POPULASI DAN SAMPEL

Oleh : Hendry

A. Definisi

Populasi adalah wilayah generalisasi berupa subjek atau objek yang diteliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulan. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti.

Dengan kata lain, sampel merupakan sebagian atau bertindak sebagai perwakilan dari populasi sehingga hasil penelitian yang berhasil diperoleh dari sampel dapat digeneralisasikan pada populasi.

Penarikan sampel diperlukan jika populasi yang diambil sangat besar, dan peneliti memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh populasi maka peneliti perlu mendefinisikan populasi target dan populasi terjangkau baru kemudian menentukan jumlah sampel dan teknik sampling yang digunakan.

B. Ukuran Sampel

Untuk menentukan sampel dari populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel yang dikembangkan para ahli.  Secara umum, untuk penelitian korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah 30, sedangkan dalam penelitian eksperimen jumlah sampel minimum 15 dari masing-masing kelompok dan untuk penelitian survey jumlah sampel minimum adalah 100.

Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :

  1.  Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
  2. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
  3. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
  4. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20

Besaran atau ukuran sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)

n = N/N(d)2 + 1

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

3. Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael

Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.

C. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang secara umum terbagi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Dalam pengambilan sampel cara probabilitas besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui. Sedangkan dalam pengambilan sampel dengan cara nonprobability besarnya peluang elemen untuk ditentukan sebagai sampel tidak diketahui. Menurut Sekaran (2006), desain pengambilan sampel dengan cara probabilitas jika representasi sampel adalah penting dalam rangka generalisasi lebih luas. Bila waktu atau faktor lainnya, dan masalah generalisasi tidak diperlukan, maka cara nonprobability biasanya yang digunakan.

1. Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling

Simple random sampling

Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.

Misalnya :

Populasi adalah siswa SD Negeri XX Jakarta yang berjumlah 500 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan Tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan adalah sebesar 5% sehingga jumlah sampel ditentukan sebesar 205.

Jumlah sampel 205 ini selanjutnya diambil secara acak tanpa memperhatikan kelas, usia dan jenis kelamin.

Sampling Sistematis

Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.

Contohnya :

Akan diambil sampel dari populasi karyawan yang berjumlah 125. Karyawan ini diurutkan dari 1 – 125 berdasarkan absensi. Peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor genap (2, 4, 6, dst) atau nomor ganjil (1, 2, 3, dst), atau bisa juga mengambil nomor kelipatan (2, 4, 8, 16, dst)

Proportionate Stratified Random Sampling

Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi.

Misalnya, populasi adalah karyawan PT. XYZ berjumlah 125. Dengan rumus Slovin (lihat contoh di atas) dan tingkat kesalahan 5% diperoleh besar sampel adalah 95. Populasi sendiri terbagi ke dalam tiga bagian (marketing, produksi dan penjualan) yang masing-masing berjumlah :

Marketing       : 15
Produksi         : 75
Penjualan       : 35

Maka jumlah sample yang diambil berdasarkan masing-masinng bagian tersebut ditentukan kembali dengan rumus n = (populasi kelas / jml populasi keseluruhan) x jumlah sampel yang ditentukan

Marketing       : 15 / 125 x 95            = 11,4 dibulatkan 11
Produksi         : 75 / 125 x 95            = 57
Penjualan       : 35 / 125 x 95            = 26.6 dibulatkan 27

Sehingga dari keseluruhan sample kelas tersebut adalah 11 + 57 + 27 = 95 sampel.

Teknik ini umumnya digunakan pada populasi yang diteliti adalah keterogen (tidak sejenis) yang dalam hal ini berbeda dalam hal bidangkerja sehingga besaran sampel pada masing-masing strata atau kelompok diambil secara proporsional untuk memperoleh

Disproportionate Stratified Random Sampling

Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi. Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya.

Misalnya, populasi karyawan PT. XYZ berjumlah 1000 orang yang berstrata berdasarkan tingkat pendidikan SMP, SMA, DIII, S1 dan S2. Namun jumlahnya sangat tidak seimbang yaitu :

SMP    : 100 orang
SMA    : 700 orang
DIII     : 180 orang
S1        : 10 orang
S2        : 10 orang

Jumlah karyawan yang berpendidikan S1 dan S2 ini sangat tidak seimbang (terlalu kecil dibandingkan dengan strata yang lain) sehingga dua kelompok ini seluruhnya ditetapkan sebagai sampel

Cluster Sampling

Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

Contoh :

Peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut :

Tahap Pertama adalah menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan secara acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.

Tahap kedua. Mengambil sampel SMU di tingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi. Karena provinsi terdiri dari Kabupaten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai sampel (disebut Kabupaten Sampel), dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / Desa yang akan dijadikan sampel. Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yang dijadikan sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan.

2. Non Probabilty Sampel

Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.

Sampling Kuota,

Adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru. Jumlah Sekolah adalah 10, maka sampel kuota dapat ditetapkan masing-masing 10 siswa per sekolah.

Sampling Insidential,

Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.

Misalnya penelitian tentang kepuasan pelanggan pada pelayanan Mall A. Sampel ditentukan berdasarkan ciri-ciri usia di atas 15 tahun dan baru pernah ke Mall A tersebut, maka siapa saja yang kebetulan bertemu di depan Mall A dengan peneliti (yang berusia di atas 15 tahun) akan dijadikan sampel.

Sampling Purposive,

Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.

Sampling Jenuh,

Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Saya sendiri lebih senang menyebutnya total sampling.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru di SMA XXX Jakarta. Karena jumlah guru hanya 35, maka seluruh guru dijadikan sampel penelitian.

Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju (seperti Multi Level Marketing….). Misalnya akan dilakukan penelitian tentang pola peredaran narkoba di wilayah A. Sampel mula-mula adalah 5 orang Napi, kemudian terus berkembang pada pihak-pihak lain sehingga sampel atau responden teruuus berkembang sampai ditemukannya informasi yang menyeluruh atas permasalahan yang diteliti.

Teknik ini juga lebih cocok untuk penelitian kualitatif.

C. Yang perlu diperhatikan dalam Penentuan Ukuran Sampel

Ada dua hal yang menjadi pertimbannga dalam menentukan ukuran sample. Pertama ketelitian (presisi) dan kedua adalah keyakinan (confidence).

Ketelitian mengacu pada seberapa dekat taksiran sampel dengan karakteristik populasi. Keyakinan adaah fungsi dari kisaran variabilitas dalam distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel. Variabilitas ini disebut dengan standar error, disimbolkan dengan S-x

Semakin dekat kita menginginkan hasil sampel yang dapat mewakili karakteristik populasi, maka semakin tinggi ketelitian yang kita perlukan. Semakin tinggi ketelitian, maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan, terutama jika variabilitas dalam populasi tersebut besar.

Sedangkan keyakinan menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita benar-benar berlaku bagi populasi. Tingkat keyakinan dapat membentang dari 0 – 100%. Keyakinan 95% adalah tingkat lazim yang digunakan pada penelitian sosial / bisnis. Makna dari keyakinan 95% (alpha 0.05) ini adalah “setidaknya ada 95 dari 100, taksiran sampel akan mencerminkan populasi yang sebenarnya”.

D. KESIMPULAN :

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari penelitian. Dengan kata lain, sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi.

REVISI TULISAN

Saya merevisi teknik sampling, dan memasukkan teknik sistematis ke dalam probability sampling berdasarkan rujukan buku Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Beberapa Teknik Penentuan Ukuran Sampel Lainnya

Baca juga

Dirangkum dari :

Arikunto Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, edisi revisi 2010. Jakarta : Rineka Cipta

Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administasi. Bandung : Alvabeta.

About these ads

Posted on January 24, 2010, in METODOLOGI PENELITIAN and tagged . Bookmark the permalink. 548 Comments.

  1. Pak pada skripsi saya mempunyai 113 karyawan tetap, berapa kira2 akan diambil sampelnya, dan memakai rumus apa, judul skripsi saya yaitu : PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADA KINERJA KARYAWAN TAMBANG BATUBARA PADA PT. NAN RIANG DI KAB. BATANG HARI.

    • ada banyak pilihan penentuan jumlah sampel…bisa pake formula slovin, pake tabel Isaac n Michael or Krejcie dan morgan..semuanya udah saya berikan di artikel atas..
      thanks

  2. as.wr.wb
    pak saya sedang menyusun TA yg mengukur tentang kualitas pelayanan perusahaan farmasi untuk para distributor,dan populasi dari distributor itu sendiri hanya ada 12. apakah ada teori yg mendukung atau memperbolehkan penelitian dg menggunakan populasi yg sedikit?

    mohon jawabannya, terimakasih pak.

    • jelas boleh…
      penelitian kualitatif or deskriptif yang menggunakan metode wawancara kadang hanya punya 5 – 10 responden saja…
      thanks

      • Ass…wr…wb… Pak, saya sedang menyusun proposal skripsi, saya bingung Pak menentukan sampelnya menggunakan teori, saya memilih populasi nya adalah seluruh mahasiswa/i di fakultas saya, dan berjumlah lebih kurang 1000 orang. Saya hanya memilih 2 kelas untuk dijadikan sampel dengan total 80 orang, atau 40 dalam 1 kelas…bisakah itu saya jadikan sampel karena saya melakukan penelitian eksperimen dan memakai uji ANOVA ? Adakah teori yang mendukung ?…thanks Pak…

    • maaf mengganggu pak, kalau jumlah populasi terjangkau 397 dari 20 sampel hasil persen’y mendapatkan 5,03%… saya mw nanya teori yg menyatakan 5-10% itu ada tidak sih..?? kalo ada teori’y siapa ya pak?? mohon bantu jawaban’y ya pak… trima kasih sbelumnya

      • saya tidak menemukan ada pendapat yang menyatakan demikian…(5 – 10%)
        btw..bukan masalah persennya…tapi cara mengambil sampelnya…coba perhatikan berapa ukuran sampel yang digunakan survey2 itu..berkisar antara 1000 – 1500…dan itu “diklaim” mewakili jutaan penduduk..

  3. Assalamu alaikum,,,,,,,,pak mau tanya saya lg mau meneliti,,,,,,tp pke metode purposive sampling sedang saya belum tau apa sebenarnya itu metode purposive sampling tolong di jelaskan

    • purposive itu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (masuk dalam nonprobability sampling). contoh ingin meneliti tentang kecelakaan pesawat XXX, maka responden yang diambil jelas berdasarkan pertimbangan tertentu misal..”pakar penerbangan”, “pakar mesin” dst

  4. pak, saya peneltian populasi 80 sisiwi, teknik purposive sampling. gmn cara menghitung besar sampelnya, terimakasih.

  5. Pak mau tanya,kalau populasi saya disekolah yg saya pake buat penelitian itu 160 apakah harus sy ambil smua utk sampel ato tdk?kalau pake sampel brp sampelnya pak?trs teknik pengambilan sampelnya apa?kalau populasi=sampel saya harus uji instrumen disekolah yg beda itu kesamaan apa yg harus diperhatikan?thx.mohon referensinya jg

    • tidak perlu diambil semua…
      gunakan tabel penentuan sampel or formula slovin, dan ditentukan secara simple random…
      untuk ujicoba…bisa gunakan responden yang sama…
      Untuk sampel dari luar…saya tidak bisa menetapkan kesamaan apanya…karena tidak tau penelitian anda tentang apa

  6. askum, pak mw nanya ttg tabel r untuk uji validitas, untuk memilih derajat signifikansinya 5% atw 1 % itu gmna pak, pertimbangnnya apa, terus kok ada r tabel satu arah dan dua arah maksudnya apa?

  7. Saya ingin meneliti efektivitas software “a” untuk mahasiswa fakultas “x” di universitas “y” yang mempunyai handphone android.
    Karena saya tidak tahu jumlah mahasiswa yg mempunyai hp android maka jumlah populasi belum diketahui,
    Sebaiknya saya menggunakan metode sampling apa? terimakasih.

  8. Pak bagaimana cara untuk menentukan populasi yang tepat untuk penelitian

    • tentukan apakah penelitiannya untuk digeneralisasi or gak ?
      hitung waktu pengumpulan data apakah cukup or gak ?
      dan sesuaikan dengan tujuan penelitian itu sendiri

  9. assalamualikum…
    pak saya mau tanya….pnelitian saya adlah smua Sekolah Dasar disuatu kecamatan,,cara pengambilan sampelnya gimana ya pak?

  10. Pak,saya sdg menyusun TA tntg prfrnsi nasabah di suatu bank.
    saya bingung dalam menentukan ukuran sampelnya.
    kalo saya memakai rumus lemeshow bisa tidak pak?

    trus kalo saya menggunakan rumus itu,kalo alphanya saya ambl 0,05,tapi nilai d nya saya ambl 0.1 ,shg jmlah akhirnya adalah 96,bisa tidak?

    haruskah nilai alpha = nilai d?
    trims

  11. assalamualikum pak,….

    pak saya mw nanya …
    saya ingin menyusun proposal ttg persepsi konsumen terhadap pelayanan pada Restoran X…
    tp saya tidak mengerti cara menentukan populasi dan sampelnya….
    n metode penelitiannya gmn ya yg cocok…??
    mohon bantuannya…
    thankz

  12. Dina Muliawati

    beda teknik sampling & jenis2 sampling apa??
    makasi sebelumnya…

  13. ass..pak mau tanya ada gak yah batas minimum sampel bila menggunakan analisis jalur (path)..klu memang ada batasnya, boleh minta refrensinya dari mana..thx pak..wasalam

  14. assalamu’alaikum
    saya mw nanya teori tentang jumlah populasi kurang dari 100, bisa di ambil sampel 30 orang itu ngambil di buku mana? saya sedang mencari tentang teori itu..
    terimakasih :)

  15. pak saya mau tanya, saya sedang meneliti penggunaan visual aids/alat bantu presentasi pada seorang objeck yg bernama adam khoo berupa video2….menurut bapak teori apa yang harus saya gunakan?
    terimakasih.

  16. Sulasyi setyaningsih

    Assalamua’alaikum
    Pak, mau menanyakan mengenai perhitungan besar sampel untuk lebih dari 2 beda rata-rata. rumusnya pakai yang mana ya pak. terimakasih banyak

    • wa’alaikumslm..
      saya kutipkan pendapat Roscoe (1975) : untuk penelitian eksperimen sederhana dengan kontrol yang ketat, penelitian yang sukses mungkin dengan sampel ukuran kecil antara 10 hingga 20
      thanks

  17. assalamualaikum, pak

    saya mau tanya , misalnya ada penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi PUS tidak ber-KB . Pakai rumus apa ya ,pak , jika jumlah populasinya belum diketahui ? kalau pengambilannya dengan simple random sampling, kira2 sesuai g’, pak ?
    mohon bantuannya, pak ,
    terimakasih banyak sebelumnya

  18. slamat mlm pak, sy skg sdg mnyusun proposal, populasi sy adalah seluruh anak SD berjumlah 120. teknik pengambilan sampel, sy menggunakan purposiv sampling. karna slh satu kriteria anak dari kelas 3 sampai kelas 6 sudah dapat mengerti dan membaca bila di beri pertanyaan. keseluruhan kelas 3, 4, 5 dan 6 berjumlah 70 anak. nah skarang bgmna rumus supaya sy dapat mengambil sampel dari masing-masing kelasnya? Trima ksh bnyk pak

    • saya justru beranggapan bahwa itu bukan purposive..tapi karena memang kelayakan populasinya seperti itu…jadi..yang menjadi populasi adalah 70.
      gunakan formula slovin untuk menentukan jumlah sampel, dan bagi rata dengan stratified random seperti contoh di atas…
      thanks

  19. pak, mau tanya apa ada referensi yang mencantumkan kalau sample sudah dipake buat studi pendahuluan itu tidak boleh dipake lagi untuk penelitian?

    sekarang saya sedang melakukan penelitian,
    jumlah populasi yang saya teliti kan 41, sedang 10 orang sudah dipakai studi pendahuluan, saya pakai teknik sampling yang mana pak?
    masih bingung,,

    mohon bantuannya

  20. mas mw nyak alat analisa data yg digunakan untuk mengukur efektivitas personal selling dan periklanan dalam meningktkan penjualan pada Toko baju pa yaa kita pakai???/

  21. Kalo mau cari jmlah responden tapi belum diketahui populasinya pake rmus slovin, bgaimana caranya? Terimakasih.

  22. pak, sya melakukan penelitian ttg hubungan karakteritik ibu akseptor kb dgn penggunaan alat kontrasepsi…sya gunakan hanya data sekunder saja dengan populasi 386 orang….karena cma data sekunder apa bisa sya gunakantotal sampling???
    klu bisa untuk sumbernya di buku apa??

    terima kasih sblmnya….

  23. Mhn bantuannya pak. sy ingin melakukan penelitian thd pelanggan pengguna air minum dgn total 3116 yang terdiri dr beragam jenis pelanggan yg juga akan diklasifikasikan berdasarkan jumlah pemakaian. sasarannya adalah untuk.mengukur tingkat kepuasan pelanggan dengan.menggunakan quetioner dan deep interview.
    Mohon bantuannya pak.kira kira metode penelitian.apa yang paling cocok ya? Terima kasih banyak Pak.

    Regards,

    Win

    R

    • untuk sampel…teknik yang sesuai menurut saya cluster…tentukan area mana yang mau anda teliti…
      kuesioner sebagai data primer, dan hasil interviews sebagai data pendukung…

      thanks

  24. mohon bantuanya :
    seorang peneliti bermaksud mengkaji partisipasi pemuda di desa tersebut tercatat 2532 dengan tingkat kepercayaan 95% dan sampling 5%. Berapa jumlah sampel yang harus diambil dan bagaimana cara pengambilannya?

  25. minta tolong pak.. Klo populasi murid tk d 1 kcmtan 365org, teknik pngambilan sampelx utk anak yg menderita karies apa ya? Truz jmlh sampelnya make rumus apa? Judulnya “gambaran karies pada anak tk”..

  26. Ass.. minta tolong pak…. bagaimana caranya pengambilan total sampling. contohnya populasi yang aku 1929. berapa total samplingnya itu pak… n menggunakan rumus apa? thank’s ya pak….

  27. ass,,,,,pak tolong bantu donk pak…
    penjelasan dari teknik pengambilan sampel dengan random block sampling yang lengkap….
    makasi pak…

    • random block design untuk penelitian eksperimen itu dilakukan dengan membagi sampel ke dalam beberapa kelompok yang setara. Contoh : jika ingin mengetahui pengaruh metode pembelaran terhadap hasil belajar siswa..maka pembagian kelompok dilakukan berdasarkan tingkat IQ..

      • owh gitu ya pak…
        kalau saya ingin mengetahui tentang tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Rs ,sedangkan populasinya tidak diketahui,dan besar sampelnya udah dicari dengan rumus infinit didapat sebanyak 96 sampel,,gmna cara pembagiannya ya pak dgn teknik random block sampling?

  28. lagi bingung menentukan jumlah sampel untuk probability sampling yang tidak diketahui berapa jumlah populasinya.

    terima kasih

  29. aslmualaikum.Pak saya mw tanya,apakah dalam penelitian path analysis harus pake Probability sampling?kalo nonprobability sampling khusunya pake kuota sampling apa tdk bisa?trmksh

  30. ass.
    pak. saya skr sedang menyusun skripsi, nah yg saya tanyakan
    kalau populasi dalam penelitian saya 120orang brp sampelnya?
    dan saya punya pandangan ingin memakai pendapatnya ARIKUNTO 2006.
    mohon informasinya. thks..

  31. Assalamualaikum bapak .. . . .
    saya sekarang tengah menyusun skripsi pak…..tapi saya masih bingung, judul penelitian saya mengenai perbandingan dua model pembelajaran, yang hanya menggunakan satu kelas…nah yang ingin saya tanyakan, rancanga apa dan teknik sampeling apa yang sebaiknya saya gunakan….:)sekian terima kasih…

  32. hidayat m. sjah

    apa populasi di atas seratus bisa menggunakan teknik quota sampling dengan gunakan rumus slovin

  33. ass. mohon pendapatnya pak..apakah rumus slovin hanya digunakan untuk populasi di atas 500..
    apakah didalam menguji validitas, sampel yang diambil sesuai dengan sampel yang duji atau dapat dikurangi lagi..
    apabila judul penelitian tentang koperasi yang ada disuatu daerah ternyata populasi nya hanya 52 koperasi..berapakah sampel yang harus diambil..
    terima kasih pak..

    • walaikumslm…
      rumus slovin bisa digunakan untuk jumlah populasi berapa aja…
      sampel uji bisa diambil dalam kelompok sampel (didalam populasi) atau diambil dari populasi luar yang pny karakteristik sama
      model penentuan sampel seperti itu pake pendekatan cluster..atau menggunakan formula slovin dan diambil secara random…
      thanks

  34. ass..
    saya mau tanya kalo teknik pengambilan sampel dengan random block sampling itu gimna pak,,tolong penjelasan yang detail ya pak….
    thanks..

  35. Elva Gabriella Depari

    Pak, saya ingin brtanya. Saya ingin mngadakan pnelitian ttg 5dimensi pelayanan kesehatan di lmbaga pemasyarakatan yg jlh populasinya 1300. Kira2 rumus sampek yg mn yg trbaik saya gunakan ya pak.
    Smntara utk menggunakan kuisioner ke napi yg brlebihan pasti saya mndapat byk halangan…
    Dan syaratnya adalah napi yg prnh mnggunakan jasa poliklinik sj.
    Mohon dibantu ya pak kira2 brp sampel yg dibutuhkan dan cara penentuan sampelnya. Trmksh pak

    • populasinya jelas yang pernah mengunjungi jasa poliklinik..gunakan batasan waktu penelitian, misalnya penelitian dilakukan selama 1 bulan (purposive)….jadi jumlah sampelnya ditentukan belakangan berdasarkan hasil observasi 1 bulan itu…

      thanks

  36. Pak saya mengikuti apa yang bapak ajarkan diblog ini dalam penulisan skripsi saya, saya terpaksa mengambil e=10% untuk penggunaan rumus slovin dari standart bakunya 5%,. Hal ini karena saya dituntut agar dapat menyederhanakan jumlah sampel dari jumlah populasi 320, dan tidak diperkenankan untuk menggunakan kaidahnya arikunto; dan saya tidak mengerti harus menggunkan formula apa agar dapat menyederhanakn jumlah populasi dibwah 80, selain dengan menurunkan taraf signifikan dalm rumus slovin pak.. :( ,
    * oya pak minta tolong dikoreksi ya..pak.., ad sdikit keganjilan ni pak :
    Saya memakai teknik propotional random sample
    – formula slovin :N= 320 / 1 + 320 (0,1)^2
    N= 320 / 1 + 320 (0,01)
    N= 76
    – Teknik pengambilan sampel secara propotional random sample
    kelas X1 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
    X2 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
    X3 ; 37 —-> (37/320)x76 = 8,78 = 9
    X4 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
    X5 ; 36 —-> (33/320)x76 = 7,83 = 8
    X6 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
    X7 ; 36 —-> (34/320)x76 = 8,07 = 8
    X8 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
    X9 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
    TOTAL= 79

    pERTANYAANYA: Pkek formula slovin N=76 , sedangkan di propotional random sample kn N=79,,,jadi memakai yang mn N nya??, 79 kh??Boleh kah jika demikian???atau kh saya yang salah langkah ???mohon sarannya serta masukannya dan diluruskan..pak , saya tunggu jawabannya..,terimakasih banyak…

  37. untuk menentukan siswi yang mengalami keputihan dari 551 bagaimana ya pak? kalau memakai screening dlm bentuk kuesioner sederhana atw angket hrs diuji validitas dulu kan kuesionernya? lalu nanti setelah menemukan sampel, saya mau meneliti dari siswi yg keputihan bagaimana perilaku vulva hygiene’y saya uji validitas lagi? mohon bantuannya pak….terima kasih. Karna judul saya “Hubungan Perilaku Vulva Hygiene dengan Keputihan Patologis pada siswi kelas X-XI SMK “XX””

    • lakukan observasi awal…gak perlu kuesioner lengkap..cukup data diri dan keterangan apakah mengalami keputihan…dan gak perlu diuji validitas untuk keterangan seperti itu…
      thanks

      • terima kasih sekali pak atas bantuannya,,,,smga kebaikan bapak membantu kami2 yg membutuhkan akan diberikan balasan oleh Tuhan YME.
        sesuai saran dari pak hendry saya sudah melakukan observasi awal, lalu saya mendapatkan siswi yg mengalami keputihan patologis sebanyak 146 siswi. teori slovin itu ada dibuku apa ya pak? trs itu tanda baginya agak membingung, pembilangnya cm populasi atau bgmna?. lalu untuk teknik samplingnya yg sesuai pakai apa ya pak cluster, purposive atau apa? dan untuk penerapan teknik2 itu bagaimana krn saya sudah baca berkali2 teorinya tp ttp blm mengerti utk penerapan’y….
        mohon dibantu lagi pak…..terima kasih sebelumnya….

  38. Pak, saya mau meneliti siswi kelas X-XI SMK “X” yg keputihan patologis. Jumlah siswa kelas X-XI 551. dan itu heterogen ada yg keputihan ada yg gag….bagaimana cara menentukan populasi dan sampelnya? Terim kasih.

    • kalo tujuannya untk menganalisis yang keputihan..populasinya jelas siswa yang punya masalah keputihan…
      lalu tentukan jumlah sampel dengan formula slovin, lemeshow, or Cohran…
      thanks

  39. mas, saya sedang ada riset analisis e-commerce. populasinya adalah masyarakat yang pernah menggunakan e-commerce dan itu pasti berjuta – juta orang. cara menentukan ukuran samplenya yang paling pas gmn mas? soalnya gak mungkin kan kalo harus bagi kuesioner sampe berpuluh2 & beratus2 ribu orrang.

  40. Assalamu’alaykum..
    Pak, saya mau meneliti hubungan usia dengan tingkat keganasan kanker ovarium, pake data skunder di RS. ada proposal sejenis yg saya download, hanya jenis kankernya yg beda, saya fikir besar sampel dan teknik sampelnya hars.nya sama.yg saya bingung di proposal tersebut, teknik samplingnya total samplig, tapi kuk masi menghitung besar sampel.
    saya fahamnya, total sampling kan menjadikan populasi sbg sampel y pak.
    menurut bapak, teknik sampling yg tepat apa y? trimakasih banyak

  41. assalamkm..
    pak, apakah ada bukunya yg mengatakan bhw sampel 30 itu sudah cukup?

  42. pak kalau popilasinya jumlah konsumen sebanyak 32.121, cara menentukan rumusnya pakai rumus apa?
    terima kasih pak.

  43. kalau sampel untuk membagikan kuisinoner kira2 minimal respondennya brpa ya pak? terimakasih

  44. mau tanya.. saya sedang melakukan penelitian untuk 4 jenis industri rumahan. penelitian dilakukan dengan mengukur kondisi fisik dan kimia tiap industri. jumlah indutsri rumahan berbeda setiap jenisnya. ada yg 200.100,50, kira2 teknik dan jumlah samplingnya berapa ya agar dapat mewakili. terimakasih.

  45. pak saya ini mau penelitian ttg “sikap remaja putri dlm menghadapi pre menstruasi sindrom di SMA” nah populasinya ada 80 siswi, dan sampel yg saya akan ambil adalah siswi yg pernah mengalami pre menstruasi sindrom. itu tehnik samplingnya apa?? dan rumusnya apa ya pak?? trims

  46. mas untuk teori slovin diatas rumusnya kan mas ambil dari “Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.”
    klo boleh tau mas dapet di halaman berapa yah. buat keperluan footnote skripsi saya. terima kasih.

  47. Mas, saya mau nanya, populasi saya adalah seluruh masyarakat di salah satu daerah yaitu 233.000 jiwa, terdiri dari 9 kecamatan, 288 desa.
    saya hanya punya waktu 2 bulan untuk mengolah data, sebaiknya saya pakai metode apa ya untuk survei persepsi terhadap kinerja pemerintah daerahnya

  48. Assalam.
    Pak saya mau tanya ni, kalau populasi saya ada 74 orang, berapa yang harus saya ambil sampelnya pak? Trims atas jawabannya.

  49. ass..
    sy mw tanya kalau jumlah populasi saya hanya tim terdiri dr 35org, sy ingin menentukan sampelnya, teknik sampling ap yg d gunakan??
    cara menentukannya gmn ??
    tolong d jelaskan…
    kimtjek_333@rocketmail.com

  50. assalamualikum pak,

    saya mau tanya, skripsi saya di perusahaan X yang berjumlah 68 orang. trus kalo sampel pre test nya 12 orang bisa ga ya pak?

    terima kasih pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: