POPULASI DAN SAMPEL

Oleh : Hendry

A. Definisi

Populasi adalah wilayah generalisasi berupa subjek atau objek yang diteliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulan. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti.

Dengan kata lain, sampel merupakan sebagian atau bertindak sebagai perwakilan dari populasi sehingga hasil penelitian yang berhasil diperoleh dari sampel dapat digeneralisasikan pada populasi.

Penarikan sampel diperlukan jika populasi yang diambil sangat besar, dan peneliti memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh populasi maka peneliti perlu mendefinisikan populasi target dan populasi terjangkau baru kemudian menentukan jumlah sampel dan teknik sampling yang digunakan.

B. Ukuran Sampel

Untuk menentukan sampel dari populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel yang dikembangkan para ahli.  Secara umum, untuk penelitian korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah 30, sedangkan dalam penelitian eksperimen jumlah sampel minimum 15 dari masing-masing kelompok dan untuk penelitian survey jumlah sampel minimum adalah 100.

Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :

  1.  Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
  2. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
  3. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
  4. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20

Besaran atau ukuran sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)

n = N/N(d)2 + 1

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

3. Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael

Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.

C. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang secara umum terbagi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Dalam pengambilan sampel cara probabilitas besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui. Sedangkan dalam pengambilan sampel dengan cara nonprobability besarnya peluang elemen untuk ditentukan sebagai sampel tidak diketahui. Menurut Sekaran (2006), desain pengambilan sampel dengan cara probabilitas jika representasi sampel adalah penting dalam rangka generalisasi lebih luas. Bila waktu atau faktor lainnya, dan masalah generalisasi tidak diperlukan, maka cara nonprobability biasanya yang digunakan.

1. Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling

Simple random sampling

Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.

Misalnya :

Populasi adalah siswa SD Negeri XX Jakarta yang berjumlah 500 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan Tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan adalah sebesar 5% sehingga jumlah sampel ditentukan sebesar 205.

Jumlah sampel 205 ini selanjutnya diambil secara acak tanpa memperhatikan kelas, usia dan jenis kelamin.

Sampling Sistematis

Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.

Contohnya :

Akan diambil sampel dari populasi karyawan yang berjumlah 125. Karyawan ini diurutkan dari 1 – 125 berdasarkan absensi. Peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor genap (2, 4, 6, dst) atau nomor ganjil (1, 2, 3, dst), atau bisa juga mengambil nomor kelipatan (2, 4, 8, 16, dst)

Proportionate Stratified Random Sampling

Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi.

Misalnya, populasi adalah karyawan PT. XYZ berjumlah 125. Dengan rumus Slovin (lihat contoh di atas) dan tingkat kesalahan 5% diperoleh besar sampel adalah 95. Populasi sendiri terbagi ke dalam tiga bagian (marketing, produksi dan penjualan) yang masing-masing berjumlah :

Marketing       : 15
Produksi         : 75
Penjualan       : 35

Maka jumlah sample yang diambil berdasarkan masing-masinng bagian tersebut ditentukan kembali dengan rumus n = (populasi kelas / jml populasi keseluruhan) x jumlah sampel yang ditentukan

Marketing       : 15 / 125 x 95            = 11,4 dibulatkan 11
Produksi         : 75 / 125 x 95            = 57
Penjualan       : 35 / 125 x 95            = 26.6 dibulatkan 27

Sehingga dari keseluruhan sample kelas tersebut adalah 11 + 57 + 27 = 95 sampel.

Teknik ini umumnya digunakan pada populasi yang diteliti adalah keterogen (tidak sejenis) yang dalam hal ini berbeda dalam hal bidangkerja sehingga besaran sampel pada masing-masing strata atau kelompok diambil secara proporsional untuk memperoleh

Disproportionate Stratified Random Sampling

Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi. Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya.

Misalnya, populasi karyawan PT. XYZ berjumlah 1000 orang yang berstrata berdasarkan tingkat pendidikan SMP, SMA, DIII, S1 dan S2. Namun jumlahnya sangat tidak seimbang yaitu :

SMP    : 100 orang
SMA    : 700 orang
DIII     : 180 orang
S1        : 10 orang
S2        : 10 orang

Jumlah karyawan yang berpendidikan S1 dan S2 ini sangat tidak seimbang (terlalu kecil dibandingkan dengan strata yang lain) sehingga dua kelompok ini seluruhnya ditetapkan sebagai sampel

Cluster Sampling

Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

Contoh :

Peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut :

Tahap Pertama adalah menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan secara acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.

Tahap kedua. Mengambil sampel SMU di tingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi. Karena provinsi terdiri dari Kabupaten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai sampel (disebut Kabupaten Sampel), dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / Desa yang akan dijadikan sampel. Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yang dijadikan sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan.

2. Non Probabilty Sampel

Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.

Sampling Kuota,

Adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru. Jumlah Sekolah adalah 10, maka sampel kuota dapat ditetapkan masing-masing 10 siswa per sekolah.

Sampling Insidential,

Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.

Misalnya penelitian tentang kepuasan pelanggan pada pelayanan Mall A. Sampel ditentukan berdasarkan ciri-ciri usia di atas 15 tahun dan baru pernah ke Mall A tersebut, maka siapa saja yang kebetulan bertemu di depan Mall A dengan peneliti (yang berusia di atas 15 tahun) akan dijadikan sampel.

Sampling Purposive,

Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.

Sampling Jenuh,

Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Saya sendiri lebih senang menyebutnya total sampling.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru di SMA XXX Jakarta. Karena jumlah guru hanya 35, maka seluruh guru dijadikan sampel penelitian.

Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju (seperti Multi Level Marketing….). Misalnya akan dilakukan penelitian tentang pola peredaran narkoba di wilayah A. Sampel mula-mula adalah 5 orang Napi, kemudian terus berkembang pada pihak-pihak lain sehingga sampel atau responden teruuus berkembang sampai ditemukannya informasi yang menyeluruh atas permasalahan yang diteliti.

Teknik ini juga lebih cocok untuk penelitian kualitatif.

C. Yang perlu diperhatikan dalam Penentuan Ukuran Sampel

Ada dua hal yang menjadi pertimbannga dalam menentukan ukuran sample. Pertama ketelitian (presisi) dan kedua adalah keyakinan (confidence).

Ketelitian mengacu pada seberapa dekat taksiran sampel dengan karakteristik populasi. Keyakinan adaah fungsi dari kisaran variabilitas dalam distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel. Variabilitas ini disebut dengan standar error, disimbolkan dengan S-x

Semakin dekat kita menginginkan hasil sampel yang dapat mewakili karakteristik populasi, maka semakin tinggi ketelitian yang kita perlukan. Semakin tinggi ketelitian, maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan, terutama jika variabilitas dalam populasi tersebut besar.

Sedangkan keyakinan menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita benar-benar berlaku bagi populasi. Tingkat keyakinan dapat membentang dari 0 – 100%. Keyakinan 95% adalah tingkat lazim yang digunakan pada penelitian sosial / bisnis. Makna dari keyakinan 95% (alpha 0.05) ini adalah “setidaknya ada 95 dari 100, taksiran sampel akan mencerminkan populasi yang sebenarnya”.

D. KESIMPULAN :

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari penelitian. Dengan kata lain, sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi.

REVISI TULISAN

Saya merevisi teknik sampling, dan memasukkan teknik sistematis ke dalam probability sampling berdasarkan rujukan buku Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Beberapa Teknik Penentuan Ukuran Sampel Lainnya

Baca juga

Dirangkum dari :

Arikunto Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, edisi revisi 2010. Jakarta : Rineka Cipta

Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administasi. Bandung : Alvabeta.

Note : Materi yang ditulis dalam artikel ini secara lebih lengkap dapat anda dapatkan di buku kami yang baru terbit.

SCAN COVER METLIT_2

Posted on January 24, 2010, in METODOLOGI PENELITIAN and tagged . Bookmark the permalink. 657 Comments.

  1. Dear Pak Hendry,
    saya sedang melakukan penelitian perihal kepuasan pelanggan tentang suatu produk, total jumlah pelanggan aktif dari produk tsb sebanyak 9119. Berapa banyak kuesioner yang harus saya sebar?
    Terima kasih

  2. saya sedang mengerjakan skripsi pgsd yang mau saya tanyakan. di sd ada kelas 3 a dan 3 b. populasi saya ambil 3b saja. karena hanya diberikan ijin pakai satu kelas saja. sampelnya saya menggunakan sampel sistematis. jadi saya mendapat sampel sebagian dari siswa kelas 3b. apakah teknik pengambilan sampel dan populasi seperti itu sudah dapat dilakukan?

  3. Saya mau ikutan KIR tingkat SMP. Berapa persen sampling minimum yg dibutuhkan untuk populasi 569 orang.
    Dan sebaiknya menggunakan tehnik apa?
    Terimakasih

  4. pak saya mau bertanya untuk penelitian saya, saya memperoleh data 147 untuk sample size nya bagaimana perhitungannya? berapa minimum yang bisa saya ambil. terimakasih.

  5. Selamat siang pak ,
    Saya mau bertanya , judul skripsi saya “pengaruh sistem pengendalian intern pemerintah terhadap kualitas laporan keuangan (studi kasus pada Dinas xxx). Disini saya mengambil sampel dengan purposive sampling dengan kriteria pegawai yg berkaitan dgn judul saya tersebut yg terdiri dari 3 bagian pada dinas tersebut dengan total 20 sampel. Namun disini saya juga mengambil sampel dari auditor internal yg melakukan pengawasan pada dinas tersebut dengan total 10 sampel. Jadi total keseluruhan sampel yg saya jadikan responden adalah 30. Namun pada instansi pemerintah auditor internal tersebut berada diluar instansi dinas tersebut. Pertanyaan saya apakah pengambilan sampel seperti ini sudah tepat belum yah pak ? Mengingat saya menggabungkan sampel dari 2 populasi yg berbeda ? Dan apakah sudah tepat jika menggunakan analisis regresi linier sederhana ? Terima Kasih. Mohon petunjuknya pak .

  6. Pak hendry, saya sedang membuat proposal penelitian hubungan antara indeks masa tubuh dengan kejadian mioma uteri di sebuah data rekam medis rumah sakit, penelitiannya bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional,tetapi saya bingung menggunkan rumus yang mana untuk perhitungan besar sampel saya, saya juga mohon arahannya untuk memasukkan nilai kedalam rumus tersebut.. terimakasih pak..

  7. Pak hendry saya ingin bertanya .
    apakah purposive sampling perlu adanya perhitungan sampel ? misalnya n= N/(N.d2)+1 ?
    atau hanya menggunakan rtibangan kriteria sebanyak apapun sampel yang di ambil ?
    bila ada buku referensi tolong beritahu saya karena menyangkut penelitian skripsi saya pak terima kasih sebelumnya

  8. Maaf Pak saya mau tanya.

    saya ingin meneliti perbedaan siswa SMP yang mengikuti kegiatan eksrakulikuler (A) dan yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler (A) terhadap sikap mereka.

    jumlah populasi sebuah SMP (X) adalah 600 siswa, sedangkan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler (A) berjumlah 30 orang. secara tidak langsung, jumlah populasi siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler (A) berjumlah 560 siswa.

    bagaimana menentukan sampel dari kedua populasi yang jumlahnya tidak seimbang tersebut ?

    terimakasih.

  9. sebaiknya untuk sample 79 diambil berapa pak?
    trims

  10. asalammualaikum… bapak saya mau meneliti populasi sebesar 30.354 mahasiswia.. dosen pembimbing saya menyarankan sampel saya harus 300 orang ketika saya menggunakan batas kesalahan slovin 5% hasilnya 394, apabilla digenapkan menjadi 400… apakah boleh menggunakan rumus slovin sebesar 6% pak? trmakasih sblumnya pak,,,

    • mengapa harus mengorbankan presisi hanya karena ingin memperkecil ukuran sampel ?
      jika menggunakan kuesioner…sama sekali bukan hal yang sulit menyebarkan 300 – 400 kuesioner

  11. pak, apakah boleh kita menggunakan batas-batas kesalahan dalam sampel sebesar 6%atau 7% pak? kalau pun boleh, siapakah pengarang bukunya pak?
    terimakasih sebelumnya pak

  12. malam pa, saya sedang skripsi dengan menggunakan teknik propotionate strafied, kuesioner saya bagikan ke TNI xxx prajurit A 10, prajurit B 35, prajurit c 55. yang menjadi pertanyaan adalah pembingbing saya selalu bertanya kepada saya, “bagimana cara km nyebarin/ngasih kuesionernya ke responden?” saya sudah cari berkali-kali tetapi masih selalu salah. mungkin bapak bisa membantu untuk memberikan jawaban yang tetap. terima kasih :)

    • maksud anda mungkin cara penarikan sampelnya…
      Jika menggunakan metode random..maka penentuan mana prajurit yang akan dijadikan responden bisa melalui pengacakan nomor urut or melalui metode sistematis.
      Contoh :
      Jika prajurit A jumlah stratanya adalah 50 namun hanya 10 yang dijadikan sampel, maka cara menentukan yang 10 itu dapat melalui pengacakan nomor dengan teknik undian. Caranya :
      1. Buat daftar nomor dan nama 1 s/d 50
      2. Undi 10 nomor yang dijadikan sampel (seperti undian arisan..he.he)
      Or…jika yang di atas terlalu rumit, maka nomor dapat diacak melalui program Excel caranya bisa dilihat di https://teorionline.wordpress.com/2014/01/17/memilih-sampel-random-dengan-excel/

      Dengan metode sistematis
      Ini dilakukan jika memang sudah ada daftar absen. Sampel di pilih dengan kelipatan tertentu, misal yang dipilih nomor absen 1,5,10,15,20,25,30,dst

      Thanks..semoga membantu

      • cara penarikan sampelnya saya sudah pakai dengan cara undian jg seperti yang bapa jelaskan di atas dan itu tidak jadi permasalahan.yang jadi permasalahan ialah bagimana cara saya menyampaikan/memberikan kuesioner ke responden saat turun lapangan? saya jawab “kuesioner saya titip ke pos markas tni atau petugas yang sedang piket beserta daftar responden” dan katanya salah “karena kalo dititip takutnya yang isi bukan responden bisa saja org lain jadi tingkat resikonya tinggi” .

        jadi maksud dospem saya adalah “bagimana langkah2 cara saya membagikan kuesioner ke responden saat turun kelapangan?”

        terima kasih :)

  13. Assalamualaikum warahmatulahi wabarokatuh
    Mohon bantuan nya ya bapak..
    saya mempunyai sample 79 kemudian saya hanya mengambil sample sebanyak 30 sampel.
    disini yang tepat menggunakan teknik pengambilan sample apa ya pak
    terima kasih

  14. selamat pagi, pak saya mau tanya kalo menggunakan rumus lemeshow untuk populasi yang tidak diketahui, didapat hasil jumlah sampel 384. sampel tersebut apa bisa dikurangi lagi pak jumlahnya?. terimakasih

  15. Malam pak…..Saya mau tny pak…saya lg membuat TA dgn deskritif kuantitatif….dan menggunakan data purposive sampling…saya bingung harus menggunakan rumus apa utk mendapatkan hasil datanya…trmksh

    • purposive tidak memerlukan rumus…kan ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu (misal, kemudahan, waktu, karakteristik sampel, etc)

  16. Terima Kasih super membantu TA saya :)

  17. pak saya mau nanya, dalam proposal skripsi saya populasinya mahasiswa jurusan administrasi bisnis angkatan 2011-2014.

    Angkatan Populasi
    2011 183
    2012 220
    2013 247
    2014 288
    TOTAL 983

    sampel diambil dari mahasiswa yang pernah melihat atau menyaksikan iklan tresemme. ukuran sample pakai slovin dengan tingkat kesalahan 10% didapat 90, 36 tetapi saya bulatkan jadi 100 sampel.
    teknik sampling pakai proportionate stratified random sampling

    Angkatan Populasi Sampel
    2011 183 20
    2012 220 23
    2013 247 26
    2014 288 31
    TOTAL 983 100

    pertanyaan saya, apakah penggunan teknik sampling saya sudah tepat menggunakan probability sampling dengan cara proportionate stratified random sampling ?
    dan dalam menyebarkan kuesioner saya memberikan pertanyaan screening untuk memastikan bahwa responden yang mengisi kuesioner adalah responden yang benar2 telah menyaksikan/ melihat iklan tresemme

    terimakasih

    • proportionate stratified random sampling –> sdh tepat
      pertanyaan screening –> ya
      Catatan : mengapa menggunakan alpha 10% ??

      • jujur saja pak, saya pakai alpha 10% agar sampel saya tidak lebih dari 100 (agar sampel tidak banyak) dan dibuku danang sunyoto (2011:21) di rumus slovin dia pakai alpha 10%. memang lazimnya pakai alpha 5% dan semakin besar sampel maka hasilnya akan lebih baik.
        tp saya juga masih bingung untuk memberikan alasan yg tepat saat nanti saya di sidang. mengapa saya menggunakan alpha 10%.
        mohon sarannya pak

  18. slmat sore pak,,saya mw tanya,,jenis penelitian saya desskriptif korelasi,,populasinya sebanyak 75 orang,,apakah 75 tersebut dijadikan sampel semua atau harus di hitung dengan rumus dulu untuk menentukan jumlah sampelnya? mohon sarannya pak,,trima kasih

  19. Slmt siang pak.sya membuat proposal penelitian dg jdul persepsi bank bri syariah pekanbaru terhadap pemberian pembiayaan pada industri batu bata d kec.tenayan raya di tinjau menurut ekonomi islam.
    Pmbmbng menyuruh sya mggunakan metode deskriptif analitik,apakah bisa pak?
    Sesuai dg jdul sampel nya hanya 7 kntor cbang di kta pekanbaru.apakah bsa pak hanya dg 7 sampel?
    Mhon penjelasannya ya pak!
    Trma kasih pak

  20. malam pak sya pu nya data 30 orang petani dan 10 orang penyuluh analisis apa yang bisa saya pake

  21. Selamat pagi pak,
    Saya mau tanya,apa bila jumlah populasi tidak dapat diketahui (contoh jumlah wisatawan yg ada di alun2 jogja)maka teknik mana yang harus saya gunakan, dan tolong berikan contoh cara mengetahui sempelnya dari populasi yg belum di ketahui
    Mohon petunjuknya
    Terima kasih

  22. malam pak ada beberapa hal yg harus saya tanyakan
    1. kalo ngitung besar sampel dengan jumlah populasi tidak diketahui bagaimana rumusnya ? apakah benar pakai rumus cochran yg infinit populasi ?

    2. jika dari perhitungan tsb besar sampelnya terlalu besar bagaimana rumus untuk memperkecil besar sampel ? apakah benar memakai rumus nf = n/ 1+n/N ??

    penelitian saya ttg obesitas di daerah pedesaan dan sampel saya anak sd kelas 4 dan 5 dan saya belum tau berapa prevalensinya di tempat yg akan saya teliti, bagaimana cara mengatasi hal tersebut ? apakah tepat menggunakan multistage random sampling ?
    dan jika nantinya di lapangan sampel obesitas yg saya temukan tidak memenuhi besar sampel minimal bagaimana solusinya pak ?

    terimakasih..
    tolong dijawab segera yaa pak :)

  23. thanks for sharing, pak…
    mau tanya rumus slovin itu bisa dipake utk selain nilai presisi 95% ga? apa bisa pake yg 90%?

  24. pak sy mau nanya, dalam penelitian survei sy populasinya 68 orang, bagaimana cara pengambilan sampel dan rumusnya bgaimana? thx

  1. Pingback: My Research Proposal | nurmaladjihu

  2. Pingback: My Proposal | nurmaladjihu

  3. Pingback: Fristina » Blog Archive » MENENTUKAN UKURAN SAMPLE REPRESENTATIF TERHADAP POPULASI

  4. Pingback: Seminar on Language | nurmaladjihu

  5. Pingback: My Research Proposal Assignment | nurmaladjihu

  6. Pingback: Writing Assignment of Research Proposal | nurmaladjihu

  7. Pingback: herujayadi55 » Statistik dan Probabilitas Sampel, Tabel, Grafik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: