Uji Validitas dan Reliabilitas SPSS 15

A. VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Reliabilitas adalah ukuran yang menujukkan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian keperilakukan mempunyai keandalan sebagai alat ukur, diantaranya di ukur melalui konsistensi hasil pengukuran dari waktu ke waktu jika fenomena yang diukur tidak berubah (Harrison, dalam Zulganef, 2006). Sementara validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti (Cooper dan Schindler, dalam Zulganef, 2006)

Penelitian memerlukan data yang betul valid dan reliabel. Dalam rangka urgensi ini, maka kuesioner sebelum digunakan sebagai data penelitian primer, terlebih dahulu diujicobakan ke sampel uji coba penelitian. Uji coba ini dilakukan untuk memperoleh bukti sejauh mana ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya

Definisi validitas dan reliabilitas dapat dilihat di sini

B. CONTOH KASUS

Akan di uji validitas dan reliabilitas variabel kepuasan kerja. Variabel ini berjumlah 5 indikator yang diadaptasi dari Intrinsic factor dari teori dua factor Herzberg meliputi pekerjaan itu sendiri, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain.

Skala yang digunakan adalah skala Likert 1 – 5 dengan jumlah sampel sebanyak 30. Setelah angket ditabulasi maka diperoleh data sbb (Data Reliabilitas)

C. PENYELESAIAN

Tahap 1. Analisis Faktor

Klik Analyze – Data Reduction – Factor

Masukkan seluruh pertanyaan ke box “Variables”

Klik Desctiptive – Aktifkan KMO and Bartlett’s Test of Specirity dan Anti-Image

Klik Rotation : Aktifkan Varimax

Hasil Analisis Faktor

Nilai KMO sebesar 0.840 menandakan bahwa instumen valid karena sudah memenuhi batas 0.50 (0.840 > 0.50)

Korelasi anti image menghasilkan korelasi yang cukup tinggi untuk masing-masing item, yaitu 0.850 (X1), 0.791 (X2), 0.856 (X3), 0.956 (X4) dan 0.804 (X5). Dapat dinyatakan bahwa 5 item yang digunakan untuk mengukur konstruk kepuasan instrinsik memenuhi kriteria sebagai pembentuk konstak.

Output ketiga adalah Total variance Explained menunjukkan bahwa dari 5 item yang digunakan, hasil ekstraksi SPSS menjadi 1 faktor dengan kemampuan menjelaskan konstak sebesar 72.132% .

Dengan melihat component matrix terlihat bahwa seluruh item meliputi pekerjaan itu sendiri (x1), keberhasilan yang diraih (x2), kesempatan bertumbuh (x3), kemajuan dalam karier (x4) dan pengakuan orang lain (x5) memiliki loading faktor yang besar yaitu di atas 0.50. Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa 5 item valid.

Tahap 2

Pilih Analyze > Scale > Reliability Analysis

Masukkan semua variabel (item 1 s/d 5) ke kotak items

Klik Kotak Statistics, lalu tandai ITEM, SCALE, dan SCALE IF ITEM DELETED pada kotak DESCRIPTIVES FOR > Continue

Klik OK

Maka akan tampil output sebagai berikut :

D. INTERPRETASI

Reliabilitas

Sekaran (dalam Zulganef, 2006) yang menyatakan bahwa suatu instrumen penelitian mengindikasikan memiliki reliabilitas yang memadai jika koefisien alpha Cronbach lebih besar atau sama dengan 0,70. Sementara hasil uji menunjukkan koef cronbach alpha sebesar 0.900, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel ini adalah reliabel.

Analisis Item

Dalam prosedur kontruksi atau penyusunan test, sebelum melakukan estimasi terhadap reliabilitas dan validitas, dilakukan terlebih dahulu prosedur aitem yaitu dengan menguji karakteristik masing-masing item yang akan menjadi bagian test yang bersangkutan. Aitem-aitem yang tidak memenuhi persyaratan tidak boleh diikutkan sebagai bagian dari test. Pengujian reliabilitas dan validitas hanya layak dilakukan terhadap kumpulan aitem-aitem yang telah dianalisis dan diuji.

Beberapa teknik seleksi yang biasanya dipertimbangkan dalam prosedur seleksi adalah koefisien korelasi item-total, indeks reliabilitas item, dan indeks validitas item. Pada tes yang dirancang untuk mengungkap abilitas kognitif dengan format item pilihan ganda, masih ada karakteristik item yang seharusnya juga dianalisis seperti tingkat kesukaran item dan efektivitas distraktor.

Salah satu parameter fungsi pengukuran item yang sangat penting adalah statistic yang memperlihatkan kesesuaian antara fungsi item dengan fungsi tes secara keseluruhan yang dikenal dengan istilah konsistensi item-total. Dasar kerja yang digunakan dalam analisis item dalam hal ini adalah memilih item-item yang fungsi ukurnya sesuai dengan fungsi ukur test seperti dikehendaki penyusunnya. Dengan kata lain adalah memilih item yang mengukur hal yang sama dengan apa yang diukur oleh tes secara keseluruhan.

Pengujian keselarasan fungsi item dengan fungsi ukur tes dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi antara distribusi skor pada setiap item dengan distribusi skor toral tes itu sendiri. Prosedur ini akan menghasilkan koefisien korelasi item total (r it) yang juga dikenal dengan sebutan parameter daya beda item.

Penjelasan Corrected item-total correlation dapat anda baca lebih dalam di Paper :

George W. Bohrnstedt . A Quick Method for Determining the Reliability and Validity of Multiple-Item Scale. American Sociological Review, Vol. 34, No. 4 (Aug., 1969), pp. 542-548

atau dibuku Robert B. Burns, Richard Burns, Robert P Burns. “Business Research Methods and Statistics Using SPSS”,  p. 430

Tentang Cronbach Alpha

Cronbach’s alpha is a measure of internal consistency, that is, how closely related a set of items are as a group.  A “high” value of alpha is often used (along with substantive arguments and possibly other statistical measures) as evidence that the items measure an underlying (or latent) construct. However, a high alpha does not imply that the measure is unidimensional. If, in addition to measuring internal consistency, you wish to provide evidence that the scale in question is unidimensional, additional analyses can be performed. Exploratory factor analysis is one method of checking dimensionality. Technically speaking, Cronbach’s alpha is not a statistical test – it is a coefficient of reliability (or consistency).

Source : http://www.ats.ucla.edu/stat/spss/faq/alpha.html

Didasarkan pada penjelasan di atas, maka penggunaan cronbach alpha bukanlah satu-satunya pedoman untuk menyatakan instrumen yang digunakan sudah reliabel. Untuk mengecek unidimensional pertanyaan diperlukan analisis tambahan yaitu ekplanatory factor analysis.

Teknik Yang Lebih Akurat Untuk Mengukur Validitas dan Reliabilitas

Untuk teknik yang lebih akurat untuk menguji validitas dan reliabilitas adalah analisis faktor konfirmatory. Menurut Joreskog dan Sorbom (1993), CFA digunakan untuk menguji “theoritical or hypotesical concepts, or contruct, or variables, which are not directly measurable or observable”.

Penjelasan Hair, dkk (2006) mengenai CFA adalah :

“CFA is way of testing how well measured variables represent a smaller number of contruct…CFA is used to provide a confirmatory test of our measurement theory. A Measurement theory specifies how measured variables logically and systematically represent contruct involved in a theoretical model. In Order words, measurement theory specifies a series relationships that suggest how variables represent a latent contruct that is non measured directly” (dalam Kusnendi, 2008:97).

Penjelasan CFA lihat di sini

Referensi :

Kusnendi. 2008. Model_Model Persamaan Struktural. Bandung : Alfabeta, p.94

Zulganef. 2006. Pemodelan Persamaan Struktur dan Aplikasinya menggunakan AMOS 5. Bandung : Pustaka

Contoh-Contoh Pengujian dan Artikel Penting : 

Analisis faktor dengan SPSS

CFA dengan LISREL

Eksternal Link

Psychometric testing OA pain measure by Hawker, GA, dkk

Development and Psychometric Evaluation of the Impact of Health Information Technology (I-HIT) Scale by Patricia C Dykes, dkk

Construct Validity: Advances in Theory and Methodology by Milton E. Strauss, Gregory T. Smith

KOMENTAR PILIHAN

== 01

Dari Pak. Wahyu, Yogyakarta.

Referensi mengenai psikometri menyarankan bahwa sebelum menghitung r-it sebagai koefisien validitas aitem, skor tes harus dibuktikan valid terlebih dahulu, karena bisa saja butir memiliki r-it tinggi, akan tetapi tidak valid dalam mengukur.

Referensi
Fishman, J.A., & Galguera, T. (2003). Introduction to Test Construction in the Social and Behavioral Sciences: A Practical Guide. Lanham, MD: Rowman & Littlefield Publishers, Inc. [page 64]

Penjelasan Lengkap bisa di dilihat disini

Terimakasih atas masukan dari Pak Wahyu.

== 02

Dari Pak Suresh Kumar di Jakarta

Dari berbagai sumber referensi karangan pengarang Indonesia, uji validasi selalu menggunakan pearson. Sewaktu saya mengirim paper saya dengan uji validasi pearson ke Conference International di Bangkok, ditolak dengan catatan factor analysis yang tepat untuk menguji validasinya. Untuk itu saya harus melakukan major revisi sebelum diterima oleh mereka.
Lalu saya coba membaca referensi dari luar, seperti Hair, Malhotra, Sekaran, Babin, selain mereka menjelaskan apa itu validasi tdk satupun mengatakan untuk menggunakan pearson. Factor analysis disebut dalam Sekaran sbg alat uji validasi. Biasanya saya menggunakan FA jika terdapat Multicollinearity dalam Multiple Regression.

Terimakasih atas sharing dari pak Suresh Kumar, semoga menjadi perhatian dari author2 buku yang ada sekarang

==

About these ads

Posted on December 22, 2010, in Reliabilitas dan Validitas and tagged , , . Bookmark the permalink. 194 Comments.

  1. kalau instrumennya berupa tes pilihan ganda yang betul skornya 1 dan yang salah skornya 0, cara penghitungan validitasnya sama dengan yang rentang skor1-4 atau pakai cara lain? Terimakasih

  2. jika pada kuesioner terdapat 10 pertanyaan, setelah dilakukan uji validitas ternyata 2 pertanyaan dinyatakan tidak valid.. kemudian 2 pertanyaan tersebut dihapuskan.. yang mau saya tanyakan kepada 8 pertanyaan yang tersisa perlu dilakukan uji validitas ulang atau tidak? terimakasiiiihhh..

  3. pak,. saya mau tanya.. sebetulnya untuk uji validitas itu memangnya harus mengambil 30 orang iaa untuk pengujiannya…. misalnya untuk yang jumlah sampel yang akan ditelitinya itu misalkan 100 atau lebih dari 100 responden itu memang adil…. tetapi bila jumlah sampel yang akan ditelitinya itu hanya 38 responden.. apakah uji validitasnya tetap mengambil 30 orang untuk mengetahui kevalidan dan reliabelnya suatu koesioner??.. mohon penjelasannya pak.. terimakasih

  4. Saya mau mengevaluasi program pelatihan yang diselenggarakan. berhubung saya tahu statistik diikit jadi saya coba konsultasi.

    kuestioner saya punya 11 pertanyaan dan sudah saya uji pake spss.

    hasilnya gini mas (untuk 10 responden) :

    Reabilitas

    cronbach alpha = 0.879 (berarti lebih besar dari 0,70 = memadai)

    Validitas item

    Corrected item – total correlation

    P1 = .820

    P2= .860

    P3= .767

    P4 = .860

    P5 = .892

    P6 = .931

    P7 = .863

    P8 = .693

    P9= .-243

    P10 = .860

    P11 = .368

    r tabel = 0,707

    kalau dari sini ada 3 pertanyaan yang tidak valid. r hitung < r tabel. yaitu P8, P9, P,11

    Berarti 3 pertanyaan itu harus di buang ketika kita mau menganalisa lebih lanjut.

    Benar tidak mas pendapat saya??

    Mohon di koreksi dan mohon bimbingannya.

    Terima kasih.

  5. pak , saya lagi penelitian menggunakan 30 responden , , kebetulan saya pake skala guttman , ,
    nah ada 1 pertanyaan , anggap lah pertanyaan nomor 1 , dijawab “ya” oleh keseluruhan responden . .

    ternyata tidak bisa menapilkan angka validitas untuk pertanyaan tersebut . . apa memang benar demikian ?
    saya pakai korelasi spearman , ,

  6. Pak saya mau tanya, apa yang menyebabkan butir pertanyaan tidak valid, berdasarkan pengolahan spss 17? apakah berkaitan dengan jawaban responden atau tidak? mohon bantuannya ya pak. terima kasih.

    • jelas berkaitan dengan jawaban responden…atau kesalahan dalam merancangan pertanyaan dan isi angket itu sendiri…

      • maaf pak saya masih kurang mengerti, kriteria jawaban seperti apa yg menyebabkan tdk valid pak? apakah karena sebagian besar memilih pilihan jawaban yang sama atau bagaimana ya pak? terima kasih.

  7. pak.. saya mau bertanya, untuk reliabilitas apabila nila Cronbach Alpha nya hanya 0,592 apakah boleh anggap reliabel dan saya iktkan dalam pengujian hipotesis saya pak? terima kasih…

  8. Pak, sy mau tny ni, sy memangg suruh org utk menghitung spss sy..
    cuma sy bingung krn variabel Y sy ada 1 pertanyaan yg tdk valid lalu ktnya diuji lg pd pernyataan yg valid sj cuma nampaknya tdk dilakukan pengujian ulang hanya butir yg tdk valid dikeluarkan krn hasil nya sama saja antara hasil uji 1 dan kedua stlh yg tdk valid dikeluarkan..
    bagaimana ya pak, apakah mungkin uji valid pd butir yg valid saja hasilnya bisa sama dgn uji pada saat ada prnyataan yg tdk valid??
    Tolong ya pakk..

  9. Pak mau tanya, judul skripsi saya “pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial dg role ambiguity sbg variabel intervening”. pengumpulan data menggunakan kuesioner dan untuk olah data menggunakan Amos 6.0.
    dalam menguji validitas dan reliabilitas menggunakan spss 17.0. kemudian data dimasukan ke amos. tapi untuk hasil probabilitas selalu dibawah 0,05 bahkan 0,0000. sampel penelitian saya 130 dg total indikator pertanyaan dr ketiga variabel ada 22 item pertanyaan dan semuanya valid dan reliabel stlh saya uji . kira” apa yg salah dalam model saya? apa sampel berpengaruh?

  10. Perkenalkan saya Wahyu, Yogyakarta. Artikel ini menarik sekali. Saya ingin mendiskusikan lebih lanjut mengenai korelasi aitem total (r-it) sebagai koefisien validitas aitem. Referensi mengenai psikometri menyarankan bahwa sebelum menghitung r-it sebagai koefisien validitas aitem, skor tes harus dibuktikan valid terlebih dahulu, karena bisa saja butir memiliki r-it tinggi, akan tetapi tidak valid dalam mengukur.

    Referensi
    Fishman, J.A., & Galguera, T. (2003). Introduction to Test Construction in the Social and Behavioral Sciences: A Practical Guide. Lanham, MD: Rowman & Littlefield Publishers, Inc. [page 64]

  11. dalam pengujian validitas untuk penentuan derajat kebebasan itu N-2 dr mana? karna saya pernah baca pada penelitian orang lain klo derajat kebebasannya N-1, bahkan ada yang N saja tanpa ada pengurangannya..terimakasih

  12. Cara membaca output validitas yang menggunakan metode product moment dari pearson gmana ya pak?

    • nilai korelasi item dengan skor totalnya dibandingkan dengan r tabel,..lalu dari nilai korelasi ini bisa juga di uji dengan uji t (hasilnya dibandingkan dengan t tabel)..thanks

  13. Pak, saya mau tanya kalau untuk uji validitas dan uji realibilitas dengan ukuran sampel yang besar yaitu 99 orang, berapa jumlah sampel yang sebaiknya saya masukan dalam perhitungan uji validitas dan uji realibilitas tersebut, apakah bisa dengan sebagian saja, misalnya 15 orang saja?

    • uji validitas dan reliabilitas itu dilakukan sebagai ujicoba instrumen..artinya sebelum kuesioner di sebar kepada sampel sesungguhnya…
      bisa diambil 20 – 30 responden uji…

      • Dear Mr.
        Saya mau tanya sperti diatas, jumlah sampel saya 75 orang. jika saya uji validitas sebanyak 20 sampel apa dibenarkan pak? terus aturan teori pengambilan jumlah sampel dalam uji validitas seperti apa pak? saya kuatir ditanya penguji “kenapa kamu mengambil 20 sampel dari 75 sampel dalam uji validitas?” jawabanya gimana pak? minta tolong dijawab pak sebulan lagi saya sidang.
        terima kasih.

  14. saya udah olah di spss 16, kok hasilnya beda

    ini hasil saya:

    Reliability Statistics
    Cronbach’s Alpha N of Items
    .970 5

    Item-Total Statistics
    Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alpha if Item Deleted
    VAR00001 14.2000 4.200 .980 .952
    VAR00002 14.2000 4.200 .980 .952
    VAR00003 14.2000 4.200 .980 .952
    VAR00004 14.4000 4.800 .667 1.000
    VAR00005 14.2000 4.200 .980 .952

    apa biasanya memang beda yh, beda dikit

  15. annisa zuffry ismaya

    ass,,
    Sy maya, mohon bantuannya ya pak.
    Sy sedang menyusun skripsi baru sampai bab 2.
    Sy sudah paham tentang validitas dan reliabelitas, entah knp sulit sekali memulai pengolahan datanya,, binggung,, hehehe
    Pak, skripsi sy hny 2 variabel yaitu x terhadap y.
    Sementara sampel ada 30 responden dan tiap variabel ada 10 pernyataan.
    Bisa bantu sy berikan masukan, analisa sprt apa yg baik u/ skripsi sy ini???
    Selain spss, bolehkah sy lgs menguji dgn perhitungan sendiri berdasarkan rumus dr korelasi?? Lalu, uji reliabitas harus menggunakan spss ya pak??
    Adakah contoh penelitian berkaitan dgn skripsi saya yg bisa sy pelajari pak?? Mohon kiranya u/ share ilmunya ya pak.. Terima kasiih banyak atas perhatiannya.. :)

    • teknik analisisnya ditentukan berdasarkan rumusan masalah, hipotesis yang diajukan, dan jenis data…
      bolehkan menguji secara manual.? jelas boleh…(reliabilitas juga bisa dihitung manual kok..)
      adakah contoh penelitian ? saya gak tau penelitian anda tentang apa..

  16. pak bisa minta tutorial buat pengerjaan validitas n reability.,kuisoner sample 40 mulai dari nginput data -output d spss.,terimakasih.,

  17. ass…
    jumlah sampel penelitian saya 60 orang. jadi untuk uji validitas berapa jumlah sampel yang saya ambil?

  18. askum. maaf sy ikt nimbrung, mau tanya, sy meneliti msdm, dg nyebar angket untuk variabel x1(disiplin)=6 pernyataan, x2(pengawasan)=4 pernyataan, x3(produktivitas)=10 pernyataan,setelah sy uji didpt hasil variabel x1=2tdk valid,dan reliabel, x2= tidak reliabel, yg valid dr 4 pernyataan hanya 1 pernyataan, x3= hny 1 yg tdk valid,dan reliabel… lalu bagaimana untuk mendapat kan hasil yg validnya banyak??? apakah jumlah pernyataannya/pertanyaannya harus banyak???? buktinya hanya dg 4 pernyataan hanya 1 yg valid??? mohon di bantu bagaimana membuat angket/kuisioner yg baik/ pernyataan yg benar sehingga hasil nya mendapat banyak yg valid. terima kasih sebelumnya???

  19. Mas..saya maw tanya..
    saya dapat kuesioner kinerja manajerial yang menilai menggunakan skala likert 1-7 namun hanya menggunakan 3 kategori yaitu :
    1,2 = kinerja dibawah rata-rata
    3,4,5 = kinerja rata-rata
    6,7 = di atas rata-rata

    apakah seperti itu boleh?? alasannya apa Mas?? makasih ya.. :)

  20. saya ingin bertanya kuisioner yang seperti apa yng perlu di uji validitas dan reliabilitas, kalau kuisioner yang bentuknya cek poin atau pilihan ganda apa perlu di uji juga??

  21. mohon bantuannya pak,
    n =400 derajat kebebasan (dk) = 400 – 2, 398 adalah jumlah responden dan signifikansi (taraf kesalahan) yang dipergunakan yaitu 5%, jd r tabel berapa? penghitungannya gimna? mohon d bantu ya pak, bntuan anda sngat berarti….

  22. mohon bantuannya pak,
    td d atas ada kalimat “r table didapatkan dari Tabel Nilai Product Moment didapatkan dari derajat kebebasan (dk) = n – 2, n adalah jumlah responden dan signifikansi (taraf kesalahan) yang dipergunakan yaitu 5%, sehingga diperoleh r tabel = 0.374″ tp saya msh g mudeng r tabel tu d dpt dari mana? aq liat lg d data yang saya punya tp lom bs menentukan r tabel. mohon d bantu ya pak, bntuan anda sngat berarti….

  23. pak, mengapa untuk menguji validitas di patok senilai 0,2? dan untuk reliabilitasnya 0,6?
    dan apakah bpk pny referensi bkunya yg di atas tahun 2006?

    • Validitas dibandingkan dengan r tabel…untuk sampel 30 (alpha 0.05), r tabel sekitar 0.361. Angka 0.3 seperti contoh diatas dikutip berdasarkan pendapat Masrun (dalam Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : alfabeta, hal. 152)
      Reliabilitas minimal 0.70 (lihat buku Ghozali. 2011. Aplikasi Multivariate dengan Program IBM SPSS. Semarang : BP-UNDIP. hal. 48)

  24. bener-bener amatir ni pak.. Kuesioner yang bagaimana yang harus diuji validitas n reliabilitasny dengan cara yang bagaimana? :D
    Kalau identitas harus diuji juga kah?
    Kalau kuesionernya pertanyaan yang jawabannya ya/tidak atau pertanyaan yang jawabannya dalam bentuk waktu misal 3 bulan atau 9 bulan, dll?
    Mungkin kalau jawabannya agak panjang bisa dikirim via email pak. Thanks :)

    • dah saya bales ke email yah.
      thanks

      • Assalamualaikum pak. Saya febria, mahasiswa keperawatan. Mau menanyakan, skripsi saya ttg supervisi kepala ruang, dan saya sudah mendapatkan kuesioner supervisi pd peneliti sblmny, yg sudah diuji valid dan reliabelny yg kriteria rs jg hmpir sama dg rs yg saya ambil sbg penelitian. Pd kuesioner saya hanya mngubah tndakan keperawatan saja tnpa mngubah kata apapun yg mmberikan arti brbeda mengenai supervisi, apakah prlj diuji valid dan reliabel lagi? mohon pencerahannya pak. Terima kasih.

  25. mas saya butuh bantuan nya ya, saya sedang ujian akhir di salah satu kampus swasta khusus business….
    sebelumnya saya sudah submit thesis saya untuk sidang ….
    cuma saya baru sadar terdapat kejanggalan dimana saya takut akan ditanya pas sidang nanti……

    1) populasi saya total yakni 281 orang…
    2) untuk mencari sampling method saya menggunakan slovin…..sehingga didapatkan hasil yakni 166 orang sebagai sample

    nah kata dosen saya ,, cara yang benar untuk mencari reliability adalah 166 orang tadi dikurang 30 orang untuk reliability dan validity …jadi sample yang akan dihitung untuk rumus multiple regression adalah 166 – 30……

    namun yang saya lakukan adalah ,,, untuk multiple regression saya tetap ,,menggunakan 166 orang …dan saya mengambil 30 orang untuk tes validity dan reliability diluar sample 166 orang tersebut….

    bantu saya untuk bisa jawab ,apabila disidang mas,,,,,,makasi

    • in juga dah lama saya bales ke email…
      thanks

      • Mas… mau bertanya. Seperti di atas, namun populasi penelitian saya adalah 37, menggunakan kuisioner. untuk uji validitas dan reliabilitas kan 30. lalu sisanya (yg 7) itu sample dan populasi begitu gak? ada teori yg menyebutkan demikian gak mas? terima kasi sebelumnya….

        • sampel uji..bisa dari populasi..atau di luar populasi..(yang memiliki karakteristik sama)
          jika diambil dari populasi..ambil separuhnya menurut saya udah cukup untuk menggambarkan data awal…atau langsung aja diambil sekaligus semuanya…

          thanks

  26. Terima kasih berbaginya

  27. Makasih mas penjelasan tentang reliabiltas & validitasnya.
    saya jdi paham..

  28. mas mau tanya,.
    kalo caranya agar pertanyaan yg gugur menjadi valid gimana ya, apa yg dirubah, atau data kasarnya yang kita rubah atau apanya mas.
    mohon bantuannya.

  29. mas,mohon bantuannya. Sy sedang sebar kuesioner awal. Di situ pada 1 pertanyaan saya mengukur tingkat kepentingannya (Tidak Pnting,Penting,Sangat Penting dan Penilaian kesesuaian di lapangan (Tidak sesuai, sesuai, sangat sesuai). Setelah saya olah di SPSS, ada butir yg valid pd satu pengukuran tp yg 1 tdk valid. Misal: pertanyaan butir 1 valid utk uji kepentingan namun tdk valid utk uji kesesuaian. Baiknya butir yg seperti itu digimanakan ya mas? Makasih

  30. mas..sy mau nanya sy punya skripsi analisa kecelakaan lalulintas ditinjau dari sisi umur dan penggunaan hp,,,sy mw cri pengaruhnya gitu terhadap masyarakat,,sy buat kuisioner tpi setiap pertanyaan jawabannya beda-beda,,,gimana tuh apa perlu iji validitas dan rebilitas lagi..

  31. mas,, klo uji validitas bagusnya pakai r>= 0.3 atau pakai rhitung >rtabel? terimakasih

  32. apakah ada aturan khusus jika ingin mengukur validitas antara menggunakan product moment dan cronbach (dg corrected item)? kapan bisa menggunakan pearson dan kapan bisa menggunakan cronbach
    saya sendiri sedang menguji skala dengan jumlah pernyataan masing-masing 54, 32, dan 32. sementara jumlah subyek try out = 32 orang. mana yang sebaiknya saya pakai?
    terimakasih

  33. mas,,klo sampel penelitiannya pake rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10%, pada saat uji validitas kita pake r tabelnya harus pakai sig 10% juga atau bisa pakai sig 5%? terima kasih

  34. maaf mas saya juga mau nimbrung tanya tentang masalah validitas dan releabilitas… gini mas misal kita mau menggunakan kuisione TAPI kuisioner tersebut tidak saya uji releabilitas dan validitas dulu tapi langsung saya sebarkan kepada 80 responden, apakah bisa hal demikian di lakukan. karena setelah saya dapatkan datanya kemudian saya uji relebilitas dan validitas ternya ada item yang gak valid terus apa yang harus saya lakukan?? apakah ada buku yang yang membahas tentang ujivaliditas yang dilakukan setelah kuisioner tersebut di sebarkan ke responden….. termakasih banyak ya mas atas bantuannya…

    • gini..
      jika kuesioner yang anda adaptasi adalah kuesioner penelitian sebelumnya..langsung sebar menurut saya gak apa2..tapi..jika angketnya modifikasi maka sebaiknya diujicoba dulu…
      jika tidak valid..ada ada dua pilihan..
      1. pertanyaan diganti..lalu disebar ulang
      2. dibuang
      Pilihan kedua bisa dilakukan jika jumlah item pertanyaannya banyak..dan jumlah item yang gak valid tidak lebih dari 30%..

      • mas, kemarin itu jumlah pertanyaannya ada 27 item yang terdiri X1=12, X2=9 dan Y=6 yang mana X1=Merupakan Insentif Finansial dan X2=Insentif Non Finansial dan Y= Motivasi, terus di X1 yang tidak valid 2 item dan di X2=1 Item dan Y valid semua. Nah kalo asumsinya saya pakai opsion kedua dengan membuang item yang tidak valid sepertinya bisa di lakukan ya mas?? dengan asumsi yang tidak valid 30% tadi ya… cuma yang saya takutkan kalo saya di tanya dasar atau referensi nya itu lho mas. apakah ada buku tentang hal tersebut. terima kasih atas penjelasannya.

        • nilai 30% itu adalah dari saya…sepengetahuan saya tidak ada aturan berapa persen yang harus valid..sama halnya ketika menyebar angket…tidak ada aturan khusus yang mengharuskan berapa angket yang harus balik…

  35. mas saya mau bertanya jika ssdh uji validitas dan realibilitas ada butir item yang di buang kemudian akan di uji lagi dengan uji regresi…apakah item yg gugur tersebut dihitung lagi atau hanya yg realibel dan yg valid aja ya mas?

  36. Mas, sy mau tanya..
    Bagaimana cara penerapan rumus KR 2.0 dan 2.1 di SPSS?
    Apa beda diantara keduanya?
    Trimakasih…

  37. Assalamuallaikum, Sy ingin. sy sedang mengerjakan skripsi dengan judl Pengaruh Remunerasi terhadap Kedisiplinan PNS. dan Kantor tempat penelitian PNSnya berjumlah 30 orang, kemudian Dosen mengatakan dgn jml sampel demikian tidak bisa, alasannya bisa terjadi ketidak validan. timbul pertanyaan disaya, bagaimana kalo misalnya sebuah perusahan dengan jumlah karyawan 20 orang dan dia ingin meneliti sejauh mana pengaruh Insentif atau remunerasi yg di berika itu, apakah tdk bisa dilakukan penelitian dgn alasan tdk mencukupi ..?? kalo demikian artinya alat analisis demikian Lemah ..?? atau Uji Validitas, Reliabilitas, dan uji Asumsi klasiknya yang gak bener dan lemah …??? Mohon penjelasannya Mas. Terima kasih. (sukardyhamzah@gmail.com)

    • “terjadi ketidakvalidan”..bukan disebabkan oleh jumlah sample 30.
      Jumlah segini udah layak diolah kok pake regresi / korelasi, sementara uji asumsinya cuma normalitas…ini kan regresi sederhana..?? .(remunerasi –> kedisplinan)

  38. mau tanya “Setelah angket ditabulasi maka diperoleh data sbb (Data Reliabilitas)”. nah di tabulasi itu di spss atau exel? kalo di spss sebelah mananya ya? mohon bantuannya :) terimakasih sebelumnya…

  39. mas…saya mahasisiwa jurusan keperawatan mau tanya..
    sebenarnya syarat kuesioner yang harus divaliditas itu bentuk kuesioner yanng bagaimana,,,jika jawaban pilihanny berbeda2 apakah itu juga bisa?apakah semua kuesioner yang dijadikan variabel itu juga harus di validitas?
    trus syarat variabel yang harus divaliditas itu yang seperti ap?

    mohon ditanggapi…trimakasi :)

  40. mas nilai 0,70 dari reabilitas itu di dapat dari mana ?
    untuk 0,25 dan 0,30 pd validitas item itu di dapat dari mana ?

    • 0.70 pada uji reliabilitas merupakan batas terendah untuk variabel dinyatakan reliabel (Sekaran, 2000; Hair jr,1998), namun ada beberapa ahli lain yang memberi batas 0.60

      Nilai 0.30 adalah nilai perbandingan untuk uji validitas dengan menggunakan korelasi product mp, koef korelasi butir item dengan skor total atau r hit < 0.30 dinyatakan tidak valid (Masrun, dalam Sugiyono, 2007)

  41. marina damanik

    mas saya maw tanya untuk instrumen yang menggunakan skala Gutmann apakan menggunakan Alpha cronbach juga ?

  42. Mas apa sebenarnya yang menyebabkan variabel penelitian yang kita teliti itu tidak valid dan tidak reliabel? apakah karena responden yang mengisi kuesioner atau yang kita wawancarai tidak memahami apa yang sebenarnya di tanya sehingga responden sebarang ngisi aja atau ada alasan yang lainnya. terima kasih atas penjelasannya.

  43. Mas sebenarnya saya masih bingung maksud dari uji validitas dan reliabilitas. seperti yang dijelaskan di atas bahwa uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti. maksud nya apa ya mas? bisa berikan contohnya g mas?

    • validitas “mengukur apa yang hendak di ukur”. Contoh sederhananya adalah meteran. Meteran valid jika digunakan untuk mengukur panjang, dan menjadi tidak valid ketika digunakan untuk mengukur berat..ini adalah makna dari “mengukur apa yang hendak diukur”….

      • terima kasih banyak mas atas penjelasannya karena sekarang saya sudah mengerti apa yang dimaksud dengan uji validitas.

  44. Mas kebetulan skripsi saya tentang analisis multidimensional scaling. saya masih kurang literaturnya. dimana saya bisa dpt literatur yang lengkap bahasan tentang MDS nya? mungkin Mas tau tempat persediaan bukunya. terima kasih jawabannya.

    • MDS biasanya ada di buku2 riset pemasaran…beberapa buku yang bisa anda gunakan antara lain :
      Sartono, B. dkk. 2003. Analisis Peubah Ganda. Penerbit Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor. Bogor
      Sri Rahayu. 2005. SPSS 12 dalam Riset Pemasaran. Bandung : Alfabeta
      or buku2 terbitan baru tentang riset pemasaran..

  45. Mas saya ada 10 variabel penelitian yang saya lakukan. setelah diuji validitasnya ternyata ada beberapa variabelnya yang tidak valid misalkan ada 3 atau 5 atau pun lebih. apa yang harus dilakukan terhadap variabel yang tidak valid itu? terima kasih atas jawabannya.

  46. mas saya ingin bertanya tidak ada bahasan tentang mulitidimensional scaling ya mas?

  47. Saya ingin bertanya r table didapatkan dari Tabel Nilai Product Moment didapatkan dari derajat kebebasan (dk) = n – 2. mengapa derajat kebebasannya dikurangi 2 tidak dikurangi 1 (dk=n-1). terima kasih penjelasannya.

  48. bagaimana bila variabel penelitian : X1,X2,X3 dan Y yang masing-masing variabel 5 pertanyaaan?

    • contoh yang saya berikan di atas adalah pengujian satu variabel dengan 5 pertanyaan….jika anda punya 4 variabel maka diuji satu-satu seperti contoh di atas…

      terimakasih…

  49. saya gie, mahasiswa jurusan komunikasi. saya mau bertanya kalau untuk penelitian hanya terdapat satu variabel saja. untuk menguji validitas dan reabilitasnya seperti apa?
    saya sedang melakukan penelitian tentang efektivitas kampanye, dan hanya terdapat satu variabel yang saya teliti. menguji validitas dan reabilitanya bagaimana ya?
    mohon di tanggapi. terima kasih sebelumnya :)

    • sama aja kok…kalo instrumennya berupa angket..maka item2 pertanyaan harus valid dan reliabel..contoh yang saya kasih di atas juga cm satu variabel yang terdiri dari 5 pertanyaan..

  50. Saya ingin bertanya nilai r tabel = 0.374 diperoleh darimana?
    Apakah saya bisa memperoleh daftar dari nilai-nilai r tabel tersebut? Karena saya sudah mencoba untuk mencari tetapi saya tidak menemukan di buku-buku statistik.
    Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: