Uji Validitas dan Reliabilitas SPSS 15

A. VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Reliabilitas adalah ukuran yang menujukkan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian keperilakukan mempunyai keandalan sebagai alat ukur, diantaranya di ukur melalui konsistensi hasil pengukuran dari waktu ke waktu jika fenomena yang diukur tidak berubah (Harrison, dalam Zulganef, 2006). Sementara validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti (Cooper dan Schindler, dalam Zulganef, 2006)

Penelitian memerlukan data yang betul valid dan reliabel. Dalam rangka urgensi ini, maka kuesioner sebelum digunakan sebagai data penelitian primer, terlebih dahulu diujicobakan ke sampel uji coba penelitian. Uji coba ini dilakukan untuk memperoleh bukti sejauh mana ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya

Definisi validitas dan reliabilitas dapat dilihat di sini

B. CONTOH KASUS

Akan di uji validitas dan reliabilitas variabel kepuasan kerja. Variabel ini berjumlah 5 indikator yang diadaptasi dari Intrinsic factor dari teori dua factor Herzberg meliputi pekerjaan itu sendiri, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain.

Skala yang digunakan adalah skala Likert 1 – 5 dengan jumlah sampel sebanyak 30. Setelah angket ditabulasi maka diperoleh data sbb (Data Reliabilitas)

C. PENYELESAIAN

Tahap 1. Analisis Faktor

Klik Analyze – Data Reduction – Factor

Masukkan seluruh pertanyaan ke box “Variables”

Klik Desctiptive – Aktifkan KMO and Bartlett’s Test of Specirity dan Anti-Image

Klik Rotation : Aktifkan Varimax

Hasil Analisis Faktor

Nilai KMO sebesar 0.840 menandakan bahwa instumen valid karena sudah memenuhi batas 0.50 (0.840 > 0.50)

Korelasi anti image menghasilkan korelasi yang cukup tinggi untuk masing-masing item, yaitu 0.850 (X1), 0.791 (X2), 0.856 (X3), 0.956 (X4) dan 0.804 (X5). Dapat dinyatakan bahwa 5 item yang digunakan untuk mengukur konstruk kepuasan instrinsik memenuhi kriteria sebagai pembentuk konstak.

Output ketiga adalah Total variance Explained menunjukkan bahwa dari 5 item yang digunakan, hasil ekstraksi SPSS menjadi 1 faktor dengan kemampuan menjelaskan konstak sebesar 72.132% .

Dengan melihat component matrix terlihat bahwa seluruh item meliputi pekerjaan itu sendiri (x1), keberhasilan yang diraih (x2), kesempatan bertumbuh (x3), kemajuan dalam karier (x4) dan pengakuan orang lain (x5) memiliki loading faktor yang besar yaitu di atas 0.50. Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa 5 item valid.

Tahap 2

Pilih Analyze > Scale > Reliability Analysis

Masukkan semua variabel (item 1 s/d 5) ke kotak items

Klik Kotak Statistics, lalu tandai ITEM, SCALE, dan SCALE IF ITEM DELETED pada kotak DESCRIPTIVES FOR > Continue

Klik OK

Maka akan tampil output sebagai berikut :

D. INTERPRETASI

Reliabilitas

Sekaran (dalam Zulganef, 2006) yang menyatakan bahwa suatu instrumen penelitian mengindikasikan memiliki reliabilitas yang memadai jika koefisien alpha Cronbach lebih besar atau sama dengan 0,70. Sementara hasil uji menunjukkan koef cronbach alpha sebesar 0.900, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel ini adalah reliabel.

Analisis Item

Dalam prosedur kontruksi atau penyusunan test, sebelum melakukan estimasi terhadap reliabilitas dan validitas, dilakukan terlebih dahulu prosedur aitem yaitu dengan menguji karakteristik masing-masing item yang akan menjadi bagian test yang bersangkutan. Aitem-aitem yang tidak memenuhi persyaratan tidak boleh diikutkan sebagai bagian dari test. Pengujian reliabilitas dan validitas hanya layak dilakukan terhadap kumpulan aitem-aitem yang telah dianalisis dan diuji.

Beberapa teknik seleksi yang biasanya dipertimbangkan dalam prosedur seleksi adalah koefisien korelasi item-total, indeks reliabilitas item, dan indeks validitas item. Pada tes yang dirancang untuk mengungkap abilitas kognitif dengan format item pilihan ganda, masih ada karakteristik item yang seharusnya juga dianalisis seperti tingkat kesukaran item dan efektivitas distraktor.

Salah satu parameter fungsi pengukuran item yang sangat penting adalah statistic yang memperlihatkan kesesuaian antara fungsi item dengan fungsi tes secara keseluruhan yang dikenal dengan istilah konsistensi item-total. Dasar kerja yang digunakan dalam analisis item dalam hal ini adalah memilih item-item yang fungsi ukurnya sesuai dengan fungsi ukur test seperti dikehendaki penyusunnya. Dengan kata lain adalah memilih item yang mengukur hal yang sama dengan apa yang diukur oleh tes secara keseluruhan.

Pengujian keselarasan fungsi item dengan fungsi ukur tes dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi antara distribusi skor pada setiap item dengan distribusi skor toral tes itu sendiri. Prosedur ini akan menghasilkan koefisien korelasi item total (r it) yang juga dikenal dengan sebutan parameter daya beda item.

Penjelasan Corrected item-total correlation dapat anda baca lebih dalam di Paper :

George W. Bohrnstedt . A Quick Method for Determining the Reliability and Validity of Multiple-Item Scale. American Sociological Review, Vol. 34, No. 4 (Aug., 1969), pp. 542-548

atau dibuku Robert B. Burns, Richard Burns, Robert P Burns. “Business Research Methods and Statistics Using SPSS”,  p. 430

Tentang Cronbach Alpha

Cronbach’s alpha is a measure of internal consistency, that is, how closely related a set of items are as a group.  A “high” value of alpha is often used (along with substantive arguments and possibly other statistical measures) as evidence that the items measure an underlying (or latent) construct. However, a high alpha does not imply that the measure is unidimensional. If, in addition to measuring internal consistency, you wish to provide evidence that the scale in question is unidimensional, additional analyses can be performed. Exploratory factor analysis is one method of checking dimensionality. Technically speaking, Cronbach’s alpha is not a statistical test – it is a coefficient of reliability (or consistency).

Source : http://www.ats.ucla.edu/stat/spss/faq/alpha.html

Didasarkan pada penjelasan di atas, maka penggunaan cronbach alpha bukanlah satu-satunya pedoman untuk menyatakan instrumen yang digunakan sudah reliabel. Untuk mengecek unidimensional pertanyaan diperlukan analisis tambahan yaitu ekplanatory factor analysis.

Teknik Yang Lebih Akurat Untuk Mengukur Validitas dan Reliabilitas

Untuk teknik yang lebih akurat untuk menguji validitas dan reliabilitas adalah analisis faktor konfirmatory. Menurut Joreskog dan Sorbom (1993), CFA digunakan untuk menguji “theoritical or hypotesical concepts, or contruct, or variables, which are not directly measurable or observable”.

Penjelasan Hair, dkk (2006) mengenai CFA adalah :

“CFA is way of testing how well measured variables represent a smaller number of contruct…CFA is used to provide a confirmatory test of our measurement theory. A Measurement theory specifies how measured variables logically and systematically represent contruct involved in a theoretical model. In Order words, measurement theory specifies a series relationships that suggest how variables represent a latent contruct that is non measured directly” (dalam Kusnendi, 2008:97).

Penjelasan CFA lihat di sini

Referensi :

Kusnendi. 2008. Model_Model Persamaan Struktural. Bandung : Alfabeta, p.94

Zulganef. 2006. Pemodelan Persamaan Struktur dan Aplikasinya menggunakan AMOS 5. Bandung : Pustaka

Contoh-Contoh Pengujian dan Artikel Penting : 

Analisis faktor dengan SPSS

CFA dengan LISREL

Eksternal Link

Psychometric testing OA pain measure by Hawker, GA, dkk

Development and Psychometric Evaluation of the Impact of Health Information Technology (I-HIT) Scale by Patricia C Dykes, dkk

Construct Validity: Advances in Theory and Methodology by Milton E. Strauss, Gregory T. Smith

KOMENTAR PILIHAN

== 01

Dari Pak. Wahyu, Yogyakarta.

Referensi mengenai psikometri menyarankan bahwa sebelum menghitung r-it sebagai koefisien validitas aitem, skor tes harus dibuktikan valid terlebih dahulu, karena bisa saja butir memiliki r-it tinggi, akan tetapi tidak valid dalam mengukur.

Referensi
Fishman, J.A., & Galguera, T. (2003). Introduction to Test Construction in the Social and Behavioral Sciences: A Practical Guide. Lanham, MD: Rowman & Littlefield Publishers, Inc. [page 64]

Penjelasan Lengkap bisa di dilihat disini

Terimakasih atas masukan dari Pak Wahyu.

== 02

Dari Pak Suresh Kumar di Jakarta

Dari berbagai sumber referensi karangan pengarang Indonesia, uji validasi selalu menggunakan pearson. Sewaktu saya mengirim paper saya dengan uji validasi pearson ke Conference International di Bangkok, ditolak dengan catatan factor analysis yang tepat untuk menguji validasinya. Untuk itu saya harus melakukan major revisi sebelum diterima oleh mereka.
Lalu saya coba membaca referensi dari luar, seperti Hair, Malhotra, Sekaran, Babin, selain mereka menjelaskan apa itu validasi tdk satupun mengatakan untuk menggunakan pearson. Factor analysis disebut dalam Sekaran sbg alat uji validasi. Biasanya saya menggunakan FA jika terdapat Multicollinearity dalam Multiple Regression.

Terimakasih atas sharing dari pak Suresh Kumar, semoga menjadi perhatian dari author2 buku yang ada sekarang

==

About these ads

Posted on December 22, 2010, in Reliabilitas dan Validitas and tagged , , . Bookmark the permalink. 175 Comments.

  1. jika sampel kita 14, bisa gk pnelitian kita kuantitatif dan bagaimana cara pengujiannya??? mhn di bls ya sir

  2. mas kalo pake analisis Multi Dimensional Scaling harus pake uji validitas dan uji reliabilitas jg ?

  3. misi bapak saya mau konsultasi tentang uji validitas angket,
    saya punya soal angket 20, saya uji validitas angket berkali2 tapi saya uji ke-20 soal itu setiap pengujian, dengan catatan soal yang tadinya tidak valid saya perhalus dulu bahasanya baru saya gunakan,
    apakh boleh? kalau boleh knpa? adakah sumber bukunya?
    apakh alsan koresponden bs saya jadikan sbg salah satu dasar untuk pngujian berulang kali itu?
    mksh…

  4. misi bapak mau tanya tentang uji validitas angket, apakah bisa uji validitas angkrt dilakukan berkali-kali? knpa bisa pak?mksh…

  5. maaf pak, numpang sharing..
    penelitian sy mengambil sampel sebanyak 417 org. namun hasil belajar siswa sampel yang sy peroleh tdk berdistribusi normal (dimanipulasi pun tetap tdk bisa normal). mohon solusinya pak

  6. bapak, saya mengambil studi populasi dengan responden 19 orang. sedangkan butir kuesioner saya hanya 20 soal, apakah hal ini tidak masalah?
    dan adakah cara agar butir soal yang tidak valid menjadi valid?
    terimakasih bantuannya.. :)

    • Bermasalah..untuk menguji validitas item dengan analisis faktor..dibutuhkan minimal 5 – 10 observasi per item…or minimal 50 observasi (Hair, dkk, 2006)

  7. saya mau tanya pak. kalau item pertanyaan dalam kuisioner benar,salah dan tidak tahu. bagaimana cara pemberian skornya? apakah jawaban benar mendapatkan skor 1, jawaban salah dan tidak tahu mendapatkan skor 0?

  8. Pak saya mw tanya:
    Uji validitas untuk angket semi terbuka itu bgmna ya ? mhon penjelasannya pak ? mkasih

    • jika tertutup..diberikan pilihan jawaban..
      jika terbuka…responden diberikan keleluasaan untuk menjawab (kualitatif)
      jika semi terbuka/tertutup…(mungkin) diberikan pilihan jawaban dengan tambahan komentar dari responden…

  9. bagaimana ya cara uji validitas dan reliabilitas dengan spss amos?

  10. saya mau tanya pak, butir-butir pertanyaan di kuesioner sudah valid semua, tetapi ada yang tidak reliabel?mengapa tidak reliabel?dan bagaimana solusinya ya pak

  11. Saya mau tanya seperti diatas, jumlah sampel saya 32 orang. dosen menyarankan saya uji validitas sebanyak 5 orang apa dibenarkan pak? terus aturan teori pengambilan jumlah sampel dalam uji validitas seperti apa pak? n bagaimana cara menentukan r tabelx.
    terima kasih.

  12. maaf pek saya mau tanya saya skrg lg nyusun skripsi judulnya Hubungan PHBS ibu dengan frekuensi penyakit diare pada bali, saya bingung pak dengan uji validitas kira” berapa ya pak bila sempel’y 73 org pak?
    mohon di jawaban’y pak… makasiih

  13. Muhammad Bayhaqi

    Pak!
    Saya ingin bertanya, jikalau sampel uji validitas nya 20 orang kira-kira referensinya ada dibuku siapa ya Pak?
    Mohon bantuannya.
    Trim’s.

  14. Pak.. Saya mau nanya.. apabila Responden populasi saya ada 350 orang, dan sampelnya 78 orang. Apakah untuk uji validitas dan reliabilitas menggunakan 30 Sampel diluar 78 orang tersebut didalam populasi Yg 350 orang?..
    Responden saya itu adalah nasabah bank

  15. mas sya mau tanya berapa kali dalam pengujian validitas data jika 2 kali pengujian masih sja ada pertanyaan yg tidak valid apakah harus di uji lagi sampe valid semua atau hanya 2 kali pengujian sja? tolong penjelasan…. trims…

    • idealnya memang diuji sampai memenuhi validitas dan reliabilitas…(tidak ada hubungannya dengan berapa kali jumlah pengujiannya..)…
      ada dua alternatif untuk kasus seperti ini :
      1. drop item yang tidak valid; atau
      2. perbaiki dan ujicoba lagi..

      • jadi jika sya menguji validitas smpai 4 kali pengujian tidak apa” kan mas smpai valid?
        sya mau tya lagi mas tentang df, judul penelitian sya pengaruh TQM dan Partisipasi Penganggaran terhadp kinrja manajerial sedangkan sampel sya berjumlah 32 responden, sya pernah baca d’artikel” df = n – k, dmna n : jumlah sampel dan k : jmlah variabel, jdi df dari penelitian sya df = 32 – 3 = 29, sedangkan dari penelitian terdahulu sya dengan 31 responden 31, df = 31- 2 = 29, jadi yang benar mana?
        tolong penjelasannya…

        • df itu untuk apa ya ?..
          boleh tau..teknik yang anda gunakan untuk uji validitas apa ?..dan jumlah item pertanyaan yang diuji ada berapa ??

          • df = degree of freedom untuk mencari r tabel, 12 item pertanyaan untuk pertyaan TQM, 6 untuk partisipasi penganggaran dan 8 Kinerja, akan tetapi untuk Partisipasi dan kinerja sudah valid semua dalam pengujian validitas pertama, sedangkan TQM pengujian I-IV Baru valid 5 item pertanyaan. teknik menggunakan corrected item-total correlation. mohon penjelasannya lagi pak… :)

            • lakukan uji validitas dengan analisis faktor mas..corrected-item total itu cenderung akan kecil jika itemnya bersifat multidimensi. Sebagai catatatan, corrected item-total bukan teknik untuk menguji validitas…thanks

  16. selamat pagi pak..maaf sy mau tany..
    mengenai validitas dengan membandingkan r hitung dan r tabel itu menggunakan teori ny siapa y pak..krn sy takut nanti akn ditanyakn ketika ujian..terimakasih
    mohon secepatny dibalas..

  17. Pak permisi mau tanya dong.
    Macam macam parameter untuk melihat sebuah data reliabel dan validitas kan ada banyak, itu biasa pakai apa saja pak? kenapa kok bapak pakai cronbach alpha? lalu lebih dahulu mana cek reliabel dengan validitas?

    • memang ada banyak teknik…dan CA adalah salah satu teknik yang paling populer untuk uji reliabilitas dan sesuai dengan data yang saya contohkan (internal concistency)..selain itu ada spearman brown, rulon, KR, etc..
      begitu pula dengan validitas konstrak..yang saya contohkan menggunakan analisis faktor..yang lain seperti MT-MM bisa juga digunakan..
      mana yang lebih dahulu ?..jika menggunakan CFA, validitas terlebih dahulu, baru kemudian reliabilitas dihitung dari loading faktor..

  18. Salam Pak HEndry,
    Kalau boleh berdiskusi sedikit.
    Dari berbagai sumber referensi karangan pengarang Indonesia, uji validasi selalu menggunakan pearson. Sewaktu saya mengirim paper saya dengan uji validasi pearson ke Conference International di Bangkok, ditolak dengan catatan factor analysis yang tepat untuk menguji validasinya. Untuk itu saya harus melakukan major revisi sebelum diterima oleh mereka.
    Lalu saya coba membaca referensi dari luar, seperti Hair, Malhotra, Sekaran, Babin, selain mereka menjelaskan apa itu validasi tdk satupun mengatakan untuk menggunakan pearson. Factor analysis disebut dalam Sekaran sbg alat uji validasi. Biasanya saya menggunakan FA jika terdapat Multicollinearity dalam Multiple Regression.
    Permasalahannya sekarang, mahasiswa pada saat menulis skripsi selalu menggunakan pearson, apakah saya harus meminta mereka untuk menggantinya dengan FA atau tetap saja menggunakan Pearson? Seberapa jauh keabsahan penggunaaan uji validasi dengan pearson didunia internasional? Kenapa banyak buku terbitan dalam negeri menggunakan pearson sbg alat uji validasi?
    Terima Kasih.

    • Ya benar pak..
      Di buku Saifuddin Azwar. 2012. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, juga dijelaskan mengenai korelasi item-total ini sebagai analisis item (bukan uji validitas)..dan bahasan ini juga ada di Sekaran (2006)..

      jika ditanyakan berapa banyak buku yang menggunakan korelasi ini untuk uji validitas..ada banyak sekali pak..bahkan kadang jika ada mahasiswa yang saya sarankan menggunakan FA justru ditolak oleh dosennya…

      Kebetulan..saya juga mengoleksi beberapa buku psikometrik seperti Nunnally (psychometric theory), Urbina (Psychological testing), Marnat (handbook of psychological testing) memang samasekali tidak menggunakan korelasi ini sebagai uji validitas..jadi kesimpulannya adalah uji validitas yang tepat adalah menggunakan analisis faktor…

      Jika bapak sebagai dosen pembimbing..maka mulai arahkan mahasiswa untuk menggunakan analisis faktor…

      Tulisan saya tentang itu ada di http://teorionline.net/analisis-item-korelasi-item-total/

  19. APakah skala guttman bisa pake pilihan jawaban benar, salah, dan tidak tahu?Tapi skornya tetap 1 untuk jwbn benar, dan 0 untuk jwbn salah dan tidak tahu
    mhon pnjelasannya

  20. mohon maaf mas saya numpang tanya. untuk uji validitas saya biasanya menerapkan yang pendapat dari sugiyono yaitu r kritis 0.3. pertanyaan saya apakah kalo di skripsinya sudah dicantumkan rhitung > r tabel berarti saya tidak bisa menerapkan kriteria 0.3? lebih sahih mana antara pendapat sugiyono dengan r hitung > r tabel. mohon pencerahannya dipercepat yaaa

  21. maaf saya mau tanya…..kalau semua soal ngket valid, bisakah digunakan untuk penelitian semua…trimakasih

  22. pak,,mohon bantuanyya,,,
    untuk melihat / membaca output dr uji validitas product moment gimana??soalnya byk angka,,,angka mana yg bisa diambil dan dikategorikan valid/tidak valid,,,
    saya bingung pakk,,nuhunn

  23. Pak, saya mau nanyak. sebelumnya maap mrepotkan
    saya bingung kalau pake KR-21 itu skalanya apa di spss. apa guttman yah?
    makasiiiiii ;)

  24. pak saya mau tanya jumlah minimal responden untuk uji validitas berapa?

  25. Oke…Terima kasih Pak Hendri atas jawaban sebelumnya. Saya mau tanya lagi, Analisis faktor apa yg saya harus gunakan untuk variabel self-efficacy (1 variabel) dan 3 dimensi. Trus, bagaimana cara analisis klo pakai SPSS?

    Terima kasih banyak Pak Hendry.

  26. Pak Hendry, saya udah ujicoba skala 70 item (30 Fav dan 30 Unfav). Setelah uji reliablitas (korelasi item total), 8 item unfav bernilai korelasi di bawah 0,30. Pertanyaan saya:
    !. Apakah cuman 8 item dg nilai dio bawah 0,30 itu saja yg dihilangkan atau termasuk 8 item Favorabelnya. Sehingga total item yg dihilangkan 16, begitu?
    2. Bagimana validitasnya?
    3. Apakah setelah uji reliabilitas dan validitas harus pula analisis faktor konfirmatory?

    Terima kasih Pak Hendry?

  27. Pak Hendry, saya udah uji coba skala psikologi 70 item. Setelah uji reliablitas dg menggunakan korelasi item-total. ada 8 item unfavorabel yg nilainya berada di bawah o,30. Apkah 8 item itu saja yg harus dihilangkan atau termasuk dg 8 item favorabelnya. (sehingga total item yg hrs dihilangkan berjmlah 16), begitu?

    Trus bagimana uji validitasnya, pak? Terima kasih banyak pak?

  28. Pak, saya sedang menyusun skripsi. Angket yang saya buat, itemnya kok hampir tidak valid semua. Yg pertma dari 30 item yg valid cm 8. Kmdian Sy buat angket lagi, tapi hasilnya dari 24 item, yg valid cm 2. Gimana ya pak solusinya? Saya bingung sekali. Mohon bantuannya.

  29. Pak Hendry, mohon bantuan. Untuk uji coba skala psikologi harus beraoa subyerapa subyek yg diuji coba. Jumlah item 70 (30 favorable n 30 unfavorabel). Penelitiane komparasi dg sampel responden A = 269 org dan responden B = 148. Apkah cukup klo sy hanya uji coba skala pada 30 responde A dan 30 responden B? Mohn penjelasan mas bro.

    • jika menggunakan analisis faktor..minimal observasinya 50 mas bro..
      angka itu adalah angka minimal dan menurut saya dapat dijadikan patokan untuk ujicoba…

  30. malam pak, maaf mengganggu, saya ingin meminta tolong bagaimana caranya biar seluruh item angket saya valid. saya sedang menyusun skripsi dengan judul hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa, dengan total responden sebesar 48 siswa, dan angket dengan jumlah soal 20 item. saya sudah coba mengolah data yg di dapatkan setelah menyebar angket menggunakan SPSS 15, namun ternyata ada 7 item yang invalid, saya jd bingung. bisa tolong bantu saya agar angkat saya valid smw, atw beri saya contoh tabel validitas dn reliabiltas yang seluruhnya (20 item) valid. mohon bantuaannya pak..
    bisa hubungi saya di kymoet_091@yahoo.co.id.

    thanks banget yaaa pak…

    moga makin sukses.. amin :)

  31. assalamualaikum wrwb..
    pak ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan.. valid atau reliabel nya kuesioner itu apakah pengaruh dari jumlah item kuesionernya? apa pengaruhnya berasal dari poin dari item kuesioner?

    pertanyaan selanjutnya, untuk analisis multidimensional scalling(MDS) ada gak tutorialnya? dan apkah MDS itu bisa digunakan untuk 1 objek saja? tidak membandingkan dengan 2 atau 3 objek lainnya.
    terimakasih sebelumnya..
    wassalam

  32. saya nanda… mw tanya, kalau sampel penelitiannya 95 lebih baik sampel buat validitasnya berapa? 20? 25? atau 30???? terima kasih

  33. terima kasih buat penjelasan uji validitas dan reliabilitas

  34. dear mr Hendry,
    mau tanya apakah nilai standar menurut rujukan sugiyono uji validitas harus > 0,30 , dan uji realibilitas > dar 0.70 bisa di pakai dalam penelitian ?

    mohon pencarahannya yaa pak

    • ya..menurut pendapat Sugiyono (2007:143), bila harga korelasi di bawah 0.30 (dalam hal ini adalah korelasi item – total) maka disimpulkan item tsb tdk valid…tapi harap diperhatikan juga catatan di bawah mengenai korelasi item-total ini…

      Untuk reliabilitas (cronbach alpha)
      Angka cronbach alpha pada kisaran 0.70 adalah dapat diterima, di atas 0.80 baik (Sekaran, 2006). Sejalan dengan pendapat beberapa ahli seperti Nunnally (1978, p. 245-246) yaitu : untuk Preliminary research direkomendasikan sebesar 0.70, untuk basic research 0.80 dan applied research sebesar 0.90 -0.95. Kaplan dan Saccuzo, (1982:106) merekomendasikan nilai cronbach alpha sebesar 0.7 – 0.8 untuk basic research, dan 0.95 untuk applied research.
      Lebih lengkap lihat di http://teorionline.net/reliabilitas-instrumen/

  35. untuk mudah lebih praktis gimana caranya

  36. aslkm,,pak saya mike,,, skrg lgi ngolah data pke regresi berganda dgn data skala likert,, nah untuk variabel2nya yg diregresikan tu pakai nilai rat-rata atau totalnya.. terima kasih..

  37. pak… bisa bantu saya.. saya bingung dalam menentukan vailidnya suatu kuesioner….
    mohon bantuannya.

  38. Saya ingin bertanya, dalam tesis saya, memiliki variabel bebas X1 dan X2 dan variabel terikat Y. Sampel saya 100 orang. Benarkah jika saya mengisi X1 di spss 17, jumlah X1 dengan 36 pertanyaan, pada sampel orang pertama di total jumlah skornya dan begitu seterusnya sampai kepada 100 orang ? Terimakasih Pak.

  39. pak, saya mau bertanya…
    saya menggunakana kuesioner dengan cara responden akan merenking semua kombinasi yaitu 1 – 18 ….
    misalkan responden pertama mrenking seperti : 3 2 1 5 4 7 9 11 18 17 15 …….. (pokonya dari 1-18 )
    begitu juga dengan responden yang lain …

    kalau saya menggunakan alpha cronbach untuk mencari reliabilitasnya, maka hasilnya salah karna semua jumlah 1+2+..+18 = 171 (sama semua antara responden)..
    begitu juga kalau menggunakan spss, variance = 0, dan salah(warning)

    saya mau bertanya apa yang harus saya lakukan apabila uji reliabiliatasnya kalau input data saya merenking seperti itu???

  40. Pak,
    jumlah sampel pnlitian saya sebesar 100 orang.
    jika ktika saya menyebarkan kuesioner dan sudah terkumpul sebanyak 30 responden,saya uji coba dulu.kalo ok,saya lanjutkan kuesioner.

    pertanyaannya
    1.kalo tdk ok,apa yg hrus diperbaiki?
    tdk ok dlm artian tdk valid n tdk reliabel
    2.kalo ok,saya lanjutkan dan blhkah 30 org tsb saya jadikan sampel pnltian dan saya hanya menyebarkan 70 kuesioner lg?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: