TEORI LOCUS OF CONTROL

Sebelumnya kita telah membahas sekilas mengenai locus of control pada artikel perbedaan individu : kepribadian (1), maka selanjutnya artikel ini akan membahas lebih luas mengenai locus of control sebagai kelanjutan artikel sebelumnya.

Definisi Locus of Control

Locus of Control atau lokus pengendalian yang merupakan kendali individu atas pekerjaan mereka dan kepercayaan mereka terhadap keberhasilan diri. Lokus pengendalian ini terbagi menjadi dua yaitu lokus pengendalian internal yang mencirikan seseorang memiliki keyakinan bahwa mereka bertanggung jawab atas perilaku kerja mereka di organisasi. Lokus pengendalian eksternal yang mencirikan individu yang mempercayai bahwa perilaku kerja dan keberhasilan tugas mereka lebih dikarenakan faktor di luar diri yaitu organisasi.

Konsep tentang Locus of control (pusat kendali) pertama kali dikemukakan oleh Rotter (1966), seorang ahli teori pembelajaran sosial. Locus of control merupakan salah satu variabel kepribadian (personility), yang didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap mampu tidaknya mengontrol nasib (destiny) sendiri (Kreitner dan Kinicki, 2005).

Robbins dan Judge (2007) mendefinisikan lokus kendali sebagai tingkat dimana individu yakin bahwa mereka adalah penentu nasib mereka sendiri. Internal adalah individu yang yakin bahwa mereka merupakan pemegang kendali atas apa-apa pun yang terjadi pada diri mereka, sedangkan eksternal adalah individu yang yakin bahwa apapun yang terjadi pada diri mereka dikendalikan oleh kekuatan luar seperti keberuntungan dan kesempatan.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Individu yang memiliki keyakinan bahwa nasib atau event-event dalam kehidupannya berada dibawah kontrol dirinya, dikatakan individu tersebut memiliki internal locus of control. Sementara individu yang memiliki keyakinan bahwa lingkunganlah yang mempunyai kontrol terhadap nasib atau event-event yang terjadi dalam kehidupannya dikatakan individu tersebut memiliki external locus of control.

Kreitner & Kinichi (2005) mengatakan bahwa hasil yang dicapai locus of control internal dianggap berasal dari aktifitas dirinya. Sedangkan pada individu locus of control eksternal menganggap bahwa keberhasilan yang dicapai dikontrol dari keadaan sekitarnya.

Seseorang yang mempunyai internal locus of control akan memandang dunia sebagai sesuatu yang dapat diramalkan, dan perilaku individu turut berperan di dalamnya. Pada individu yang mempunyai external locus of control akan memandang dunia sebagai sesuatu yang tidak dapat diramalkan, demikian juga dalam mencapai tujuan sehingga perilaku individu tidak akan mempunyai peran di dalamnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa individu yang mempunyai external locus of control diidentifikasikan lebih banyak menyandarkan harapannya untuk bergantung pada orang lain dan lebih banyak mencari dan memilih situasi yang menguntungkan. Sementara itu individu yang mempunyai internal locus of control diidentifikasikan lebih banyak menyandarkan harapannya pada diri sendiri dan diidentifikasikan juga lebih menyenangi keahlian-keahlian dibanding hanya situasi yang menguntungkan.

Locus Of Control adalah sebagai tingkat dimana individu yakin bahwa mereka adalah penentu nasib mereka sendiri. Internal adalah individu yang yakin bahwa mereka merupakan pemegang kendali atas apa-apa pun yang terjadi pada diri mereka, sedangkan eksternal adalah individu yang yakin bahwa apapun yang terjadi pada diri mereka dikendalikan oleh kekuatan luar seperti keberuntungan dan kesempatan.

Rotter (1975) menyatakan bahwa internal dan eksternal mewakili dua ujung kontinum, bukan bukan secara terpisah. Internal cenderung menyatakan bahwa sebuah peristiwa berada pada control mereka sendiri, sementara eksternal lebih cenderung menyalahkan factor luar yang mempengaruhi suatu kejadian yang menimpa mereka.

Contoh sederhananya adalah seorang karyawan dalam memandang karirnya di sebuah perusahaan. Jika ia memiliki internal locus of control maka dia akan menyatakan kegagalannya meraih suatu jabatan lebih dikarenakan dirinya sendiri, sementara karyawan yang memiliki eksternal locus of control akan menyalahkan keadaan seperti kurang beruntung, bos yang kurang adil, dst.

Implikasi yang jelas untuk perbedaan antara internal dan eksternal dalam hal motivasi berprestasi mereka.  Lokus internal berkaitan dengan tingkat lebih tinggi dari N-ach. Karena kendali mereka mencari di luar dirinya, eksternal cenderung merasa bahwa mereka kurang memiliki kontrol atas nasib mereka. Orang dengan lokus kontrol eksternal cenderung lebih stres dan rentan terhadap depresi klinis (Benassi, Sweeney & Dufour, 1988; dikutip dalam Maltby, Hari & MacAskill, 2007).

Beberapa penelitian tentang Locus of Control

Thomas, dkk (2004). “Locus of control at work: a meta-analysis”. Journal of Organizational Behavior, Vol.  27, 1057–1087 (2006).

Dennis M. Patten. 2005. An analysis of the impact of locus-of-control on internal

auditor job performance and satisfaction. Managerial Auditing Journal Vol. 20 No. 9, 2005 pp. 1016-1029

Jui-Chen Chen and Colin Silverthorne, 2008. The impact of locus of control on job stress, job performance and job satisfaction in Taiwan. Leadership & Organization Development Journal Vol. 29 No. 7, 2008 pp. 572-582

Chou-Kang Chiu, et al. 2004. Understanding hospital employee job stress and turnover intentions in a practical setting The moderating role of locus of control Journal of Management Development Vol. 24 No. 10, 2005 pp. 837-855

Pengukuran Locus of Control

Yang paling banyak digunakan sebagai instrumen pengukuran locus of control adalah dari J.B. Rotter (1966) Generalized expectancies for internal versus external control of reinforcement, Psychological Monographs, 80, (1, Whole No. 609).

Secara online, untuk mengukur Locus of Control anda bisa mengunjungi  situs berikut ini Go

Lihat juga Contoh Kuesioner Locus of Control

 

Reference :

Kreitner dan Kinicki. 2005. Perilaku Organisasi, buku 1 Jakarta : Salemba Empat

Robbbins  dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Jakarta : Salemba Empat

Maltby, J., Day, L., Macaskill, A. (2007). Personality, Individual Differences and Intelligence. at http://en.wikipedia.org/wiki/Locus_of_control

About these ads

Posted on June 28, 2011, in PERBEDAAN INDIVIDU. Bookmark the permalink. 20 Comments.

  1. bang minta referensi buku tentang teori locus of control donk.. buat skripsi saya.. locus of control ada di buku apa ya? penerbitnya apa? karangan siapa bang? mohon infonya.. terimakasih..

  2. link kuesioner loc nya dimana ya Pak?

  3. mat malam. saya emma. Pa, bolehhkah saya dapatkan situs untuk pengukuran Locus od control dari Rotter? makasih

  4. Situs untuk pengukuran locus of controlnya kok nggak bisa di akses ya?

  5. ada g pak penelitian ttg kompetensi, LOC, dan pengambilan keputusan

  6. LOC sebagai moderating variabel antar IESQ terhadap prilaku atau minat lebih dulu Pak

  7. apakah ada refrensi mengenai hubungan antara LOC dengan actual turnover

  8. ada gak pak kusioner locus of control terhadap motivasi kerja

  9. yulsrity syarlely

    makasih pak, artikel ini sangat beartiu buat referensi saya

  10. pak, kalau kuesioner health locus of control, kira-kira ada ga ya? solanya perlu buat proposal, mohon bantuannya,

  11. thanks to author :)

  12. terima kasih atas dibuatnya artikel ini.boleh tau nama penulis dan tahun penulisan? terima kasih

  13. thank you, artikel ini sangat membantu tugasku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: