TEORI KINERJA

A. DEFINISI KINERJA

Bernardin dan  Russel  (dalam  Ruky,  2002)  memberikan pengertian atau kinerja sebagai berikut : “performance is defined as the record of outcomes produced on a specified job function or activity during time period.  Prestasi atau kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi  pekerjaan  tertentu  atau kegiatan  selama  kurun  waktu  tertentu.

Pengertian kinerja lainnya dikemukakan oleh Payaman Simanjuntak (2005) yang mengemukakan kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Kinerja perusahaan adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan. Manajemen kinerja adalah keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi, termasuk kinerja masing-masing individu dan kelompok kerja di perusahaan tersebut.

Dessler (2009) berpendapat : Kinerja (prestasi kerja) karyawan adalah prestasi aktual karyawan dibandingkan dengan prestasi yang diharapkan dari karyawan. Prestasi kerja yang diharapkan adalah prestasi standar yang disusun sebagai acuan sehingga dapat melihat kinerja karyawan sesuai dengan posisinya dibandingkan dengan standar yang dibuat. Selain itu dapat juga dilihat kinerja dari karyawan tersebut terhadap karyawan lainnya.

Berdasarkan beberapa pendapat tentang kinerja dan prestasi kerja dapat disimpulkan bahwa pengertian kinerja maupun prestasi kerja mengandung substansi pencapaian hasil kerja oleh seseorang. Dengan demikian bahwa kinerja maupun prestasi kerja merupakan cerminan hasil yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang. Kinerja perorangan (individual performance) dengan kinerja lembaga (institutional performance) atau kinrja perusahaan (corporate performance) terdapat hubungan yang erat. Dengan perkataan lain bila kinerja karyawan (individual performance) baik maka kemungkinan besar kinerja perusahaan (corporate performance) juga baik.

B. SYARAT PENILAIAN KINERJA

Terdapat kurang lebih dua syarat utama yang diperlukan guna melakukan penilaian kinerja yang efektif, yaitu (1) adanya kriteria kinerja yang dapat diukur secara objektif; dan (2) adanya objektivitas dalam proses evaluasi (Gomes, 2003).

Sedangkan dari sudut pandang kegunaan kinerja itu sendiri, Sondang Siagian (2002) menjelaskan bahwa bagi individu penilaian kinerja berperan sebagai umpan balik tentang berbagai hal seperti kemampuan, keletihan, kekurangan dan potensinya yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan karirnya. Sedangkan bagi organisasi, hasil penilaian kinerja sangat penting dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan tentang berbagai hal seperti identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan, rekrutmen, seleksi, program pengenalan, penempatan, promosi, sistem balas jasa, serta berbagai aspek lain dalam proses manajemen sumber daya manusia. Berdasarkan kegunaan tersebut, maka penilaian yang baik harus dilakukan secara formal berdasarkan serangkaian kriteria yang ditetapkan secara rasional serta diterapkan secara objektif serta didokumentasikan secara sistematik.

Dengan demikian, dalam melalukan penilaian atas prestasi kerja para pegawai harus terdapat interaksi positif dan kontinu antara para pejabat pimpinan dan bagian kepegawaian

C. METODE PENILAIAN KINERJA

Terdapat beberapa metode dalam mengukur prestasi kerja, sebagaimana diungkapkan oleh Gomes (2003:137-145), yaitu :

  1. Metode Tradisional. Metode ini merupakan metode tertua dan paling sederhana untuk menilai prestasi kerja dan diterapkan secara tidak sistematis maupun sistematis. Yang termasuk kedalam metode tradisional adalah : rating scale, employee comparation, check list, free form essay, dan critical incident. (a) Rating scale. Metode ini merupakan metode penilaian yang paling tua dan banyak digunakan, dimana penilaian yang dilakukan oleh atasan atau supervisor untuk mengukur karakteristik, misalnya mengenai inisitaif, ketergantungan, kematangan, dan kontribusinya terhadap tujuan kerjanya. (b) Employee comparation. Metode ini merupakan metode penilaian yang dilakukan dengan cara membandingkan antara seorang pegawai dengan pegawai lainnya. Metode ini terdiri dari : (1) Alternation ranking : yaitu metode penilaian dengan cara mengurutkan peringkat (ranking) pegawai dimulai dari yang terendah sampai yang tertinggi berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. (2) Paired comparation : yaitu metode penilaian dengan cara seorang pegawai dibandingkan dengan seluruh pegawai lainnya, sehingga terdapat berbagai alternatif keputusan yang akan diambil. Metode ini dapat digunakan untuk jumlah pegawai yang relatif sedikit. (3) Porced comparation (grading) : metode ini sama dengan paired comparation, tetapi digunakan untuk jumlah pegawai yang relative banyak. (c) Check list. Metode ini hanya memberikan masukan/informasi bagi penilaian yang dilakukan oleh bagian personalia. (d) Freeform essay. Dengan metode ini seorang penilai diharuskan membuat karangan yang berkenaan dengan orang/karyawan/pegawai yang sedang dinilainya. (e) Critical incident Dengan metode ini penilai harus mencatat semua kejadian mengenai tingkah laku bawahannya sehari-hari yang kemudian dimasukan kedalam buku catatan khusus yang terdiri dari berbagai macam kategori tingkah laku bawahannya. Misalnya mengenai inisiatif, kerjasama, dan keselamatan.
  2. Metode Modern. Metode ini merupakan perkembangan dari metode tradisional dalam menilai prestasi kerja. Yang termasuk kedalam metode modern ini adalah : assesment centre, Management By Objective (MBO=MBS), dan human asset accounting.
  • Assessment centre. Metode ini biasanya dilakukan dengan pembentukan tim penilai khusus. Tim penilai khusus ini bisa dari luar, dari dalam, maupun kombinasi dari luar dan dari dalam.
  • Management by objective (MBO = MBS). Dalam metode ini pegawai langsung diikutsertakan dalam perumusan dan pemutusan persoalan dengan memperhatikan kemampuan bawahan dalam menentukan sasarannya masing-masing yang ditekankan pada pencapaian sasaran perusahaan.
  • Human asset accounting. Dalam metode ini, faktor pekerja dinilai sebagai individu modal jangka panjang sehingga sumber tenaga kerja dinilai dengan cara membandingkan terhadap variabel-variabel yang dapat mempengaruhi keberhasilan perusahaan.

Referensi :

Dessler, Gary. 2009. Manajemen SDM buku 1. Jakarta : Indeks

Gomes, Faustino Cardoso, Dr. 2003. MSDM. Yogyakarta : Andi

Ruky. , Ahmad. 2002. Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Siagian, Sondang. 2002. Manajemen SDM. Jakarta : Bumi Aksara.

Simanjuntak, Payaman J. 2005. Manajemen dan Evaluasi Kerja. Lembaga Penerbit FEUI, Jakarta.

About these ads

Posted on January 25, 2010, in MSDM and tagged . Bookmark the permalink. 42 Comments.

  1. maaf saya butuh teory kepemimpinan dan pengembangan kinerja

  2. pak saya mau nanya, saya sedang cari operasionalisasi konsep (OK) untuk variabel kinerja, dimensi dan indikatornya kira2 ada dibuku apa ya pak ? saya sudah cari tapi tidak ketemu buku ttg kinerja dan yang ada dimensi serta indikator yang jelas.. mohon di bantu pak :(

  3. pak.. kalau menganalisis kinerja pegawai apanya yea yg di analisa??

  4. Francisco Gusmao

    Maaf saya butuh teori kepemimpinan, kinerja, dan kepuasan kerja untuk penyusunan tesis. Thanks

  5. Francisco Gusmao

    Mohon ijin kopi untuk penulisan tesis

  6. Ass….
    Bapak bsa pesan buku nyaa payaman simanjuntak yg manajemen evaluasi kerja gk? Soalnya di gramedia yogyakarta lgi kosong. Gimana cara psenya terimakasih

  7. Klau teori tentang kinerja karyawan terhadap pelaksanaan kebijakan apa ya pak referensi bukunya?

  8. untuk teori kinerja operasional gmn pak?

  9. minta info tentang kinerja kader posyandu pak ya..makasi :)

  10. mohon ijin untuk copy referensi ya pak. terimakasih.

  11. sy ijin copy ref ya pak… trims sebelumnya
    klau teori-teori tentang komunikasi referensinya apa saja ya?
    trimakasih byk bantuannya

  12. ijin tanya referensi mengenai teori kinerja dilihat dari kinerja anggota dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat

    • kinerja layanan public..dalam konteks aparatur dikenal dengan konsep “service quality for citizen” Gaspersz (2002). Ada 10 indikator meliputi ketepatan waktu, akurasi, kesopanan, tanggung jawab, kelengkapan, kemudahan, variasi, pelayanan pribadi, kenyamanan, dan atribut pendukung layanan lainnya.

      Gasperz, V., (2002). Manajemen Kualitas Dalam Industri Jasa, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

      atau menggunakan 14 indikator dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : KEP- 25/M.PAN/2/2004 tanggal 24 Pebruari 2004 tentang Pedoman Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah

  13. Apakah gak ada teori khusus tentang kinerja?mohon petunjuknya..thx

  14. mohon petunjuk tentang judul skripsi Optimalisasi kinerja anggota sat lantas dalam menciptakan Kamtibcarlantas di wilayah lampung..buku apa aja yg bisa jd rfrensi,dan teori-teori apa aja ?terima kasih

  15. Ass…pak mohon bimbingannya…bisa kasi gambaran mengenai judul ” PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BANK SYARIAH “

  16. izin copy ya pak buat tugas akhir. makasih sebelumnya :)

  17. slamat malam pak,
    sy mnta tolong sy mau mmbuat tesis
    analisis swot dan metode confirmatori faktor analisis mengukur kinerja karyawan
    apakah bisa sy terapkan?
    thanks

  18. tolong tambah teori….

  19. bisa mesan bukunya ndak???
    tentang teori kinerja yang berhubungan dengan lingkungan kerja???

    • coba buku Simanjuntak, Payaman J. 2005. Manajemen dan Evaluasi Kerja. Lembaga Penerbit FEUI, Jakarta. (cek terbitan terbarunya…)..belum lama saya liat masih ada digramed..
      thanks

  20. mohon ijin copy ya pak sebagai bhn studi. Tks,

  21. ijin copas bang…..!

  22. minta ijin copy ya…. pa skalian share referensi daftar pustakanya (nma buku dan penerbitnya), mksh…

    • Diantaranya :
      Dessler, Gary. 2009. Manajemen SDM. Jakarta : Indeks
      Gomes, Faustino Cardoso, Dr. 2003. MSDM. Yogyakarta : Andi
      Ruky. , Ahmad. 2002. Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
      Simanjuntak, Payaman J. 2005. Manajemen dan Evaluasi Kerja. Lembaga Penerbit FEUI, Jakarta.
      Siagian, Sondang. 2002. Manajemen SDM. Jakarta : Bumi Aksara.

  23. sy minta ijin copy y,sebelumnya,makasih

  24. Salam sejahtera pak, bila bapak berkenan bisakah dishare nama buku dan penerbitnya pak? Atau bapak ada referensi pengaran lain mengenai teori-teori kinerja Saya ingin mencari bukunya nanti di perpustakaan UI.
    Terima kasih atas tanggapannya

    Regards

    • dibagian profil saya ada daftar buku…
      bapak tinggal cocokkan dengan nama kutipan yang ada diartikel di atas…
      Misal…Payaman Simanjuntak (2005:1) : …….
      Simanjuntak, Payaman J. 2005. Manajemen dan Evaluasi Kerja. Lembaga Penerbit FEUI, Jakarta.
      dst

      Buku lain bisa pake
      Veithzal Rivai & Ahmad Fawzi Mohd Basri. 2005. Performance Appraisal Sistem Yang Tepat Untuk Menilai Kinerja Karyawan Dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan.. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

      Anwar Prabu Mangkunegara. 2005. Evaluasi Kinerja. Bandung : Refika Aditama

      thanks

      • Terima kasih banyak pak atas bantuan informasinya, mohon maaf sudah sangat merepotkan.Semoga bapak dirahmati oleh Tuhan yang Maha Kuasa, amien.

  25. Siapa ya nama penulisnya ? Mohon infox

  26. tolong share ya buku tentang kinerja… karangan n penerbit’y… mksihhh :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: