JENIS DATA

Data penelitian merupakan faktor yang sangat mempengaruhi teknik atau jenis penelitian yang akan digunakan.

Dalam statistik dikenal beberapa jenis data antara lain :

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, penjelasan, pendapat, gambar. Data kualitatif ini dalam penelitian sering juga dirubah menjadi data kuantitatif misalnya pada jawaban kuesioner yang dibuat skoring

Data Kuantatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya jumlah nilai matematika, jumlah penjualan, dll.
 
Skala 

1. Skala nominal

Adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kategori. Misalnya bentuk bank syariah di Indonesia: Bank Umum Syariah diberi kategori 2; BPR Syariah diberi kategori l.

Laki-laki diberi kode 1, dan wanita diberi kode 0. Skala nominal hanya memberikan suatu informasi yang bersifat dasar, kategorial, dan mentah sehingga tidak dapat dinotasikan dalam fungsi matematika.

2. Skala Ordinal

Data ordinal adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kategori dan memiliki peringkat.

Contoh Skala Ordinal:

Urutkan merk sepeda motor berikut dari yang paling anda sukai.
Merk                                        Ranking
Yamaha                                ……….                      
Honda                                    ……….
Suzuki                                     ……….
Kawasaki                              ……….

3. Skala Interval

Adalah skala interval adalah skala yang sama seperti nominal dan ordinal namun mempunyai karakteristik tetap dan dapat dinotasikan dalam fungsi matematika. Skala interval bisa berbentuk preferensi terhadap merk tertentu atau suatu keadaan tertentu.

Contoh Skala Interval:

Beri penilaian (rate) empat merk sepeda motor ini berdasarkan 5 skala penilaian : 1 (sangat jelek) s/d 5 (sangat bagus).
Merk                                        Nilai
Yamaha                               ……….                      
Honda                                   ……….
Suzuki                                   ……….
Kawasaki                            ……….

4. Skala ratio

Skala rasio adalah skala yang memiliki nilai dasar, dan memiliki titik o absolute. Skala ini merupakan skala tertinggi dari tiga skala sebelumnya.

Contoh skala rasio adalah usia, jumlah penjualan, penghasilan, laba dan sebagainya.

Jenis data atau skala yang digunakan dalam penelitian sangat terkait erat dengan teknik analisis yang digunakan, karena pada statistik tidak semua data bisa digunakan. Misalnya untuk data berjenis ordinal dan nominal maka teknik analisis yang digunakan adalah statistik non parametris, sedangkan pada data interval dan rasio, teknik yang digunakan adalah statistik parametris.

Sumber : diolah dari berbagai sumber

Posted on January 24, 2010, in METODOLOGI PENELITIAN and tagged . Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. bisakah anda memberikan satu atau dua perngertian data interval menurut para ahli?? trims

  2. penjelasan anda tentang skala interval perlu diperbaiki, karena isinya tidak lain masih tentang skala ordinal.
    IQ test atau suhu derajat celsius lebih tepat menggambarkan skala interval.

    • Artikel di atas itu rujukannya buku Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba empat dan buku Ghozali. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang : BP-UNDIP

      saya pernah buat artikel tentang skala likert di http://teorionline.net/skala-pengukuran/
      Disitu saya menjelaskan tentang perbedaan dua pandangan dalam skala likert ini..

      • Trims responnya; saya sudah baca. Ternyata memang mirip, apa yang anda sebut di tulisan itu skala interval, maksudnya tidak lain adalah skala ordinal. Yang saya lihat, biasa dilakukan penyebutan “sangat tidak setuju” menjadi nilai “1” misalnya, bukanlah nilai “1” dalam pengertian bilangan asli dalam matematika sehingga bisa dilakukan operasi aritmatika (mencari rata-rata, standar deviasi bahkan sampai statistik inferensi).
        Saya melihat ini sudah menjadi “keberanan” itu sendiri; dimana misalnya “tidak setuju” nilainya adalah “2”; untuk mengetes ini kadang pake logika sederhana: misal kita setuju “2 + 2 = 4”; namun kita sukar menerima ‘tidak setuju+ tidak setuju = setuju’ [tidak setuju = 2; setuju = 4]

        • makanya ditulisan saya di http://teorionline.net/skala-pengukuran/
          saya menjelaskan perbedaan pandangan mengenai skala likert ini pak…
          di tulisan Geoff Norman. 2010. Likert scales, levels of measurement and the ‘‘laws’’ of statistics, disebutkan seperti ini :
          “Parametric statistics can be used with Likert data, with small sample sizes, with unequal variances, and with non-normal distributions, with no fear of ‘‘coming to the wrong
          conclusion’’. These findings are consistent with empirical literature dating back nearly 80 years. The controversy can cease (but likely won’t).

          Begitu juga catatan dari Sekaran (2006) yang tegas menyatakan likert adalah interval dengan penjelasannya. Namun tentu saja..penjelasan ini berbeda dengan beberapa ahli lainnya..termasuk Nunnally (psychometry theory, Jamieson, etc..

          senang berdiskusi dengan bapak..thanks

          • iyah argumen dari Norman begini sangat umum untuk bela diri, yang susah untuk dijelaskan adalah seperti berbagai “penjelmaan” menjadi angka, ‘tidak setuju’ menjadi ‘2’, ‘netral’ menjadi ‘3’ dan ‘setuju’ menjadi ‘4’ misalnya, karena lingkup ordinal tidak bisa secara tegas membedakan seberapa jarak antara ‘tidak setuju’, ‘netral’ dan ‘setuju’ [sangat relatif dan tidak bisa diuji]. Kalau pun setelah diutak-atik dengan statistik hasilnya “tidak jauh beda”, kita melupakan asumsi “penjelmaan” tersebut yang menjadi angka [artinya proses hasil hitungan statistiknya memang mengikuti sifat angka yang dihitung, dan tidak bisa dijadikan argumen ilmiahnya]. Maaf menyibukkan anda, ini hanya pendapat saya saja 🙂

            • argumen-argumen Norman itu sebenarnya mendukung argumen dari paper James Carifio and Rocco J. Perla “Ten Common Misunderstandings, Misconceptions, Persistent Myths and Urban Legends about Likert Scales and Likert Response Formats and their Antidotes”…sebagai respon dari “Likert scales: how to (ab)use them” dari Susan Jamieson. Dan sekali lagi..tidak ada kesimpulan yang benar-benar disepakati (menurut pengamatan saya..). Penggunaan skala ini untuk statistik inferensi masih tetap berjalan sampai hari ini…
              Senang berdiskusi dengan bapak..thanks

  3. Maaf mau tanya jika data yang saya ambil adalah data dari tmpt saya melakukan penelitian, bukan dari kuisoner, bagai mana cara anlisa datanya. Kebetulan judul saya Pengaruh pemeriksaan sederhana lapangan terhadap penerimaan pajak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: