POPULASI DAN SAMPEL

Oleh : Hendry

A. Definisi

Populasi adalah wilayah generalisasi berupa subjek atau objek yang diteliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulan. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti.

Dengan kata lain, sampel merupakan sebagian atau bertindak sebagai perwakilan dari populasi sehingga hasil penelitian yang berhasil diperoleh dari sampel dapat digeneralisasikan pada populasi.

Penarikan sampel diperlukan jika populasi yang diambil sangat besar, dan peneliti memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh populasi maka peneliti perlu mendefinisikan populasi target dan populasi terjangkau baru kemudian menentukan jumlah sampel dan teknik sampling yang digunakan.

B. Ukuran Sampel

Untuk menentukan sampel dari populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel yang dikembangkan para ahli.  Secara umum, untuk penelitian korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah 30, sedangkan dalam penelitian eksperimen jumlah sampel minimum 15 dari masing-masing kelompok dan untuk penelitian survey jumlah sampel minimum adalah 100.

Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :

  1.  Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
  2. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
  3. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
  4. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20

Besaran atau ukuran sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)

n = N/N(d)2 + 1

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

3. Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael

Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.

C. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang secara umum terbagi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Dalam pengambilan sampel cara probabilitas besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui. Sedangkan dalam pengambilan sampel dengan cara nonprobability besarnya peluang elemen untuk ditentukan sebagai sampel tidak diketahui. Menurut Sekaran (2006), desain pengambilan sampel dengan cara probabilitas jika representasi sampel adalah penting dalam rangka generalisasi lebih luas. Bila waktu atau faktor lainnya, dan masalah generalisasi tidak diperlukan, maka cara nonprobability biasanya yang digunakan.

1. Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling

Simple random sampling

Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.

Misalnya :

Populasi adalah siswa SD Negeri XX Jakarta yang berjumlah 500 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan Tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan adalah sebesar 5% sehingga jumlah sampel ditentukan sebesar 205.

Jumlah sampel 205 ini selanjutnya diambil secara acak tanpa memperhatikan kelas, usia dan jenis kelamin.

Sampling Sistematis

Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.

Contohnya :

Akan diambil sampel dari populasi karyawan yang berjumlah 125. Karyawan ini diurutkan dari 1 – 125 berdasarkan absensi. Peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor genap (2, 4, 6, dst) atau nomor ganjil (1, 2, 3, dst), atau bisa juga mengambil nomor kelipatan (2, 4, 8, 16, dst)

Proportionate Stratified Random Sampling

Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi.

Misalnya, populasi adalah karyawan PT. XYZ berjumlah 125. Dengan rumus Slovin (lihat contoh di atas) dan tingkat kesalahan 5% diperoleh besar sampel adalah 95. Populasi sendiri terbagi ke dalam tiga bagian (marketing, produksi dan penjualan) yang masing-masing berjumlah :

Marketing       : 15
Produksi         : 75
Penjualan       : 35

Maka jumlah sample yang diambil berdasarkan masing-masinng bagian tersebut ditentukan kembali dengan rumus n = (populasi kelas / jml populasi keseluruhan) x jumlah sampel yang ditentukan

Marketing       : 15 / 125 x 95            = 11,4 dibulatkan 11
Produksi         : 75 / 125 x 95            = 57
Penjualan       : 35 / 125 x 95            = 26.6 dibulatkan 27

Sehingga dari keseluruhan sample kelas tersebut adalah 11 + 57 + 27 = 95 sampel.

Teknik ini umumnya digunakan pada populasi yang diteliti adalah keterogen (tidak sejenis) yang dalam hal ini berbeda dalam hal bidangkerja sehingga besaran sampel pada masing-masing strata atau kelompok diambil secara proporsional untuk memperoleh

Disproportionate Stratified Random Sampling

Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi. Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya.

Misalnya, populasi karyawan PT. XYZ berjumlah 1000 orang yang berstrata berdasarkan tingkat pendidikan SMP, SMA, DIII, S1 dan S2. Namun jumlahnya sangat tidak seimbang yaitu :

SMP    : 100 orang
SMA    : 700 orang
DIII     : 180 orang
S1        : 10 orang
S2        : 10 orang

Jumlah karyawan yang berpendidikan S1 dan S2 ini sangat tidak seimbang (terlalu kecil dibandingkan dengan strata yang lain) sehingga dua kelompok ini seluruhnya ditetapkan sebagai sampel

Cluster Sampling

Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

Contoh :

Peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut :

Tahap Pertama adalah menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan secara acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.

Tahap kedua. Mengambil sampel SMU di tingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi. Karena provinsi terdiri dari Kabupaten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai sampel (disebut Kabupaten Sampel), dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / Desa yang akan dijadikan sampel. Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yang dijadikan sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan.

2. Non Probabilty Sampel

Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.

Sampling Kuota,

Adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru. Jumlah Sekolah adalah 10, maka sampel kuota dapat ditetapkan masing-masing 10 siswa per sekolah.

Sampling Insidential,

Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.

Misalnya penelitian tentang kepuasan pelanggan pada pelayanan Mall A. Sampel ditentukan berdasarkan ciri-ciri usia di atas 15 tahun dan baru pernah ke Mall A tersebut, maka siapa saja yang kebetulan bertemu di depan Mall A dengan peneliti (yang berusia di atas 15 tahun) akan dijadikan sampel.

Sampling Purposive,

Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.

Sampling Jenuh,

Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Saya sendiri lebih senang menyebutnya total sampling.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru di SMA XXX Jakarta. Karena jumlah guru hanya 35, maka seluruh guru dijadikan sampel penelitian.

Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju (seperti Multi Level Marketing….). Misalnya akan dilakukan penelitian tentang pola peredaran narkoba di wilayah A. Sampel mula-mula adalah 5 orang Napi, kemudian terus berkembang pada pihak-pihak lain sehingga sampel atau responden teruuus berkembang sampai ditemukannya informasi yang menyeluruh atas permasalahan yang diteliti.

Teknik ini juga lebih cocok untuk penelitian kualitatif.

C. Yang perlu diperhatikan dalam Penentuan Ukuran Sampel

Ada dua hal yang menjadi pertimbannga dalam menentukan ukuran sample. Pertama ketelitian (presisi) dan kedua adalah keyakinan (confidence).

Ketelitian mengacu pada seberapa dekat taksiran sampel dengan karakteristik populasi. Keyakinan adaah fungsi dari kisaran variabilitas dalam distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel. Variabilitas ini disebut dengan standar error, disimbolkan dengan S-x

Semakin dekat kita menginginkan hasil sampel yang dapat mewakili karakteristik populasi, maka semakin tinggi ketelitian yang kita perlukan. Semakin tinggi ketelitian, maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan, terutama jika variabilitas dalam populasi tersebut besar.

Sedangkan keyakinan menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita benar-benar berlaku bagi populasi. Tingkat keyakinan dapat membentang dari 0 – 100%. Keyakinan 95% adalah tingkat lazim yang digunakan pada penelitian sosial / bisnis. Makna dari keyakinan 95% (alpha 0.05) ini adalah “setidaknya ada 95 dari 100, taksiran sampel akan mencerminkan populasi yang sebenarnya”.

D. KESIMPULAN :

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari penelitian. Dengan kata lain, sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi.

REVISI TULISAN

Saya merevisi teknik sampling, dan memasukkan teknik sistematis ke dalam probability sampling berdasarkan rujukan buku Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Beberapa Teknik Penentuan Ukuran Sampel Lainnya

Baca juga

Dirangkum dari :

Arikunto Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, edisi revisi 2010. Jakarta : Rineka Cipta

Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administasi. Bandung : Alvabeta.

About these ads

Posted on January 24, 2010, in METODOLOGI PENELITIAN and tagged . Bookmark the permalink. 542 Comments.

  1. met malam pak,
    sy mau tax jika populasi yg z teliti 18 orng guru dlam 1 sekolah, kmudian sy mngambil sampel hanya 1 orng guru, karena brkaitan dngan pnelitian sy yaitu pada guru PKN, berhubung guru pkn trsbut hanya 1 orng maka hanya it yg sy jadikan sampel,
    yg sy tanyakan kira2 tehnik sampling apa yg sy hrus pakai pak?
    Mohon jawabanya
    makasih sblumnya.

  2. assalamualaikum

    pak, saya mahasiswa pertanian
    penelitian saya menggunakan metode survei. teknik pengambilan sampelnya secara acak.
    saya mau tanya, untuk menentukan jumlah sampel, berapa persen dari populasi tanaman ya pak?
    contoh :
    pada lahan terdapat 800 tanaman kakao. brapa persen jumlah sampelnya pak?
    apakah 10% dari jumlah populasi tanaman kakao sudah mewakili seluruh tanaman?

    mohon d bantu pak

  3. untuk apa ada nilai tolerir 5%, 10%, 15%?
    mengapa ada nilai tersebut. mohon penjelasannya..
    trima kasih….

  4. kalo populasi nya 1247 mau ambil sample 30 orang an gimana yaa? pake metode sample apa?

  5. asslm,,
    saya mau bertanya tentang teknik sampling jenuh pak
    populasinya kurang dari 100 orang maka seluruh diambil jadi sampel
    boleh tau buku yg membahas ttg ini pak??
    karena di diktat saya baca kurang dari 30 org

    trims before

    • kalimat lengkapnya seperti ini : (Arikunto, 2005:95)
      “jika peneliti mempunyai beberapa ratus subjek dalam populasi, mereka dapat menentukan kurang lebih 25-30% dari jumlah tersebut. Jika jumlah anggota subjek populasi 100 hingga 150 orang, dan pengumpulan data menggunakan angket, sebaiknya subjek diambil seluruhnya. Jika menggunakan teknik wawancara dan observasi, jumlah tersebut dapat dikurangi…dst”
      perhatikan kata “jika”…

      Arikunto Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

      Thanks

  6. malem pak,, terima ksih atas contoh2nya,, sangat membatu sya,, tapi kenapa rumus slovin? kenapa tidak yang lain? cochran? isaac and michael? makasi,, #sya jga ingin mendapatkan penjelasan ttg rumus2 mereka,, makasi

  7. assalamu’alaikum..
    pak saya sedang menyusun proposal KTI. saya bingung mau ambilnya,,saya meneliti tentang menstruasi d smp. siswanya ad yang sudah menstruasi dan belum menstruasi,terus saya pakai sampel ap pak ? kalau pakai Proportionate Stratified Random Sampling benar/salah pak ?
    terimakasih.wassalam.

    • disesuaikan dengan tujuan penelitiannya mbak…
      kalo penelitiannya ingin mengobservasi kelompok siswi yang sudah menstruasi..maka jelas itulah populasi sasarannya..hitung besaran populasinya lalu tentukan teknik samplingnya…
      Thanks

  8. aslmu alaikum
    pak., saya msh bingung soal sampel.. saya sedang meniliti minat mahasiswa trhadap perbankan.. saya meneliti Fakultas Ekonomi yang masih aktif sebanyak 5055 orang, dimana jurusan mahasiswa Manajemen 2419 orng , Akuntansi 2109 orang dan Ilmu Ekonomi berjumlah 527 orang. kalo menggunakan hitung2an atau tabel sampel, sampel yg hrus saya ambil paling tidak 250an lbh… kalo saya cuman ambil 100 responden aja bs tidak pak? dengan metode purposive sampling.. klo bisa, alasannya apa…
    soalnya saya liat skripsi2 sebelumnya dengan meneliti mahasiswa yg sama, dya cmn ambil 60 sampel dengan metode purposive sampel.. selain itu saya melihat skripsi yg lain, meniliti masyarakat dengan teknik cluster, dimana masyarakat berjumlah ratusan ribu( sudah tau psti jumlah populasi), dya cmn ambil 130 responden..
    mohon bantuannya pak.. jika bisa membantu, bls lwt email aja pak.. m.hendratmoko@yahoo.co.id
    terimakasih sebelumnya…

  9. pak, saya sedang mengerjakan skripsi tntang penelitian deskriptif menyangkut pasien di rumah sakit.
    populasi nya 80 orang, setelah dilihat inklusi dan eksklusi nya sample nya ada 18 orang, itu sudah termasuk batas minimal sample pak?
    kira2 buku apa ya yg menyebutkan bahwa batas sample minimal itu 10 % dari populasi, mungkin bapak bisa memberikan rekomendasi buku tntang masalah saya pak?
    terimakasih

  10. siang pak…..
    dalam menentuan jumlah sampel saya menggunakan rumus slovin, yang saya mw tanya…. apakah ada presisi yang diatas 0,20?

  11. Selamat Sore pak .. saya mau menanyakan tentang besarnya sample yang saya harus digunakan dan cara menghitungnnya , penelitian yang saya ingin lakukan adalah tentang brand equity dari tanjung lesung , dan responennya adalah warga jakarta yang sudah pernah wisata ketanjung lesung , terima kasih

  12. Siang, Pak.. Saya juga mau bertanya.. bila saya hendak melakukan penelitian dengan populasi seluruh customer/pengunjung (seluruh )Giant di Jakarta, maka bagaimana cara menentukan samplenya ya, Pak? saya akan mengolah datanya dengan LISREL. Terimakasih banyak atas bantuannya.

  13. Ass.wr.wb
    Pak,,saya akan melakukan penelitian tentang sistem pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat disuatu desa yg terbagi menjadi 14 RT..Populasi nya 4474 org (dng responden pejabat kelurahan,ketua Rt,tokoh masyarakat,LSM,dan warga sekitar) untuk menentukan jumlah sampel nya sy ingin menggunakan rumus slovin,,tp sy bingung cr perhitungannya..dr contoh diatas hasil 95,23 itu bgm cr perhitungannya pak ? Lalu teknik sampel yg bgm yg cocok untuk penelitian sy..Mohon penjelasannya pak lewat email,terimakasih atas bantuannya..

  14. pak saya akan melakukan penelitian kesehatan populasi saya pengunjung poliklinik dalam kurun waktu satu minggu dengan penyakit X, dosen saya menghendaki pengambilan sampelnya dengan probability jadi tidak mungkin saya menggunakan accidental , desain saya cross sectional,.bagaimana mendapatkan sampelnya dengan rumus apa dan sumbernya? trimakasih bantuannya.

    • Cara pertama
      ambil aja semuanya selama 7 hari…
      setelah terkumpul..barulah pake teknik simple random sampling…diacak mana yang akan digunakan sebagai subjek..
      memang tidak lazim..tapi untuk penelitian seperti itu..susah untuk menerapkan metode probability karena di awal sudah dibatasi “7 hari” + “penyakit X”

      Cara kedua
      Pake metode sistematis. Ambil sampel urutan tertentu (misal pasien 1, 3, 5, dst)…

      Thanks

  15. asslkm…. pak saya ingin bertanya skrg saya lgi sbuk nyusun skripsi. tpi saya lgi bingung untuk menentukan sampel dalam penelitian saya. krn dsini populahi yg sya ambil jumlh siswa 281. dan saya mengambil hanya 1 kelas yg jumlah siswa nya hanya 29 siswa. apakah bisa jika saya mengambil penelitian ini dengan menggunakan Random sampling atau sampel kelas. yang co2k buat propsl sya. sya mhon penjelasannya ya pak. sebelum dan sesudahnya saya ucpkan terima kasih.

  16. assalamualaikum pak…
    begini sy mw meneliti 10 populasi trz rumus ap yang harus saya pakai…?????

  17. assalamualaikum..
    Pak, saya mau tanya. saya melakukan penelitian di 5 SMA di kota saya, tetapi penelitian saya ini hanya merujuk pada kelas II SMA saja. setelah saya menggunakan rumus slovin saya mendapatkan 286 sampel.
    saya juga menggunakan cluster sampling, rumus apa ya pak yg cocok digunakan agar sampel disetiap sekolah sesuai dengan proporsinya? tlg reply ke email pak.
    terima kasih.
    wassalam

  18. Kalau sy ingin meneliti kandungan dlm krim x yg d jual bebas d pasaran. brp sampel min yg harus sy ambil agar hasilnya representatif?

    • ini populasinya 1 merk or banyak merk…
      jika 1 merk…mengambil 30 sampel acak dari berbagai lokasi menurut saya cukup..
      jika banyak merk…ambil 15 merk..dan masing-masing diambil di 2 lokasi…

      thanks

  19. pagiii pak…
    saya ingin tanya sm sprti yang prnh d tnyain d atas pak tentang presisi 10%…

    ada yg menyebutkan bhwa untk pnelitian sosial presisinya 10%..alsannya knp ya pak???populasi sy data wajib pajak sebesar 77.880..
    sya bngung kalau ditnya dosen alasan sy mengambil 10%, krn 10% akan membaut data kurang valid dibndingkan 5%..kalo sy menjwb itu trgntung pd biaya dan waktu, spertinya kurang teoritis..apakah ada jwbn yg sekiranya lbh teori ketimbang krena dana, waktu, dan tenaga pak?

    mohon bantuannya ya pak

    terimakasihh…

  20. asslkm, pak.. saya skrg lg penelitian,jumlah populasi 600 org,
    Untuk menghitungbesar sampel minimal pada penelitian ini,maka digunakan rumus uji hipotesis beda proporsi dua sisi ( Lameshow et,al, 1997), dengan dasar perhitungan pada tingkat kepercayaan 95% dan dengan kekuatan uji sebesar 90%. Rumusnya :
    N= {Z1-α/2 √2P (1-P) + Z1-ß√P1(1-P1) + P2 (1-P2)}²
    ( P₁ – P₂ )²
    tolong pak diberikan contoh penghitungan rumus di atas dari sebuah kasus, mohon dbls via email pak. terima kasih sebelumnya..

  21. Selamat malam pak..
    Saya mahasiswi sedang dalam masa skripsi, saya mau tanya bagaimana cara menentukan jumlah sampel jika kasusnya ingin mengetahui persentase seberapa banyak orang di Indonesia yang mengenal rumah makan X . Populasinya masyarakat Indonesia, harus menggunakan rumus yang mana ya pak, terimakasih..

    salam,
    mira.benissa@yahoo.com

  22. pak, saya sedang melakukan survey NPS. sasarannya utk SMP, SMA dan mahasiswa. apakah populasinya digabung jadi satu atau dipisahkan antara SMP, SMA dan mahasiswa? kalau disatukan, say menggunakan teknik apa pak? dan bagaimana caranya pak? terima kasih pak

  23. gimna cra menentukan sampel

  24. selamat pagi pak…. :)
    saya mw bertanya mengenai alasan kenapa menggunkaan sample 30 sebagai batas minimal?

  25. Assalamualaikum pak,,
    pak,, saya sedang dalam proses skripsi..
    populasi saya adalah penumpang bus X..
    karena populasinya tidak terbatas maka saya mengambil rumus dari buku Y. Slamet untuk populasi tidak terbatas sebesar 96,04 saya bulatkan menjadi 100 responden..
    Jumlah armada busnya hanya 15..
    saya berencana mengambil sampel dari 15 bus itu semua.. jadi setiap bus ada yang 6 atau 7 orang sehingga sampelnya bisa representatif..
    nah yg mau saya tanyakan..
    bisa tidak pengambilan sampel dengan cara seperti itu? Lalu nama teknik samplingnya apa?
    Maaf saya bingung sekali pak..
    jawaban bapak sangat berguna sekali untuk saya..
    terima kasih pak..
    Wassalamualaikum..
    email : meita.dk@gmail.com

  26. assalamualaikum. pak sya mo nya sya baca skripsi dengan menggunkn rumus slivin memakai taraf kesalahan 10% disitu dkatakan populasinya 500 kemudian dengan menggunakan rumus slovin tadi ditentukan sampelya 50 itu cara mendpatkn sampel bagaimana cara mghitungya ko’ diperoleh 50 sampel. trima kasih pak ats jwabannya

  27. saya mw tanya untuk pnentuan presisi 10%..
    ada yg menyebutkan bhwa untk pnelitian sosial presisinya 10%..alsannya knp ya pak???populasi sy ckp sekitar 1000..
    sya bngung jikalau ditnya dosen alasan sy mengambil 10%, krn 10% akan membaut data kurang valid dibndingkan 5%..kalo sy menjwb itu trgntung pd biaya dan waktu, spertinya kurang teoritis..apakah ada jwbn yg sekiranya lbh teori ketimbang krena dana, waktu, dan tenaga pak?
    terimakasihh…

  28. ass…mau tanya. Saya lg mau bikin penelitian ttg effektiitas suatu metode pengajaran,populasi yang sy pny cm dua kelas,msg2 kelas jmlh siswanya 25 orang. Kira2 bs dipakai penelitian ndak pak?nama tekniknya apa kalo begitu?terus jmlh populasi segitu kira2 terlalu kecil apa nggak pak?trims sebelumnya

    • penelitian eksperimen : desain dua kelompok
      ada banyak model desain penelitiannya…static group, nonrandomized pretest-posttesst control group design, randomized two-group design (pottest only), dst,..
      Untuk penelitian eksperimen, jumlah masing-masing kelompok minimal 10 s/d 20 (Roscoe, 1982). Jadi udah memenuhi kok jumlah segitu..
      Teknik analisisnya adalah uji beda dua sampel independen..

  29. pak, diatas kan dikatakan semakin besar jumlah sampel,semakin kecil tingkat kesalahan. kenapa setiap penelitian rata-rata mengambil tingkat kesalahan 5%, kenapa tidak 1%??

    • maksudnya gini..
      sampel itu adalah representasi dari populasi..sehingga semakin mendekati populasi maka jelas semakin kecil kemungkinan kesalahan sampel untuk menggambarkan populasi…
      mengenai margin error…penelitian sosial memang membatasi pada 5%..kalo kamu berniat pake 1%..justru lebih bagus…prinsipnya error semakin kecil ya semakin bagus…

      thanks

      thanks

  30. terima kasih atas bantuan dan penjelasan nya

  31. maaf pak,, saya sekarang dalam proses penyelesaian skripsi,, saya mengambil jenis penelitian korelasi dengan teknik purposive sampling dengan sampel 30 orang,,, yang saya ingin tanyakan apakah ada teori yang mengatakan berapa sabaiknya jumlah sampel dalam penelitian purposive sampling????

  32. Mas saya dengan melakukan penelitian dengan judul Pengaruh kualitas Pelayanan terhadap realisasi pajak bumi dan bangunan. .dengan jumlah populasi 9771. .
    untuk menentukan sampel bisa minta bantuannya berapa kira-kira yang pas, kemudian teknik sampling yang digunakan apa. .
    mengingat waktu yang dibutuhkan terbatas,sehingga saya bingung masalah sampenya. .mohon bantuannya melalui email
    nomo.chrome@ymail.com

  33. assallamuallaikum pak,,
    saya mau nanya,,
    gimana y teknik penarikan sampel dengan menggunakan cluster sampling ?
    saya menggunakan perusahaan BEI..

    • @friska. Googling artikel ini yah..
      lengkap bahasannya
      Saifuddin Ahmed. Methods in Sample Surveys : Cluster Sampling

      @Lucy.
      Mohon maaf buku dimaksud belum ada di kepustakaan saya

  34. aslkm.. pak saya sekarang sedang melakukan penelitian dan saya butuh referensi untuk teori penentuan jumlah sampel menurut Sudjana dan Suparmoko.. Saya sangat membutuhkan itu. Kiranya bapak bisa membantu. Terimakasih.

  35. Pak mu tanya.. Sumber2 nya dari mana yahh..? “pustaka”

    trimakasih..

  36. mo tanya ni bang, rumus pentuan jumlah sample kan banyak. ada alasan khusus gk kenapa kita memilih rumus ini, bukan rumus yg lain, sperti T-yamane, cohran, dll..?

  37. Sore pak, jika saya tidak memiliki data dari jumlah populasi saya, berapa jumlah minimal responden yang harus saya jadikan sampel penelitian. Penelitian saya merupakan studi deskrptif dengan menggunakan kuesioner. Teknik sampling saya adalah nonprobablity purposive sampling. Ditunggu jawabnya pak. Akan lebih baik via email pak. :)

    Salam,

    Anton

  38. makasih pa,sangat membantu saya sekali….

  39. maaf mas..saya lagi tulis tesis dengan judul pengaruh kepemimpinan dan pelatihan terhadap kinerja karyawan dalam upaya meningkatkan pelayanan dengan motivasi sebagai variabel intervening…X1-kepemimpinan, X2-Pelatihan, X3-Motivasi, Y-Kinerja Karyawan….tapi ada permasalahan untuk teknik analisis data, karena jenis dan jumlah sampel x dan y berbeda…x(x1,x2,x3)=karyawan-jumlah sampel 40..dan y=mahasiswa-jumlah sampel 139…nah bagaimana solusi untuk permasalahan tersebut…mohon pencerahan mas…rg_ekuitas@yahoo.com

    • gak bisa disetting seperti itu pak…
      sederhananya gini…(A adalah contoh nama karyawan..)
      kepemimpinan, pelatihan dan motivasi si A harus dipadankan dengan kinerja si A pula…
      yang ngisi bisa atasannya atau pendapat orang lain..
      jika mahasiswa yang diminta untuk mengisi artinya mereka juga dikelompokkan untuk mengisi kinerja si A, si B, C, dst..

      Thanks

      • maaf mas…variabel kinerja disini yaitu kinerja pelayanan bagian administrasi akademik…ok…simpelnya gini..saya mau bertanya bagaimana caranya menghitung korelasi jika sampel x 40 dan y 139?

        • jika menggunakan korelasi PPM maka disebutkan bahwa “data yang dihubungkan mempunyai pasangan yang sama sesuai dengan subjek yang sama..”
          Solusi terbaiknya ya pake nonparametrik…tapi itupun data yang ada harus dirubah terlebih dahulu..

          lewat email aja pak…
          thanks

  40. pak penelitian saya tentang hubungan korelasional. total subjek saya ada 153 siswa di lima kelas. saya menggunakan 2 kelas sebagai ujicoba dan 3 kelas sebagai subjek penelitian. apakah teknik sampel yang saya gunakan termasuk sampel jenuh???

  41. pak, saya sedang bikin skripsi, teknik analisisnya menggunakan analisis jalur. metode pengumpulan datanya dg kuesioner
    objek penelitian saya perusahaan manufaktur di Surabaya, karena terlalu banyak dan sulit akhirnya saya memilih salah satu industri dengan sampel sekitar 40-an
    berapa minimum sampel yang bisa saya gunakan ya pak?
    terima kasih banyak

  42. Salam sejahtera :)
    Sedikit ingin bertanya tentang rumus Slovin pak,misalkan data real populasi yang saya miliki hanya sebesar 13 populasi,apabila saya menggunakan rumus tersebut dalam menentukan apakah hasilnya akan akurat?saya sedikit bingung dalam menggunakan metode yang tepat untuk populasi dalam skala kecil.

    Regards

    • 13 ??..kalo saya sih ambil semua untuk populasi segitu…
      ini penelitian kualitatif kan ??

      • Terima kasih atas tanggapannya pak.
        Saya menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk jawaban kuisoner yang dikuantitatifkan pak.
        13 Populasi yang saya bicarakan disini adalah jumlah populasi perusahaan yang menggunakan jasa pelayanan darat,kalau begitu saya menentukan penentuan dan distribusi angket sampel responden sama dengan 13 atau bisa lebih pak misalnya menjadi 30 responden?
        Kalau misalkan bisa lebih bagaimana perhitungannya pak?

        • ooo..jika seperti itu lebih tepat anda menggunakan cluster…
          Rincian perhitungannya bisa anda cari dengan keyword “Saifuddin Ahmed. Methods in Sample Surveys : Cluster Sampling” di google

          thanks

  43. Pak, itu kan ada tingkat kesalahan yang dikehendaki, ada 5%, 10%. Nah yg saya mo tanyakan, cara menentukan tingkat kesalahan yg dikehendaki itu bgmn? Trma ksh..

  44. Saat ini saya sedang penelitian tentang pengembangan komoditas rumput laut di suatu kabupaten dengan keluaran akhir berupa strategi pengembangan dengan analisis SWOT. Saya memakai metode dasar survey secara purposive. Salah satu aspek yang saya amati adalah aspek kelayakan finansial dimana pada masing-masing dusun saya ingin melihat tingkat kelayakan unit usaha yang sudah maju tetapi sekaligus juga ingin melihat tingkat kelayakan rata-rata pada setiap dusun. Objek penelitian terletak di dua kecamatan sebut saja A dan B. Di kecamatan A terdapat dua desa sebut saja A1 dan A2 sedang di Kecamatan B hanya satu Desa dan satu dusun yang dijadikan objek. Pada Desa A1 terdapat dua dusun desa A2 terdapat 4 dusun. Sehingga total dusun adalah 7. Karakteristrik responden boleh dikatakan sama hanya berbeda dari sisi produksi. Perlu saya tambahkan bahwa jumlah pembudidaya pada masing-masing dusun selalu berubah-ubah karena adanya pembudidaya musiman atau pembudidaya yang menghentikan sementara kegiatan usahanya.
    Pertanyaan saya adalah :
    1. Apakah dengan memakai teknik quota sampling pada analisis aspek finansial bisa menjawab tujuan antara (kelayakan usaha) dan tujuan akhir (strategi pengembangan) yang ingin saya capai ? Kalau tidak mohon bantuannya bagaimana seharusnya ?
    2. Apakah benar bahwa teknik quota sampling tidak bias dijadikan sebagai alat generalisasi mengingat bahwa gambaran kondisi finansial di masing-masing dusun akan saya masukkan sebgai komponen dalam analisis SWOT ?
    3. Apa beda antara purposive dan quota sampling ?
    Terima kasih mohon maaf kalau pertanyaan saya terlalu panjang…sekiranya terlalu panjang untuk dijawab mohon di e_mail saja…Sekali lagi terima kasih dan salam sukses selalu…
    E_mail : roby_pm@yahoo.co.id

  45. Assalamualaikum pak.
    sy menggunakan random sampling pada pemilihan sampel sy, kalau sy gunakan rumus slovin dan ternyata pada saat di lapangan nanti ternyata jumlah sampelnya tidak sesuai dengan jumlah sampel yang sy ambil dengan sistem undi, itu bagaimana pak? sy bingung sebetulnya kaitan rumus slovin dengan sistem undi pada random sampling itu apa ya pak?
    mohon bantuannya.
    terima kasih.

  46. kalau pengen menghitung lebih baik memilih yang efektif dan efesien

  47. Asslm…..
    pak, tlong jelaskan cara menghitung teori slovin tsb pak….
    maaf, msih bingung…

    trima kasih..

    • walaikum.slm
      itu kan ada contohnya mas…
      n = n/N(d)2 + 1
      n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.
      Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :
      N = 125 / 125 (0,05)^2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95

      thanks

  48. Assalamu’alaikum Wr. Wb. pak mau tahu contoh perhitungan penetuan sampel menurut Isaac & Michael yang benar gmn ya?
    soalnya udah sy hitung sendiri hasilnya beda dengan tabel! Dosen sy minta pembuktiannya, tolong!!

  49. assalamualaikum pak,,,
    pak itu perhitungan yang dicontohkan koq nilai nya aneh ya pak??????????
    misal perhitungan yg ini 15 / 125 x 95 = 11,4 dibulatkan 11
    kalo diitung lg kan 125 x 95 = 11875..trus angka tersebut dijadikan pembagi dengan angka 15,,jadinya kan 15 / 11875,masa hasilnya 11,4 sih pak???

  50. ass, wr,wb
    pak, kalo tau mengenai NPS ( net promoter score)
    tlong bantu saya dgn artikel atau apa saja mngenai NPS, k jakadonny@ymail.com
    trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: