus slovin dengan populasi 103 dan sig 10%, sehingga sampel yang saya ambil kira2 51 orang… Apakah dengan rumus slovin tidak apa-apa menggunakan sig 10%? terima kasih

  8. mas sy mau tanya klau smpek krang dari 100 apa diambil smua ??
    knpa???
    apa boleh pake rumus yang dipake diatas yng mas jelaskan mcsih mas….

  9. pak, salam kenal, sy Felix.mau tanya. saya agak bingung jenis sample apa yg cocok untuk penelitian kualitas layanan di suatu restoran karena jumlah populasi tdk diketahui. apakah menggunakan non probability sampling dgn jenis purposive sampling? Brp jumlah sampel yg hrs sy ambil ya pak? kalau ada referensinya jg untuk dipelajari. terima kasih bnyk. (*tambahan : kelebihan dan kekuranganmetode zona toleransi dibanding servqual apa ya?) thx lagi

    • di bagian bawah diskusi saya pernah membahas penentuan sampel pd populasi tdk diketahui..jumlahnya sekitar 380-an..
      menurut saya servqual lebih popular..anda tinggal gunakan sesuai dengan jenis usaha..banyak kok servqual modifikasi..

  10. Ass wr wb,
    mas, saya punya penelitian tentang polisi tidur/road hump, yg judulnya:”Analisis desain road hump dalam mengurangi kecepatan kendaraan serta kaitannya dgn kenyamanan pengendara”,, dalam survei pertama/pilot survey, jumlah kendaraan yg disurvei 10 kendaraan ( sedan 4, suv 4 dan minibus 3)
    Untuk survei ke2( survei utama) jumlah yg disurvei: sedan 26, suv 55 dan minibus 38, pertanyaan mas,,,Bagaimana cara menguraikan jumlah diatas yg menyangkut dengan jumlah sampel dan target populasi,,,,,,atas bantuannya saya ucapkan terima kasih mas

    • desain eksperimen ya…
      saya tidak tau alasan dan pertimbangan anda menggunakan jumlah 26, 55 dan 38 itu apa ?..

      • ini tesis mas,,,,,maksud dari 26, 55,,dan 38 adalah jumlah jenis mobil/kendaraan yang disurvei kecepatannya,,,survei kecepatan kendaraan yg di ukur kecepatannya di salah satu ruas jalan di bandung yg melewati polisi tidur, dimana pelaksanaan survei dari jam 9.00 sampai jam 14.00,,maka di dapatlah jumlah kendaraan sebanyak 119 kendaraan yang terdiri dari jenis sedan 26 buah, jenis suv(jenis kijang dll) 55 buah dan jenis minibus( jenis carry,dii) 38 buah,,,,,,begitu mas,,,,,moho bantuannya mas,,,trms,

        • oo gt..kalo populasinya 119, dihitung pake slovin jadi 92. Jumlah ini kemudian dibagi dengan teknik stratified random sampling sehingga menjadi sedan (20), Suv (43) dan minibus (29). Menurut saya jumlah ini yang seharusnya kamu gunakan…
          Rumus stratifiednya liat di artikel atas..
          thanks

  11. avi budi setiawan

    ass.pak,.,.saya mau tanya,.,.kalau jumlah populasinya tidak diketahui… bagaimana kita menentukan jumlah sampel??terimakasih,.,.

  12. pak saya mau tanya, jumlah populasi saya 68, jika saya mengambil sampel hanya 48, apa itu sudah mewakili??? it pake pengambilan sampel yg mana ya??

  13. pak saya mau tanya, saya menggunakan total sampel yaitu 24 sampel dari 24 puskesmas di wilayah ngawi, untuk uji validitas dan reliabilitasnya harus berapa mengambil sampelnya karna kebanyakan 30 sampel yang diambil….misalkan boleh 24, apakah boleh mengambil dari wilayah ngawi itu sendiri atau harus dari wilayah luar,,saya menggunakan analisis rang spearman dengan jenis kedua variabel jenis datanya ordinal

  14. Pak, jika saya ingin mengetahui apakah ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan MSDs pd operator komputer di perush X, sedanagkan di perush X tsb hanya ada 21 operator komputer, apakah dg saya ambil semua (total sampling), jumlah 21 responden itu cukup untuk dilakukan uji hubungan? Note: generalisasinya hanya untuk perush X tsb.
    Mohon pencerahannya, krn dari bbrp sumber yg saya baca, diharapkan sampel minimal adalah 30. terimakasih sebelumnya

    • minimal 30 itu karena dianggap mendekati normal. kalo cuma 21 ya ambil aja segitu..selama datanya nanti kamu uji normal maka bisa pake parametrik..kalo gak normal..pake non parametrik…

      • Terimakasih Pak..
        Tapi maaf, sy ingin nanya lg spy lbh jelas. Yang diuji distribusinya (normal/tdknya) itu yg data pada variabel independent, dependent, atau kedua2nya?
        Kalau nggak normal, uji parametrik apa yang digunakan untuk menguji hubungan jika variabel dependent dan independent sama2 berskala data nominal? Terimakasih atas pencerahannya

      • Maaf.. salah ketik. maksud saya, uji NON-parametrik apa yang digunakan untuk menguji hubungan jika variabel dependent dan independent sama2 berskala data nominal…

  15. Pak saya mau tanya misalnya saya mau menentukan sample dengan judul kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan konsumen KFC dengan total kmaren saya tanya populasi (transaksi 2bln terakhir)adalah 76000,bagaimana caranya supaya saya cuma dpt samplenya cuma 100orang??pake metode apa??

    • pak saya mw tanya.. saya mau ambil smapel dr 2 variabel.. tp jmlh populasi yg satu teh 14 org dan yg lain nya 32.. kasus skripsi saya ttng perbandingan prestasi ank asrama dan ank yd tdk berasrama… untuk ambil per bandingan nya gmn ya pak dr jmlh ank asrama 14 dan ank yg tdk berasarma 32??
      makasih sblumnya pak..

    • 1000 juga udah banyak banget…jangan pake populasi transaksi 2 bulan..pake aja jumlah transaksi 1 hari..karena kamu surveynya kan satu hari..bukan dua bulan secara terus menerus…
      pake populasi tidak diketahui aja jumlah sampel 380-an aja udah cukup…

  16. pak saya mau tanya, saya sedang mengerjakan skripsi jenis penelitiannya R&D. kemudian popolasinya adalah seluruh siswa kelas 6 yang berjumlah 72 siswa. dengan populasi itu baiknya bagaimana saya mengambil sampelnya? saya ambil data dengan menggunakan angket.

  17. mas…maau nanya…
    kalau saya cm ambil sampel pegawai puskesmas tp cm yg saya ambil kurang dari 5 org bisa g mas…buat skripsi…?…

  18. Mlm pak, penentuan sampel untuk purposive sampling jika populasinya tidak diketahui saya dalam menentukan jumlah sampel menggunakan rumus interval penaksiran sebanyak 100 orang. bisa ga pak bisa saran dan teori untuk pengambilan sampel dengan penelitian sebanyak 100 orang.
    Terima kasih

  19. pak saya bingung, populasi saya sebanyak 532 orang, penelitian saya studi komparatif dengan 2 variabel. bagaimana cra saya harus tentukan sampel dari tiap variabel?

  20. pa, saya mou tanya… alasan yang tepat untuk data penelitian dengan data awal 19 perusahaan untuk tahun 2008-2010 dan saya ambil data hanya 10 perusahaan untuk 3 tahun juga…. gmana ya untuk menyakinkan dosen alasan kita hanya mengambil data penelitian hanya 10 perusahaan saja!! makasih sebelumnya

  21. bpk yg baik hati,penelitian saya adalah tetang pengaruh penerapan program 5R,sikap dan motivasi terhadap kinerja karyawan dengan total populasi karyawan sekitar 200 sampel yg ingin sy teliti kira2 berapa ya idealnya karena sy gak ingin terlalu banyak.kemudian tehnik analisis apa yg cocok untuk penelitian tersebut,mohon bantuannya dan terimakasih.

  22. pak,saya sedang dalam tahap awal penyelesaian skripsi skrg.
    penelitian saya berjudul ”Pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Karyawan” pada suatu perusahaan swasta yg brgerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. populasi yang saya ambil untuk penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap pada perusahaan ini yang berjumlah 105 orang yg trdiri dari beberapa bagian. kemudian saya menggunakan rumus Slovin sehingga mendapatkan sampel sebanyak 83 orang. Pada awalnya saya menggunakan metode Simple Random Sampling, tetapi kemudian pembimbing saya menyuruh saya untuk mengganti nya menjadi Purposive Sampling saja. Analisis data secara Kuantitatif yang nantinya akan diuji dengan Fungsi Linear Berganda. saya ingin memulai untuk membuat kuesioner, bgmn tahap awalnya?? apakah saya dapat mencoba membuat pertanyaan dari indikator2 variabel yg saya dapatkan dri teori ??mohon bantuannya..thanks
    tolong balas ke email saya retni_pratiwi23@ymail.com

  23. begini pak,,, saya melakukan penelitian kuantitatif, teknik yang saya gunakan adalah test, observation and questionnaire, dan populasi saya hanya 50 tapi saya hanya mengambil 25 sebagai sample apakah cara saya ini masih bisa dilakukan dan apakah ada buku yang bisa memperkuat isi saya ini?
    di reply ya pak,,, jawaban bapak sangat penting bagi saya,,, terima kasih banyak

    • saya gak bisa kasih komentar karena belom tau penelitiannya tentang apa..teknik yang digunakan apa..email aja lengkapnya mengenai judul, dan hipotesis yang akan diuji …nanti saya reply via email…

  24. mas, mau tanya..
    klo misalnya populasinya “seluruh konsumen barang elektronik di Indonesia” bagaimana cara menentukan jumlah sampelnya (dimana tidak diketahui secara pasti jumlah konsumen tersebut.. )? krn penelitian sy deskriptif (menggunakan kuesioner), apa boleh langsung ditentukan 30 sampel aja? klo boleh tau referensi 30 dari mana yah mas?
    makasih atas jawabannya ^^

    • wah itu sih gak bisa…kamu pake populasi konsumen indonesia…sampelnya jg harus representative…konsumen elektronik di jakarta aja besar banget…pake kata “konsumen elektronik” di toko elektronik tertentu aja…
      sampel 30 itu terkait dengan central limit theorem..

  25. Mas.. saya mau tanya..Penelitian saya mengenai pertumbuhan kredit ban. Obyek dalam penelitian yaitu Bank milik pemerintah, dimana populasinya berjumlah 5 bank.. Apakah masih relevan untuk mengunakan teknik sampling non-probability purposive sampling..Please reply me..thank 4 your concern Sir..

  26. pak saya mengamati pengaruh pelatihan, masa kerja, dan tingkat pendidikan terhada prestasi kerja.., saya bingung pak karena sampel saya ada 51 orang tapi saya mngambilny tidak pake tehnik sampling…, jadi harus pake tehnik sampling apa y pak?

    • karena ada pendidikannya..maka lebih cocok pake proportional stratified random sampling…stratanya berdasarkan pendidikan…
      Thanks

      • terima kasih pak, tapi kalo saya stratifikasi berdasarkan bagian dari kantor, misal bagian pemasaran, produksi, dll apakah boleh pak?
        dan saya mau menanyakan kalau data saya masa kerja=tahun, pendiikan dan pelatihan=skala likert, tingkat pendidikan formal=sma, smp, pakai skala ordinal, apaah bisa pake regresi y pak?
        dan saya menggunakan skala likert untuk y ada 10 pertanyan, x1 ada 10 pertanyaan, x2 hanya satu pertanyaan tentang jenjang pendidikan apakah sms, smp atau kuliah, dan x4 satu pertanyaan tentang lama kerja dalam satuan tahun,, apakah bisa d regresi y pak, lalu masukkan d spss bagaimana pak?
        pak apa saya boleh mnta email bapak?
        terima kasih pak

        • lebih relevan distratified pake pendidikan..sesuai dengan jdul anda..sehingga perwakilan pendidikannya representative dan seimbang…email saya :
          openstatistik@yahoo.co.id
          thanks

          • dan saya mau menanyakan kalau data saya masa kerja=tahun, pendiikan dan pelatihan=skala likert, tingkat pendidikan formal=sma, smp, pakai skala ordinal, apaah bisa pake regresi y pak?
            dan saya menggunakan skala likert untuk y ada 10 pertanyan, x1 ada 10 pertanyaan, x2 hanya satu pertanyaan tentang jenjang pendidikan apakah sms, smp atau kuliah, dan x4 satu pertanyaan tentang lama kerja dalam satuan tahun,, apakah bisa d regresi y pak, lalu masukkan d spss bagaimana pak?
            pak apa saya boleh mnta email bapak?
            terima kasih pak

  27. Eko Hermansyah HR

    pak, sy mau tanya tentang penentuan sample, saya masih bingung dengan penentuan sample, sy sudah coba dgn rumus slovin (tingkat kesalahan 5%) terhadap jumlah populasi 68 yang terbagi atas 3 bagian, diantarax : provos 12, bag sumda 22, sat reskrim 34, jika menggunakan rumus slovin maka diperoleh jumlah sample 58, yang dilanjutkan dengan hasil sample masing2 bagian diantarax provos 10, bag sumda 17, sat reskrim 34, apakah sudah benar perhitungan saya tentang pengambilan sample ? sy membuat skripsi dengan metode kualitatif deskriptif perihal penyalahgunaan senjata api, ataukah sy menggunakan sample jenuh ? mohon bantuannya dan dapat dikirimkan melalui email : eko_15@yahoo.co.id, trims

  28. arnisa prias paramitha

    maaf pak, mau tanya
    kalau teorinya sendiri untuk penelitian korelasional yg menyatakan bahwa sampelnya cukup dgn 30 orang saja apakah ada pak? lalu siapa yg membuat teori itu.
    terima kasih

    • sebenarnya itu mengacu teori limit pusat..jumlah sampel 30 itu dianggap sudah mendekati kurva normal. Karena korelasional (parametrik) butuh asumsi ini..makanya banyak yang menjadikan jumlah 30 ini sebagai sampel terkecil..cek di google yah mengenai “central limit theorem”
      thanks

  29. butuh info buku Slovin (dalam Riduwan, 2005:65) minta penerbitnya kak, ?

  30. pak,,,saya mau tanya ,,,
    jumlah populasi yang saya dapatkan sebanyak 396 orang,,,
    dan saya mencoba memakai rumus slovin dengan presisinya 10 %,,,hasilnya 80 orang,,
    penelitian saya deskriptif analitik,,,saya mau minta pendapat,,apakah ada rumus lainnya untuk memperkecil sampel,,karena keterbatasan waktu yang cukup singkat akan saya jalani mendatang,,, terima kasih,,,

    • Gak perlu pake rumus macem2 kalo tekniknya deskriptif. Ambil 10-15% secara acak dari populasi aja udah cukup…terlebih kalo teknik wawancara yang dipake..jumlah sampel 30 aja udah banyak banget…
      NB : teknik ini gak ditujukan untuk generalisasi (non inferensional)

  31. mau tanya pak.. saya kan pake deskriptif kualitatif, dan metode sampelnya pake yg insidental… nah, dosen saya meminta cara perhitungan penetuan sampel. tapi apakan bisa langsung ditentukan saja berapa jumlah org yg akan diteliti, tnpa harus memakai perhitungan ?
    makasih :)

    • populasinya diketahui gak ??…kalo gak ada kok cara menentukan sampel dari populasi yang tidak diketahui..cek dibagian komen bawah..sama memasukkan rumus lemeshow…
      setelah jumlahnya dah dapet..barulah diambil melalui metode insidential itu…

  32. baru saya baca, trnyata PTK tidak perlu populasi dan sampel, ya.. ^_^ makasih…

  33. Saya dan beberapa teman berdiskusi terkait populasi dan sampel, ada yang berpendapat apabila penelitian studi kasus, maka tdk ada populasi dan sampel, tapi ada juga yang berpendapat tahun yang akan diteliti (misalnya selama 3 tahun) merupakan sampel. contoh masalah: kinerja keuangan pada perusahaan X. atau Pengaruh Promosi terhadap volume penjualan pada perusahaan Z. thanks

    • perusahaannya subjek, dan penjualan/kinerja keuangan adalah objek penelitian. Memang tidak dikenal dengan istilah populasi untuk tahun pengamatan, dan keputusan pengambilan berapa data (tahun) yang akan diambil disesuaikan dengan teknik analisis yang digunakan….

    • Mohon dijelaskan lebih lanjut apabila masalah pengaruh promosi terhadap penjualan pada perusahaan Z, diteliti selama 3 tahun. Kemudian seluruh biaya promosi dan penjualan selama 3 tahun yang diteliti, apakah seluruh data tersebut masuk populasi. Karena terkait dengan alat analisis statistik dan dalam sistematika skripsi ada sub bab. populasi dan sampel. Semoga bapak tidak bosan menjawabnya, karena saya sangat tertarik dengan metodologi penelitian. Terima kasih

      • Jarang ada yang memasukkan sub bab populasi dan sampel untuk model penelitian semacam ini. Karena subjeknya tunggal. Tapi kalopun mau..
        Populasinya bisa berupa neraca, laporan laba rugi, catatan atas laporan keuangan, dst, dan sampel yang digunakan adalah laporan keuangan selama tiga periode yaitu periode tahun 20XX-20XX.
        Sejalan dengan pengertian “Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007)”…

  34. pak maw tanya, jumlah populasi dari penelitian saya hanya 21 org, apa ada teori yg boleh dengna populasi 21 org? terima kasih

  35. pa saia mao tanya qlo cara menghitung populasi itu rumusnya sama kea sample ap beda yah?qlo beda tlong dund kasih tao rumusnya…..
    makasiihhh…………

  36. pak, saya mau tanya,,,,
    xlo untuk menentukan jumlah sample sari 120 populasi dengan cara apa????
    sebaiknya untuk mencari korelasi pake metode pa????
    terimakasih

    • Kalo yang instrumennya pake angket ya menurut saya ambil aja semuanya…toh dari situ nanti bakal ada angket yang gak bisa digunakan…

      metode korelasinya saya gak bisa kasih saran..karena gak tau penelitiannya tentang apa..

      thanks

      • saran dosen saya untuk pake teori slovin dalam menentukan jumlah sample yang mau diambil,,,,,

        penelitian yang saya ambil tentang korelasi antara diklat dan produktivitas kerja pada kementerian X,,,,,,, bagaimana menurut bapak?????

        Thanks,,,,,

        • pake slovin is ok…masih sekitar 90-an juga sampelnya..
          teknik analisisnya bisa macem-macem..kalo nonparametrik bisa pake rank spearman, ..tapi kalo mau parametrik pake regresi…

  37. mau tanya… kenapa menurut suharsimi dalam penentuan sampel itu dg populasi >100 diambil 10-15 %…?.. kenapa harus 10-15 %…
    terimakasih..

    • Dibuku yang saya punya disebutkan bahwa (Suharsimi, 2005:95) “Jika anggota populasi hanya meliputi 100 s/d 150, dan dalam pengumpulan data peneliti menggunakan angket, maka sebaiknya subjek diambil seluruhnya”. Jika sampel besar (saya interprestasikan > 500), maka diambil 25 -30%.

      25% dari 500 adalah 125 (sudah memenuhi batas minimal kelayakan sampel berdasarkan pendapat Roscoe (dalam Sugiyono, 2007:103) yaitu berkisar antara 30 – 500 . Angka 30 ini sendiri terkait dengan teori limit pusat (asumsi normal)

      Namun, pertimbangan jumlah sampel tidak mutlak seperti ini,,,disesuaikan dengan jenis penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisisnya.

      NB : saya tidak menemukan angka 10 – 15%

  38. smg bs mnulis krya lg

  39. mas, saya mau tanya. Jika kita mau meneliti dengan jumlah yang populasi tidak diketahui dan yang akan diteliti itu tersebar di 30 titik lokasi. metoda sampling yang paling tepat digunakan itu apa ya, mas? Penentuan jumlah sample di tiap titiknya bagaimana? Terimakasih

  40. bagaimana ciri-ciri populasi yang bisa kita katakan homogen. terima kasih

    • @Supri
      Presisi 1,5 dan 10% adalah standar kesalahah baku dalam penelitian. Untuk penelitian sosial, maksimal error adalah 5%. Ini berlaku juga pada saat kita menguji signifikansi hasil…

      Populasi homogen adalah populasi yang memiliki karakteristik relatif sama. Misal, akan diuji mengenai pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru. Maka karakteristik populasi yang digunakan adalah guru SD, berpendidikan minimal Diploma, berstatus PNS. Ini juga nantinya terkait dengan normalitas data…

  41. Mas mau nanya kenapa taraf kesalahan(e) pada rumus slovin ada yang 1%, 5% dan 10%.

  42. mw tnya pa,,,saya punya populasi 75 org disuatu tempat untuk menentukan jumlah samplenya gmn pa,di hitung atau ditentukan pake rumus apa kalu misalnya sya mw ambil sampelnya sekitar 26 org saja,

    thanks pakk

    • @Yaden
      kok sedikit sekali sampelnya ??….kalo kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan diskusi mendalam sih gpp pake sampel segitu (bisa pake purposive)..tapi kalo penelitian korelasional atau tujuannya untuk inferensi dan instrumen penelitiannya angket..sampel segitu kurang layak…
      Yang perlu anda pertimbangkan sebelum menentukan sampel adalah jenis penelitian (kualitatif or kuantitatif), tujuan, teknik analisis (karena teknik tertentu mensyaratkan sampel mininimal tertentu pula), barulah faktor keterbatasan si peneliti (biaya, tenaga, dsb)…

  43. pak, saya mohon dengan sangat diberikan penjelasan lebih lengkap untuk menentukan sampel dari populasi yang tidak diketahui,

    apakah ada rumus lain selain rumus Lemeshow?

    saya pernah membaca dari buku umar husein berjudul RISET PEMASARAN & PERILAKU KONSUMEN (halaman 150) namun saya masih merasa kurang jelas dari pemaparan yg diberikan buku tersebut…

    mengenai rumus Lemeshow, itu ada bukunya atau tidak ya pak? saat ini saya sedang mengajukan usul penelitian untuk itu saya mohon bantuan dari bapak…

    dan jika tidak keberatan mohon hubungi saya melalui email : deringgo14@gmail.com atau Facebook di de_ringgo14@yahoo.co.id

    bantuan bapak sangat berarti buat saya, trmksh

  44. oke dh,,trima kasih ya pak,,,
    sampel saya 800 dengan menggunakan kuota (saya menentukan sendiri),,,tapi saya ga bsa mengetahui dengan tepat populasi dari penelitian saya,,,
    apakah saya sudah benar menggunakan teknik sampling kuota?
    dan bagaimana saya menentukan banyaknya sampel yang mau saya ambil??
    apakah boleh menggunakan asumsi?

    • quota sampling ?? lalu angka 800 itu dapet darimana ??..

      Jika jumlah populasi tidak diketahui maka untuk menentukan besarnya sample anda bisa menggunakan rumusan Lemeshow.

      n = z^2 . p . (1 – p) / d^2
      z = distribusi normal standar untuk alpha 5% = 1.96
      p = bisa menggunakan maximal estimation sebesar 0.5
      d = limit error

      maka dapat dihitung :
      n = 1.96^2 . 0.5 . (1-0.5) / 0.05^2
      n = 384

      perhatikan juga pendapat Roscoe (dalam Sugiyono, 2007) yang menyatakan ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah 30 s/d 500.

  45. pak, saya maw tanya
    survey itu sama sepertipenyebaran kuesioner gtu bukan pak??
    terus saya maw tanya kan di bilang kalau jumlah sampel untuk survey 100,,,
    itu ada teorinya pak??boleh saya minta sumber teorinya??

    trima kasih pak

    • @Stanley

      Survey itu jenis penelitian. Lebih tepatnya penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang diambil adalah data sampel (Kerlinger, dalam Sugiyono, 2007:7)

      Penyebaran kuesioner itu adalah salah satu teknik pengumpulan data. Kuesioner adalah instrumennya. Selain itu ada teknik wawancara dengan instrumen pedoman wawancara, dst…

      Untuk sampel minimal survey research, anda silahkan browsing dengan keyword “Borg and Gall minimum sample survey research”..ada tuh…

      Tapi pada intinya, penelitian survey itu umumnya memiliki populasi besar..terlebih jika menggunakan angket sebagai instrumennya maka menurut Arikunto (2006:95)..”jika anggota populasi hanya meliputi 100 s/d 150, dan dalam pengumpulan data peneliti menggunakan angket, maka sebaiknya subjek diambil seluruhnya”…jadi besaran angka 100 untuk penelitian survey itu bukan angka mutlak, masih disesuaikan dengan teknik pengumpulan data dan teknik analisis yang digunakan…

  46. siang pak,sy mw tny apakah rumus slovin hany boleh dterapkan pd metode pgambilan sampel probablty sampling sj? Metode pngambilan sampling sy justice sampling (bag dr purposive sampling) dgn mggunakan rumus slovin dgn tgkt error 10% untk mntukan jmlh sampel yg dpakai,boleh tdk spt it? Trims untk replyny..best regards..

  47. kalau jumlah sampel ysng kita gunsksn lebih besar dari jumlah yang tersebut di dalam rumus yang seharusnya apa bisa??

  48. Mukhlisi_BPTP Samboja

    kalau bisa ditampilkan juga mas contoh kasus untuk pemakaian tabel isaac dan michaelnya..tks,

  49. mas, saya boleh minta sumber buku dari info di atas tidak? saya mau pakai sebagai referensi laporan penelitian saya. thanks.

    • Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.
      dan
      Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Admnistrasi, Bandung : Alfabeta

      terimakasih…

  50. thanks artikelnya mas,cukupmembantu buat penyusunan skripsi sy

  1. Pingback: Fristina » Blog Archive » MENENTUKAN UKURAN SAMPLE REPRESENTATIF TERHADAP POPULASI

  2. Pingback: Seminar on Language | nurmaladjihu

  3. Pingback: My Research Proposal Assignment | nurmaladjihu

  4. Pingback: Writing Assignment of Research Proposal | nurmaladjihu

  5. Pingback: herujayadi55 » Statistik dan Probabilitas Sampel, Tabel, Grafik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: