POPULASI DAN SAMPEL

Oleh : Hendry

A. Definisi

Populasi adalah wilayah generalisasi berupa subjek atau objek yang diteliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulan. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti.

Dengan kata lain, sampel merupakan sebagian atau bertindak sebagai perwakilan dari populasi sehingga hasil penelitian yang berhasil diperoleh dari sampel dapat digeneralisasikan pada populasi.

Penarikan sampel diperlukan jika populasi yang diambil sangat besar, dan peneliti memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh populasi maka peneliti perlu mendefinisikan populasi target dan populasi terjangkau baru kemudian menentukan jumlah sampel dan teknik sampling yang digunakan.

B. Ukuran Sampel

Untuk menentukan sampel dari populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel yang dikembangkan para ahli.  Secara umum, untuk penelitian korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah 30, sedangkan dalam penelitian eksperimen jumlah sampel minimum 15 dari masing-masing kelompok dan untuk penelitian survey jumlah sampel minimum adalah 100.

Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :

  1.  Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
  2. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
  3. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
  4. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20

Besaran atau ukuran sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)

n = N/N(d)2 + 1

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

3. Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael

Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.

C. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang secara umum terbagi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Dalam pengambilan sampel cara probabilitas besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui. Sedangkan dalam pengambilan sampel dengan cara nonprobability besarnya peluang elemen untuk ditentukan sebagai sampel tidak diketahui. Menurut Sekaran (2006), desain pengambilan sampel dengan cara probabilitas jika representasi sampel adalah penting dalam rangka generalisasi lebih luas. Bila waktu atau faktor lainnya, dan masalah generalisasi tidak diperlukan, maka cara nonprobability biasanya yang digunakan.

1. Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling

Simple random sampling

Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.

Misalnya :

Populasi adalah siswa SD Negeri XX Jakarta yang berjumlah 500 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan Tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan adalah sebesar 5% sehingga jumlah sampel ditentukan sebesar 205.

Jumlah sampel 205 ini selanjutnya diambil secara acak tanpa memperhatikan kelas, usia dan jenis kelamin.

Sampling Sistematis

Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.

Contohnya :

Akan diambil sampel dari populasi karyawan yang berjumlah 125. Karyawan ini diurutkan dari 1 – 125 berdasarkan absensi. Peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor genap (2, 4, 6, dst) atau nomor ganjil (1, 2, 3, dst), atau bisa juga mengambil nomor kelipatan (2, 4, 8, 16, dst)

Proportionate Stratified Random Sampling

Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi.

Misalnya, populasi adalah karyawan PT. XYZ berjumlah 125. Dengan rumus Slovin (lihat contoh di atas) dan tingkat kesalahan 5% diperoleh besar sampel adalah 95. Populasi sendiri terbagi ke dalam tiga bagian (marketing, produksi dan penjualan) yang masing-masing berjumlah :

Marketing       : 15
Produksi         : 75
Penjualan       : 35

Maka jumlah sample yang diambil berdasarkan masing-masinng bagian tersebut ditentukan kembali dengan rumus n = (populasi kelas / jml populasi keseluruhan) x jumlah sampel yang ditentukan

Marketing       : 15 / 125 x 95            = 11,4 dibulatkan 11
Produksi         : 75 / 125 x 95            = 57
Penjualan       : 35 / 125 x 95            = 26.6 dibulatkan 27

Sehingga dari keseluruhan sample kelas tersebut adalah 11 + 57 + 27 = 95 sampel.

Teknik ini umumnya digunakan pada populasi yang diteliti adalah keterogen (tidak sejenis) yang dalam hal ini berbeda dalam hal bidangkerja sehingga besaran sampel pada masing-masing strata atau kelompok diambil secara proporsional untuk memperoleh

Disproportionate Stratified Random Sampling

Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi. Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya.

Misalnya, populasi karyawan PT. XYZ berjumlah 1000 orang yang berstrata berdasarkan tingkat pendidikan SMP, SMA, DIII, S1 dan S2. Namun jumlahnya sangat tidak seimbang yaitu :

SMP    : 100 orang
SMA    : 700 orang
DIII     : 180 orang
S1        : 10 orang
S2        : 10 orang

Jumlah karyawan yang berpendidikan S1 dan S2 ini sangat tidak seimbang (terlalu kecil dibandingkan dengan strata yang lain) sehingga dua kelompok ini seluruhnya ditetapkan sebagai sampel

Cluster Sampling

Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

Contoh :

Peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut :

Tahap Pertama adalah menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan secara acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.

Tahap kedua. Mengambil sampel SMU di tingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi. Karena provinsi terdiri dari Kabupaten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai sampel (disebut Kabupaten Sampel), dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / Desa yang akan dijadikan sampel. Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yang dijadikan sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan.

2. Non Probabilty Sampel

Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.

Sampling Kuota,

Adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru. Jumlah Sekolah adalah 10, maka sampel kuota dapat ditetapkan masing-masing 10 siswa per sekolah.

Sampling Insidential,

Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.

Misalnya penelitian tentang kepuasan pelanggan pada pelayanan Mall A. Sampel ditentukan berdasarkan ciri-ciri usia di atas 15 tahun dan baru pernah ke Mall A tersebut, maka siapa saja yang kebetulan bertemu di depan Mall A dengan peneliti (yang berusia di atas 15 tahun) akan dijadikan sampel.

Sampling Purposive,

Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.

Sampling Jenuh,

Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Saya sendiri lebih senang menyebutnya total sampling.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru di SMA XXX Jakarta. Karena jumlah guru hanya 35, maka seluruh guru dijadikan sampel penelitian.

Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju (seperti Multi Level Marketing….). Misalnya akan dilakukan penelitian tentang pola peredaran narkoba di wilayah A. Sampel mula-mula adalah 5 orang Napi, kemudian terus berkembang pada pihak-pihak lain sehingga sampel atau responden teruuus berkembang sampai ditemukannya informasi yang menyeluruh atas permasalahan yang diteliti.

Teknik ini juga lebih cocok untuk penelitian kualitatif.

C. Yang perlu diperhatikan dalam Penentuan Ukuran Sampel

Ada dua hal yang menjadi pertimbannga dalam menentukan ukuran sample. Pertama ketelitian (presisi) dan kedua adalah keyakinan (confidence).

Ketelitian mengacu pada seberapa dekat taksiran sampel dengan karakteristik populasi. Keyakinan adaah fungsi dari kisaran variabilitas dalam distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel. Variabilitas ini disebut dengan standar error, disimbolkan dengan S-x

Semakin dekat kita menginginkan hasil sampel yang dapat mewakili karakteristik populasi, maka semakin tinggi ketelitian yang kita perlukan. Semakin tinggi ketelitian, maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan, terutama jika variabilitas dalam populasi tersebut besar.

Sedangkan keyakinan menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita benar-benar berlaku bagi populasi. Tingkat keyakinan dapat membentang dari 0 – 100%. Keyakinan 95% adalah tingkat lazim yang digunakan pada penelitian sosial / bisnis. Makna dari keyakinan 95% (alpha 0.05) ini adalah “setidaknya ada 95 dari 100, taksiran sampel akan mencerminkan populasi yang sebenarnya”.

D. KESIMPULAN :

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari penelitian. Dengan kata lain, sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi.

REVISI TULISAN

Saya merevisi teknik sampling, dan memasukkan teknik sistematis ke dalam probability sampling berdasarkan rujukan buku Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Beberapa Teknik Penentuan Ukuran Sampel Lainnya

Baca juga

Dirangkum dari :

Arikunto Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, edisi revisi 2010. Jakarta : Rineka Cipta

Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administasi. Bandung : Alvabeta.

About these ads

Posted on January 24, 2010, in METODOLOGI PENELITIAN and tagged . Bookmark the permalink. 556 Comments.

  1. pak.. mw tanya tentang limit teorem….
    itu cara penghitungannya bagaimana?
    mhon di kasih contoh… trimakasih….

  2. maaf pak saya mau nanya yang tentang penentuan jumalh sampel menurut hair et al yang mencari jumlah sample 5-10 dikali item pertanyaan, masalahnya gak ada data populasinya di tempat penelitian. di buku apa ya pak, bingung udah cari2 di banyak buku literatur di perpus tentang penelitian tapi gak ada nemuin

    • ada di buku Hair, dkk (2006) pada bahasan analisis faktor (hal. 98)
      Hair, dkk. (2006). Multivariate Data Analysis. Sixth Edition. New Jersey : Pearson Education

  3. Pak Hendry penelitian saya berjenis kualitatif deskriptif yang berjudul analisis perilaku wajib pajak orang pribadi pada konsep SAS. Apakah jumlah kuesioner yang harus kembali dari wajib pajak yang dijadikan responden harus sesuai dengan ukuran sampel yang telah ditentukan dengan menggunakan rumus slovin ataukah perhitungan dari ukuran sampel tersebut hanya dijadikan patokan berapa kuesioner yang harus disebar dan tidak dipermasalahkan kembalinya berapapun. Permasalahan yang terjadi disini. . terlalu banyak wajib pajak yang sensitif ketika berbicara soal pajak dan menolak mengisi kuesioner, sedangkan dari perhitungan rumus slovin ditentukan bahwa minimal ukuran sampel 100 . terima kasih

    • Seringkali, peneliti dihadapkan dengan berbagai kendala yang mungkin memaksa mereka untuk menggunakan ukuran sampel yang tidak memadai karena alasan praktis dibandingkan statistik.
      Batasan ini dapat mencakup anggaran, waktu, tenaga, dan keterbatasan sumber daya lainnya. Dalam kasus ini, para peneliti harus melaporkan kedua ukuran sampel yang tepat bersama dengan sampel
      ukuran benar-benar digunakan dalam penelitian ini, alasan untuk menggunakan ukuran sampel yang tidak memadai, dan diskusi tentang efek ukuran sampel yang tidak memadai mungkin pada hasil penelitian. Peneliti harus berhati-hati ketika membuat program rekomendasi berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan ukuran sampel yang memadai.

      Sumber :
      Bartlett, J.E, et.al. (2001). Organizational Research: Determining Appropriate Sample Size in Survey Research. Information Technology, Learning, and Performance Journal, Vol. 19, No. 1, Spring 2001.

  4. PAK saya mau tanya judul penelitian saya tentang ” Gambaran tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks ” populasinya ada 1200 saya bingung menentukan teknik samplingnya?? tadinya saya memakai random sampling tapi dosen saya menyarankan untuk membaca dan memahami rumus slovin, tapi disini saya kurang begitu paham.

    • untuk penelitian seperti ini..coba searching paper yang berjudul : “SAMPLE SIZE DETERMINATION IN HEALTH STUDIES” oleh Lwanga dan Lemeshow. Disitu dijelaskan banyak contoh kasus untuk menentukan ukuran sampel pada penelitian kesehatan…

  5. Pak saya mo nanya terkait penentuan sampel dari penelitian kohort prospektif yang meneliti hubungan maturitas kromatin sperma dengan keberhasilan inseminasi buatan di klinik A. jumlah pasien inseminasi buatan di klinik A per bulan rata-rata 10 orang. lama penelitian saya 3 bulan. bagaimana cara menentukan jumlah sampel minimumnya? apakah saya bisa menggunakan total sampling? mohon referensi atau judul buku terkait total sampling tersebut. mohon masukannya pak. terimakasih.

    • coba searching paper yang berjudul : “SAMPLE SIZE DETERMINATION IN HEALTH STUDIES” oleh Lwanga dan Lemeshow. Disitu dijelaskan banyak contoh kasus untuk menentukan ukuran sampel pada penelitian kesehatan..termasuk kohort

  6. dalam penelitian saya itu saya ingin menggunakan metode penlitian kuantitatif pak

  7. pak saya sedang mengerjakan skripsi tentang analisis isi media dengan jumlah populasi sebanyak 11 berita. dengan jml itu apakah sudah bisa dan sah bila dilakukan penelitian dengan metode analisis isi deskriptif pak?
    terima kasih.

  8. Pak, bagaimana dengan penelitian deskriptif dengan jumlah populasi 12 orang pak. Apakah bisa digunakan teknik sampling Total sampling???? dan apakah sah secara statistik dengan jumlah sampel < 30

  9. pak,,, mau tanya,, penelitin saya kualitatfi, tentang persepsi,, jumlah responden itu sekitar 200 lebih, apakah saya harus mengadakan wawancara kepada seluruh responden tersebut? jika tidak perlu seluruhnya,, sya harus pake terori pengambilan sample yang bagaimana?

    • kualitatif..tidak ada patokan dasar penentuan ukuran sampelnya…yang lebih diutamakan adalah kedalaman informasi itu sendiri…ketimbang banyaknya sampel…

  10. Pak, saya mau tanya kalo ada contoh soal seperti ini bagaimana:
    diketahui suhu standar ruangan 22 derajat, sedangkan suhu ruangan perpustakaan A 30 derajat, berapa persen suhu ruangan perpustakaan A untuk mencapai standar?

  11. malam pak, saya meneliti pengaruh makro ekonomi variabel dan indeks saham asing terhadap ihsg, dan jumlah sampel 72, karena berdasarkan periode penelitian, 2006-2011, akan tetapi diminta menggunakan AMOS-SEM. sementara persyaratan SEM itu sendiri, minimal sampel 100. apakah tetap bisa menggunakan AMOS pak? terima kasih.

  12. Pagi…, Pak saya mau nanya untuk penelitian eksperimen ada jumlah minimun subjek ga (pake two-group)?. Trus benar ga klo ngutip punya Malhkota jumlah variabel dikali 5, berarti klo variabelnya ada 2, 2×5= 10. Jadi subjek minimumnya adalah 10. Trus 10 : 2 =5/kelompok.

  13. saya masih bingung menentukan populasi dan sampel penelitian kuasi eksperimen neh,,,barangkali ada temen-temen yang mengetahui. saya akan melaksanakan penelitian, tetapi populasinya sedikit dengan jumlah siswa 47 siswa, apakah dibutuhkan sampel dan samplingnya tidak ya? karena kalau saya tidak memasukkan sampel ntar bingung perhitungan uji statistiknya. Mohon Bantuannya ya

  14. slmt pagi minta bantu bsa gx gman mencari purposive sampel jika jummlah sampel 52

  15. Pak, saya mau tanya. Dalam skripsi yang saya teliti ini, jumlah populasinya sebanyak 60 orang, yang terdiri dari 8 grade (tingkatan), yaitu:

    Grade 15 = 8 orang
    Grade 14 = 4 orang
    Grade 13 = 2 orang
    Grade 12 = 23 orang
    Grade 11 = 19 orang
    Grade 10 = 2 orang
    Grade 9 = 1 orang
    Grade 8 = 1 orang

    Yang ingin saya tanyakan adalah:
    1. Bagaimana kita menentukan ‘ d ‘ pada rumus Slovin? Apakah itu 1% ; 5% ; 10% ?

    2. Untuk menentukan sampel dari data yg ada di atas, apakah dengan menggunakan metode Disproportionate Stratified Random Sampling? Dan bagaimana rumus/perhitungannya pak?

    Terima kasih, mohon bantuannya Pak..

    • alpha untuk penelitian sosial berkisar 1% – 5%, jadi bapak tinggal tentukan mau tingkat ketelitian 95% atau 99%..(btw..ini grade PNS ya..?)

      karena ukuran masing-masing kelompok tidak seimbang..menurut saya lebih baik pertimbangkan untuk menggunakan teknik disproportinate stra-random sampling…

      • Trima kasih Pak atas jawabannya.
        Iya, yg saya teliti ini Grade PNS.
        Jadi, untuk pengambilan sampel, lebih baik menggunakan metode apa?
        Proportionate Stratified Random Sampling?
        Dengan ‘menyusutkan’ populasi dari masing2 grade sehingga mendapatkan sampel dengan teknik perhitungan (Slovin) seperti yang bapak contohkan di atas?

  16. pak saya meneliti dengan judul pengaruh harga dan kulaitas produk terhadap kepuasan pelanggan di suatu outlet, tapi populasi tidak diketahui karena tidak ada datanya, sebelumnya saya mengajukan dengan Sampling Purposive tapi disuruh pembimbing saya pakai quota sampling aja katanya, apa itu bisa pak?
    mohon bantuannya pak , terima kasih

    • tujuannya untuk inferensi kan ? .. maka jangan pake kuota..tapi coba pake Cohran’s Formula
      N = (t)^2 * (p)(q) / (d)^2
      Dimana, N = ukuran sampel, t = nilai t berdasarkan alpha tertentu, (p)(q) = estimate of variance, d = margin of error yang diterima
      Contoh :
      (1.96)^2(0.5)(0.5) / (.05) ^ 2 = 384
      atau bisa pake Formula Lemeshow..yang menghasilkan ukuran sampel untuk populasi yang tidak diketahui juga sama dengan formula di atas…

  17. ass, pak..,
    izin bertanya..,
    kalau kita ingin mengembalikan jumlah sample yg kita dapatkan ke populasi lagi bagaimna ya caranya.., menggunakan rumus slovin…,
    terima kasih sebelumnya.., :-)

  18. pak…saya mau nanya..
    penelitian saya mengenai kemandirian pd mhsiswa yg kos,
    teknik penarikan sampel saya itu purposive sampling pak,
    krna populasi nya sekitar 2000 yg tersebar di beberapa fakultas, yg saya mau tanyakan berapa jmlh sampel yg saya ambil datanya? bisakah pakai proporsi?
    trimakasih pak

  19. adakah pendapat para ahli yang mengatakan bahwa populasi di bawah 100 bisa diambil sampel

    • justru sebaliknya…saya tidak menemukan ada pendapat yang menyatakan kurang 100 tidak bisa diambil sebagai sampel….(penelitian eksperimen, deskriptif, etc..itu rata-rata ukuran sampelnya kecil..). Kecuali pada teknik2 analisis tertentu yang mensyaratkan ukuran sampel besar (contoh : SEM)

  20. .jika peneliti memiliki beberapa ratus subjek dalam populasi, maka mareka dapat menentukan kurang lebih 25 – 30% dari jumlah tersebut. Jika jumlah anggota subjek dalam populasi hanya meliputi antara 100 – 150 orang, dan dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan angket, maka sebaiknya subjek sejumlah itu diambil seluruhnya. Namun apabila peneliti menggunakan teknik wawancara dan pengamatan, jumlah tersebut dapat dikurangi menurut teknik sampel dan sesuai dengan kemampuan peneliti.

    pak populasi saya 106 orang. saya pake angket/questionnaire dan wawancara(speaking ability). jadi ambil seluruhnya ato 30% aja?
    thnx bfore

    • Di buku prof. Arikunto Suharsimi edisi 2010, saya lihat pernyataan ini sudah tidak ada lagi..dan artikel di atas akan saya koreksi…
      Gunakan formula penentuan ukuran sampel saja…

  21. pak hendry
    saya mau nanya sample target dan sample akses. kalo bapak ada referensi buku apa yang harus saya baca . matur nuwun atas bantuannya.

  22. Selamat pagi Pak Hendry..
    Pak maaf saya butuh pencerahan… Penelitian saya menggunakan sampling jenuh sebanyak 32 orang. saya mau nanya Pak, apa bisa dengan menggunakan path analysis..?? (karena saya sudah terlanjur menggunakan itu Pak, jumat saya sidang… saya tidak menemukan buku yang mengatakan ttg minimal sampel path analysis, sehingga waktu itu saya menggunakan asumsi central limit theory dgn 30 sampel) :(

    Makasi ya Pak.. semoga kebaikan Bapak dibalas Allah YME.
    Aamiiiin.

  23. mas hendry, mau nanya.. untuk skripsi penelitian sosial, rumus slovin bisa gak yah batas ketelitiannya 6%? jumlah populasi 600 orang.. terimakasih..

  24. selamat siang pak hendry,, mau tanya soal ujicoba kelompok kecil dan kelompok besar. untuk menentukan jumlahnya bagaimana ya pak exp kelompok kecil 5-8 org, kelompok besar 20-30 org. terimakasih

  25. halo pak henri,
    mon nanya nih, apakah ada dasar teori yang menjelaskan bahwa sampel yg baik adalah 30 untuk analisis regeresi linear berganda? jika ada saya mohon bantuan sumbernya. terimakasih

  26. pak, saya mau tanyak,penelitian yang saya gunakan adalah total sampling 32 orang.. hasil yang saya dapatkan setlah saya menganalisa dengang mengunakan spss smua variable saya tidak berhubungan.. yang ingin saya tanyakan pak, apa minimnya sampel bsa mempengaruhi hubungan atau tidak ada hubungan pak?? terima kasih pak.

  27. helf me Mr Hendri….
    saya sedang meneliti di sebuah sekolah, saya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan judul “Hubungan antara Profesionalisme Guru pendidikan agama kristen dengan minat belajar siswa”. terdapat 15 populasi apa semua bisa jadikan sampel? untuk penelitian saya, thanks Gbu.

    • 15 subjek ??..kalo menurut saya gunakan saja semua…
      tapi perlu diperhatikan juga beberapa ketentuan ukuran sampel yang saya jelaskan di http://teorionline.net/menentukan-ukuran-sampel-menurut-para-ahli/

    • bisa dijadikan sbg subyek penelitian anda. yang perlu di rubah adalah metode pengumpalan datanya, karena anda akan mensensus 15 populasi, bukan sampel, kalau sampel baru gunakan kriteria dari pak henri diatas. selanjutnya yang perlu juga di perhatikan adalah alat ukurnya atau quisioner, karena sebagus apapun model dan teorinya, kalau quisionernya jauh dari defenisi teorinya, maka saya jamin hasilnya tdk dapat menunjukan hubungan pengaruhnya. oleh sebab itu saran saya, sis perhatikan skala pengukurannya apakah ordinal, interval, rasio. dlm kasus sis saya melihat lebih cenderung ke skala likert (1-5, 1-7) , GBU Sis

  28. kalo contoh populasinya apa ?????

  29. assalamualaikum pak mau tanya ada gag batasan jumlah sampel minimal untuk populasi infinite pada penelitian deskkriptif???

  30. Mohon bantuanya pak,skripsi saya dengan judul analisis prospek dan tantangan perkembangan industri pariwisata. begini pak,disna populasina banyak ,saya mau tanya saya bisa tentukan sampel dan memakai rumus apa pak,,saya memakai metode kuantitatif deskriptif.mohon bantuanya pak…makasih

  31. mau nanya pak, apa boleh menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah pekerja di bawah 30 (sekitar 20-30)?

  32. pak pada skripsi saya dimetode penelitian ada analisis univariat dan analisis bivariat tolonga di biri tau rumus apa yang harus saya gunakan dan di analisis bivariat saya menggunakan uji chi-square dangan rancangan tabel kontingensi 2×2 dan untuk mngatahui besar hubungan antara variabel digunakan koefisien phi dengan rumus apa ,,,,,,,???? tolong penjelasannya dan judl skripsi saya faktor-faktor yang berhubungan pamberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan makasii

  33. Mohon bantuanya pak,skripsi saya dengan judul analisis kinerja pegawai instalasi tranfusi darah di rsud h. hanafie,begini pak,disna populasina 10,saya mau tanya apa saya bisa menjadikan 10 itu sampel,dan memakai rumus apa pak,,saya memakai metode kualitatif deskriptif.mohon bantuanya pak…makasih

    • kualitatif deskriptif tidak terlalu mempermasalahkan ukuran sampel…karena tujuannya bukan untuk generalisasi…
      jadi silahkan gunakan semuanya….

    • kualitatif deskriptif tidak terlalu mempermasalahkan ukuran sampel…karena tujuannya bukan untuk generalisasi…
      jadi silahkan gunakan semuanya….

  34. pak hendry,minta penjelasanya…skripsi saya mengenai analisis pentingnya tanggung jawab sosial n akuntansi sosial perusahaan(studi kasus perusahaan mnufktur dikab X), buat penentuan besarnya sampel bgaimna ya?permasalahnya obyek penelitian adalah perusahaan n dstiap perusahaan cuma 1kuisner…dan mnrt sya sangat susah mndapatkn data drperusahaan trsebut,oleh krena itu sya cuma ambil 30sampel yang kira2 memang mudah saya mendapat data dr200populasi yang ad, sedangkan variabel sya ad7 dan menggunakan tehnk purposive sampling,tlong penjelasnya pak…dantolong refrensi dibuku ap,buat pedoman saya…trimakasih bnyak(sya mnggunakan regresi brganda)

  35. pagi pak hendry…
    penelitian saya ttg kemampuan menulis. sample harus membuat karangan. sample saya hanya 19 org dr 38 populasinya. bisa gak, pak??? ada gak teori atau rumusnya…?

  36. Pak, penelitian eksperimen tanpa kelompok kontrol,
    untuk mencari perbedaan ‘X’
    sebelum dan setelah mendapat perlakuan,

    sebaiknya pakai analisis yg mana ?
    Bs ksh cntoh rumusnya pak ?

  37. pak,mau tanya.. penelitian saya eksperimen. akan tetapi sampel dari kelompok eksperimen saya hanya 28 orang, sedangkan kelompok kontrol 23 orang. untuk analisisnya bisa menggunakan apa?
    saya mau pakai anova disalahkan, sebab sampel kurang dari 30 orang. mohon bantuannya..

  38. Pak, mohon bantuannya..
    Skripsi sya ttg profesionalitas guru yg sudah sertifikasi, dari beberapa guru yang ada hanya 4 orang yang bisa dijadikan sampel, apakah hal tersebut bisa? Termasuk dalam jenis penelitian apa?
    Analisis apa yang bisa saya gunakan jika ingin mengetahui perbandingan nilai siswa sebelum guru bersertifikasi dengan nilai siswa sesudah guru bersertifikasi, mengingat siswa yang dibandingkan sudah berbeda.
    Bls di email saya, trimakasih.

  39. Pak hendri,
    sy meneliti perbedaan tingkat nyeri ibu sblm dan sesudah melakukan relaksasi bernafas,
    populasi : semua ibu bersalin, krn tdk diketahui sy mengmbil populasi rata2 = 32 org/bln
    sampel sy memakai minimal sampel penelitian eksperimen = 10 elemen..
    Sampling = consecutive sampling..

    Apakah Bisa seperti itu ?
    Trma ksh atas jwbnnya.

  40. Pak, hendri.
    Saya akan melakukan penelitan mengenai tabel I-O semi survei. Nanti pada sektor perikanan akan saya disagregasi menjadi 2 subsektor (perikanan tangkap dan budidaya). Angka kontrol untuk sektor perikanan tersebut telah ada dari hasil update dari tahun sebelumnya. Saya nanti akan menelusuri besaran nilai proporsi untuk kedua subsektor tersebut. Yang ingin saya tanyakan adalah untuk menentukan jumlah sampelnya bagaimana ya, mengingat waktu dan minimnya biaya penelitian berapa jumlah sampel yang dapat mewakili konsumsi ikan tersebut? agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Terimakasih pak.

  41. selamat siang pak,, saya mau bertanya pak. saya sedang melakukan penelitian kepuasan pelanggan terhadap kinerja karyawan pada kereta api lodaya. disini populasi tidak diketahui pak. saya bingung menentukan rumus sampel dan jumlah nya.. saya menggunakan accidental sampling,,tpi dosen bilang saya harus menggunkan sampling random. saya bingung pak =(
    oiy pak…klo jmlah populasi dan sd tidak diketahui,,kira2 pakek rumus apa ya pak?? mohon dibantu pak. terimakasih banyak.

  42. Bapak hendry, apakah ukuran data jenuh dalam snowball itu sama dengan jika informasi yang diberikan responden relatif sama, meskipun jumlah respondennya tidak banyak. Mohon pencerahan, terimakasih.

  43. pak mau bertanya, jika sampling accidental hanya memperoleh 15 responden karena batasan waktu penelitian bisa tidak? apakah hasilnya dapat mewakili? terimakasih

  44. slmat malam pak Hendry, saya mau tanya…
    saya sedang malakukan penelitian skripsi..
    saya menggunakan studi penelitian deskriptif retrospektif, populasi yg saya dapat hanya 30 pasien. dan semua populasi ini saya ingin jadikan sampel.apakh ini di sebut total sampling? apakah ada buku atau pustaka yang menjelaskan ttg total sampel? saya mohon pencerahannya pak…
    terima kasih…

    • ya..bisa dibilang total sampling..dan sebagai catatan…untuk penelitian deksriptif..ukuran sampel tidak terlalu menjadi masalah karena tujuannya memang tidak untuk generalisasi…
      di buku Prof. Sugiyono seperti yang saya cantumkan di referensi atas dijelaskan tentang sampel jenuh (hal. 96)

  45. mau tanya ttg statment di makalah anda diatas ” Secara umum, untuk penelitian korelasional jumlah sampel adalah 30″, apa ini bisa diaplikasikan dlm semua penelitian kuantitatif korelasional….kl seumpama populasi objek penelitian kami 110 orang…apa bisa lgsung diambil 30 org sbg sampel??terima kasih

    • saya sudah koreksi tulisan di atas agar tidak ada kesalahpahaman mengenai angka 30.
      jika populasi 110, maka angka 30 itu digunakan untuk ujicoba instrumen, sedangkan jumlah sampel tetap menggunakan formula atau perhitungan sampel atau diambil seluruhnya…

  46. pk. Hendry mau tanya : cara menentukan jumlah sampel untuk pelanggan swalayan memakai rumus yang mana. Jika diketahui di swalayan tersebut rata2 ada 1350 pengunjung per hari. teknik yang dipake purposive sampling.

  47. rumus accidental sampling apa yah?

  48. mohon bantuannya.pada penelitian saya, dengan juduk karakteristik ibu yang memberikan susu formula pada bayi 1 hari sampai dengan 1 bulan di RS…, sebaiknya populasi dan sampel saya seperti apa ya? disini populasi saya, tidak ada catatanya jika yang saya ambil adalah catatan pemberian susu formula karena tidak ada bukti catatan tenteng pemberian susu formula..klo misalkan sampel saya ecidental sampling, apakah harus ada populasi yang pastinya? Saya mengalami kendala karena saya kurang mengerti tentang penelitian.ada baiknya seperti apa tolong beri petunjuk untuk saya. Sebeumnya terima kasih atas bantuannya.

  49. pak mau tanya
    berapa jumlah minimal populasi dlm penelitian?

  50. dear pa hendry,
    penelitian saya menggunakan data sekunder (rasio keuangan) dan data primer (kuesioner). obyek penelitian saya adalah bank umum syariah. jumlah populasi hanya 11 bank dan terseleksi hanya 6 sampel dengan kriteria laporan keuangan lengkap selama periode penelitian. apakah saya bisa memakai 6 sampel diatas dengan kuesioner minimal 100 responden?
    atau ada saran lain yang bapak usulkan.

    terima kasih untuk sharingnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: