POPULASI DAN SAMPEL

Oleh : Hendry

A. Definisi

Populasi adalah wilayah generalisasi berupa subjek atau objek yang diteliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulan. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti.

Dengan kata lain, sampel merupakan sebagian atau bertindak sebagai perwakilan dari populasi sehingga hasil penelitian yang berhasil diperoleh dari sampel dapat digeneralisasikan pada populasi.

Penarikan sampel diperlukan jika populasi yang diambil sangat besar, dan peneliti memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh populasi maka peneliti perlu mendefinisikan populasi target dan populasi terjangkau baru kemudian menentukan jumlah sampel dan teknik sampling yang digunakan.

B. Ukuran Sampel

Untuk menentukan sampel dari populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel yang dikembangkan para ahli.  Secara umum, untuk penelitian korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah 30, sedangkan dalam penelitian eksperimen jumlah sampel minimum 15 dari masing-masing kelompok dan untuk penelitian survey jumlah sampel minimum adalah 100.

Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :

  1.  Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
  2. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
  3. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
  4. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20

Besaran atau ukuran sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)

n = N/N(d)2 + 1

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

3. Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael

Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.

C. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang secara umum terbagi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Dalam pengambilan sampel cara probabilitas besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui. Sedangkan dalam pengambilan sampel dengan cara nonprobability besarnya peluang elemen untuk ditentukan sebagai sampel tidak diketahui. Menurut Sekaran (2006), desain pengambilan sampel dengan cara probabilitas jika representasi sampel adalah penting dalam rangka generalisasi lebih luas. Bila waktu atau faktor lainnya, dan masalah generalisasi tidak diperlukan, maka cara nonprobability biasanya yang digunakan.

1. Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling

Simple random sampling

Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.

Misalnya :

Populasi adalah siswa SD Negeri XX Jakarta yang berjumlah 500 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan Tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan adalah sebesar 5% sehingga jumlah sampel ditentukan sebesar 205.

Jumlah sampel 205 ini selanjutnya diambil secara acak tanpa memperhatikan kelas, usia dan jenis kelamin.

Sampling Sistematis

Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.

Contohnya :

Akan diambil sampel dari populasi karyawan yang berjumlah 125. Karyawan ini diurutkan dari 1 – 125 berdasarkan absensi. Peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor genap (2, 4, 6, dst) atau nomor ganjil (1, 2, 3, dst), atau bisa juga mengambil nomor kelipatan (2, 4, 8, 16, dst)

Proportionate Stratified Random Sampling

Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi.

Misalnya, populasi adalah karyawan PT. XYZ berjumlah 125. Dengan rumus Slovin (lihat contoh di atas) dan tingkat kesalahan 5% diperoleh besar sampel adalah 95. Populasi sendiri terbagi ke dalam tiga bagian (marketing, produksi dan penjualan) yang masing-masing berjumlah :

Marketing       : 15
Produksi         : 75
Penjualan       : 35

Maka jumlah sample yang diambil berdasarkan masing-masinng bagian tersebut ditentukan kembali dengan rumus n = (populasi kelas / jml populasi keseluruhan) x jumlah sampel yang ditentukan

Marketing       : 15 / 125 x 95            = 11,4 dibulatkan 11
Produksi         : 75 / 125 x 95            = 57
Penjualan       : 35 / 125 x 95            = 26.6 dibulatkan 27

Sehingga dari keseluruhan sample kelas tersebut adalah 11 + 57 + 27 = 95 sampel.

Teknik ini umumnya digunakan pada populasi yang diteliti adalah keterogen (tidak sejenis) yang dalam hal ini berbeda dalam hal bidangkerja sehingga besaran sampel pada masing-masing strata atau kelompok diambil secara proporsional untuk memperoleh

Disproportionate Stratified Random Sampling

Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi. Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya.

Misalnya, populasi karyawan PT. XYZ berjumlah 1000 orang yang berstrata berdasarkan tingkat pendidikan SMP, SMA, DIII, S1 dan S2. Namun jumlahnya sangat tidak seimbang yaitu :

SMP    : 100 orang
SMA    : 700 orang
DIII     : 180 orang
S1        : 10 orang
S2        : 10 orang

Jumlah karyawan yang berpendidikan S1 dan S2 ini sangat tidak seimbang (terlalu kecil dibandingkan dengan strata yang lain) sehingga dua kelompok ini seluruhnya ditetapkan sebagai sampel

Cluster Sampling

Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

Contoh :

Peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut :

Tahap Pertama adalah menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan secara acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.

Tahap kedua. Mengambil sampel SMU di tingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi. Karena provinsi terdiri dari Kabupaten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai sampel (disebut Kabupaten Sampel), dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / Desa yang akan dijadikan sampel. Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yang dijadikan sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan.

2. Non Probabilty Sampel

Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.

Sampling Kuota,

Adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru. Jumlah Sekolah adalah 10, maka sampel kuota dapat ditetapkan masing-masing 10 siswa per sekolah.

Sampling Insidential,

Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.

Misalnya penelitian tentang kepuasan pelanggan pada pelayanan Mall A. Sampel ditentukan berdasarkan ciri-ciri usia di atas 15 tahun dan baru pernah ke Mall A tersebut, maka siapa saja yang kebetulan bertemu di depan Mall A dengan peneliti (yang berusia di atas 15 tahun) akan dijadikan sampel.

Sampling Purposive,

Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif.

Sampling Jenuh,

Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Saya sendiri lebih senang menyebutnya total sampling.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru di SMA XXX Jakarta. Karena jumlah guru hanya 35, maka seluruh guru dijadikan sampel penelitian.

Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju (seperti Multi Level Marketing….). Misalnya akan dilakukan penelitian tentang pola peredaran narkoba di wilayah A. Sampel mula-mula adalah 5 orang Napi, kemudian terus berkembang pada pihak-pihak lain sehingga sampel atau responden teruuus berkembang sampai ditemukannya informasi yang menyeluruh atas permasalahan yang diteliti.

Teknik ini juga lebih cocok untuk penelitian kualitatif.

C. Yang perlu diperhatikan dalam Penentuan Ukuran Sampel

Ada dua hal yang menjadi pertimbannga dalam menentukan ukuran sample. Pertama ketelitian (presisi) dan kedua adalah keyakinan (confidence).

Ketelitian mengacu pada seberapa dekat taksiran sampel dengan karakteristik populasi. Keyakinan adaah fungsi dari kisaran variabilitas dalam distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel. Variabilitas ini disebut dengan standar error, disimbolkan dengan S-x

Semakin dekat kita menginginkan hasil sampel yang dapat mewakili karakteristik populasi, maka semakin tinggi ketelitian yang kita perlukan. Semakin tinggi ketelitian, maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan, terutama jika variabilitas dalam populasi tersebut besar.

Sedangkan keyakinan menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita benar-benar berlaku bagi populasi. Tingkat keyakinan dapat membentang dari 0 – 100%. Keyakinan 95% adalah tingkat lazim yang digunakan pada penelitian sosial / bisnis. Makna dari keyakinan 95% (alpha 0.05) ini adalah “setidaknya ada 95 dari 100, taksiran sampel akan mencerminkan populasi yang sebenarnya”.

D. KESIMPULAN :

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari penelitian. Dengan kata lain, sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi.

REVISI TULISAN

Saya merevisi teknik sampling, dan memasukkan teknik sistematis ke dalam probability sampling berdasarkan rujukan buku Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Beberapa Teknik Penentuan Ukuran Sampel Lainnya

Baca juga

Dirangkum dari :

Arikunto Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, edisi revisi 2010. Jakarta : Rineka Cipta

Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Uma Sekaran. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administasi. Bandung : Alvabeta.

Note : Materi yang ditulis dalam artikel ini secara lebih lengkap dapat anda dapatkan di buku kami yang baru terbit.

SCAN COVER METLIT_2

Posted on January 24, 2010, in METODOLOGI PENELITIAN and tagged . Bookmark the permalink. 743 Comments.

  1. Assalamulaikum pak hendry, saya ingin bertanya. terkait permasalahan saya yaitu tingkat error dalam slovin. pada umumnya tingkat error yang digunakan dalam slovin yaitu 5% atau 10%, tapi dalam penelitian saya jika menggunkan tingkat error 5% sampel terlalu banyak, namun jika menggunkan tingkat error 10% sampel terlalu sedikit, jadi saya ingin menggunkan jalan tengah yaitu menggunkan 7% atau 7,5%, namun saya belum bisa menjawab secara toritis kenapa saya menggunkan tingkat error tersebut, apakah bapak bisa merekomendasikan terkait jurnal, atau buku, atau penelitian terkait penggunaan tingkat error slovin 7% atau 7,5%? terimakasih pak.

  2. asalamualaikum pak kami lagi ngerjain skripsi ,dosen kami nyuruh cari alasan kenapa kami memilih tingkat keasalahan 10%?tolong di jawab pak ,makasih

  3. pak saya mau nanya tentang skripsi saya yang berjudul “pengaruh upah, disiplin kerja, dan insentf terhadap kinerja karyawan pada Koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah”. metode yang saya pakai kuantitatif. nha saya bingung dengan teknik sampling yang saya harus pakai, sedangkan populasi 18 karyawan ,,apakah itu boleh pak untuk dilanjutkan.mohon saran nya..

  4. Pak, bagaimana ya kalo sampel variabel X dan Y berbeda jumlah?
    Variabel x tentang kompetensi guru sebanyak 10 orang.
    Sedangkan variabel Y diambil dari hasil belajar 35 orang.
    Judul saya tentang penelitian korelasi.
    Apa nanti bermasalah kalau sampelnya berbeda?
    Trimakasih

  5. pa hendry..saya mau tanya, sampel saya hanya 26. dengan teknik analisis regresi berganda bisa nggak ?
    apa harus pake liliefors pak ? saya gaboleh pake metode survey kata dosen saya
    trims pa ditunggu bgt jawabannya

  6. asslmualaikum
    pak saya mau tanya, kebetulan skripsi sy berjudul ttg efektifitas sistem pendaftaran nikah di kua, populasi saya otomatis pasangan yang mendaftar nikah di kua tsb. saya ambil jumlah dari bulan januari 2016 sampai juni 2015. sedangkan saya sebar angket nya pada bulan juli.
    untuk jumlah pendaftar nikah bl juli kan belum diketahui karna sedang berjalan, otomatis sy rata2 untuk memprediksikan jumlah bulan juli.
    saya rata2 dari januari sampe juni itulah prediksi untuk bulan juli. saya pake teknik sampel apa ya pak kalau spt itu? apa purposive? lalu hitungannya gmn?
    trm kasih, bohon bantuannya pak.

  7. Siang Pak, saya mau Tanya, kalau populasi 154 boleh tidal pake tingkat kesalahan 10%?

  8. Ass. Pak saya mau nanya . Kebetulan tingkat akhir . Judul skripsi ‘pengaruh senam lansia terhadap pola tidur pda lansia’ populasi nya 55 dan sampel nya menggunakan apa . Mksih pak

  9. Ass, wr, wb
    Pak, saya ingin menanyakan apa saya bisa menggunakan metode purposive sampling jika jumlah sampel saya lebih dari 25 dan kurang dari 30 di daerah/kota saya.
    Penelitian yang saya gunakan adalah penelitian kuantitatif.

    Saran dan solusi dari Bapak sangat saya harapkan segera.

    Terima kasih.

    • tentukan pertimbangannya apa mbak? untuk riset2 keuangan..memang rata-rata menggunakan metode purposive dengan berbagai pertimbangan

    • wlksm mbak juni
      purposive itu artinya sampel ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu..sifatnya adalah non-probability
      nah sekarang..apa pertimbangan yang mbak ajukan…

  10. Pak saya mau tanya.. Kalo populasinya itu untuk org yg prnah mnggunakan layanan apakan brpengaruh sma tknik smpelnya pak.. Soalnya saya pake insedental..
    Klo rumus yamane apkh bisa dgunakan untuk jumlah populasi yg bnyk pak, populasi saya jumlahnya 759 org..?

  11. selamat sore pak. saya ingin menanyakan, saya pakai pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden hanya 13 orang, apakah hal tersebut bisa? atau bagaimana. karena populasi hanya sejumlah 13.

    atau dapatkah dipadukan kualitatif dan kuantitatif dengan populasi yang hanya 13 org tsb?

    mohon jawabannya pak,
    thanks

  12. Assalamu’alaikumus salaam, saya mau tanya kalau jumlah sampel penelitian hanya 68 bagaimana?

  13. Ardiani Putri

    Assalamualaikum pak Hedry, saya ingin bertanya judul skripsi saya pengaruh perceived value terhadap loyalitas nasabah melalui kepuasan sebagai moderasi. populasi yang digunakan nasabah suatu bank, namun berdasarkan data yang diperoleh jumlah nasabah yang datang ke bank berkisaran 100 nasabah per bulannya. jadi ukuran sampel yang cocok dalam penelitian ini apa ya pak? mohon bantuannya, terima kasih pak

  14. rohmanmiftahur

    pa boleh minta jurnal tentang alasan mengapa mengambil tingkat kesalahan 5% dan 10%?
    rohman.miftahur.86@gmail.com
    terimakasih pa

  15. Pak sy mau tx klo populasi dibawah 100 apa tetap bisa d sampelkan ? Jnis pnelitian sy yaitu kuantitatif dgn jdl hubungan platihan dgn kinerja.. trims

  16. Mat siang Pa, mohon maaf, boleh tahu apakah bisa jumlah populasi yang sudah ditetapkan dengan rumus solvin kemudian hasilnya dapat diapakai sebagai total sampling??? contohnya ada 251 populasi kemudian dibuat rumus solvin dengan presisi 15% maka hasil yang didapat 38. Pertanyaannya teknik sampel apakah yang tepat buat 38 sampel, apakah bisa dengan total sampel atau simpel randomg sampling,

  17. maaf pak, saya mau nanya. penelitian saya adalah korelasional. populasi penelitian saya hanya 1 kelas yang terdiri dari 35 anak , apakah perlu pengambilan sampel?

  18. harris christanto

    pak jika ingin mencari pengaruh suatu variabel untuk 2 periode apakah bisa menggunakan kuisioner?

  19. dini puspita sari

    maaf pak saya mau tanya, penelitian saya expos fakto kuantitatif menggunakan sampel jenuh 20 orang, apakah bisa? saya menggunakan analisis regresi berganda

  20. saya sedang meneliti keberterimaan suatu sistem informasi untuk pekerjaan (mandatory IS). Jumlah karyawan yg menggunakan aplikasi ini adalah 235 orang. dari kuesioner yang disebar melalui email dan link dalam aplikasi, saya mendapatkan 68 responden.
    Skala dalam kuesioner menggunakan slider (range persetujuan dari 1-100 ).

    apakah jumlah 69 responden ini dapat dikatakan mencukupi mewakili 235 karyawan ? atau apakah saya harus memperpanjang waktu survei untuk mendapatkan responden yang lebih banya?

    Mohon bantuannya

    Terima kasih

    Hadi

  21. pak. apakah ada solusi .penelitian saya sifatnya asosiatif tetapi populasi hanya 10 ?

  22. selamat pagi, pak. saya sedang meneliti perusahaan manufaktur periode 2013-2014. saya menggunakan rumus slovin untuk menentukan sampelnya. dalam perusahaan manufaktur ada banyak subsektor, pak. apakah saya harus menghitung sampel dari tiap sektor atau saya hitung secara keseluruhan (jumlah populasi)?

    • jarang saya menemukan cara menentukan sampel untuk riset seperti itu menggunakan slovin. Biasanya menggunakan purposive berdasarkan banyak pertimbangan terutama pada ketersediaan dan kelengkapan laporan keuangan tersebut…

  23. Malam pak hendry.
    mau tanya, untuk purposive samplin apakah ada hitungan nya? saya sudah googling sana sini, hasil yang saya temukan rata-rata mengatakan kalau purposive itu ditentukan sendiri oleh peneliti.
    Mohon bantuan nya pak hendry, terimakasih🙂

  24. Assalamualaikum pak, saya bingung bgt nih pak saya lagi meneliti konsumen kecantikan yg populasinya 1000 keatas, nah saya mau ambil sample nya menggunakan purposive sampling karna saya mau ambil sample yg sesuai sma kriteria yg saya tentuin aja pak, nah yg saya bingungin klo purposive itu ada itungannya ga pak biar tau sample yg diambil brp? Klo ada pake yg apa? Yaman kan slovin kah? Dan meburut bapak saya bener gak ambil dgn cara purposiv? Mohon bantuannya pak ttimakasih.

    • kalo kriteria itu bkn purposive..tapi populasi target..
      contoh :
      Penelitian tentang turnover karyawan PT. XYZ.
      Jumlah karyawan 2000, tapi populasi targetnya adalah karyawan yang berpendidikan sarjana ke atas karena di kelompok inilah yang paling banyak mengundurkan diri. Dari populasi target ini barulah ditentukan berapa sampel yang akan diambil…

      • Baik pak klo begitu bagaimana saya mencari tau ttg populasi target agar lebih mengerti mungkin bapak ada refrensi? Dan nanti menentukan sample nya saya pake yg mana pak? Mohon bantuannya pak

  25. Pak Hendry saya mau tanya,
    1. Kalau populasi penelitian tdk diketahui/tdk terhingga apa bisa menggunakan simple random sampling utk pengambilan sample? Bagaimana kriterianya?
    2. Terkait dgn pertanyaan pertama, saya baca bbrp referensi kalo populasi tdk diketahui sebaiknya pake non probability sampling, tp non prob sampling jg ngga bisa utk uji hipotesis sedangkan penelitian saya utk menguji hipotesis secara general. Jd sebaiknya teknik apa yg saya gunakan utk pengambilan sample?

    Terima kasih.

  26. Dear Pak Hendry,
    Mau tanya Pak, saya agak bingung dengan ukuran sampel yg tertera pada tulisan ini,
    Sesuai tulisan di atas terhadap ukuran sampel, yg terdapat pada Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel pada point 3 untuk penelitian multivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian, apakah bisa disimpulkan untuk data yg jumlah populasi sekitar 5.000 orang dengan penelitian 3 variabel cukup dengan 30 sampel? Terima kasih sebelumnya Pak.

    • Acuan itu sebenarnya sudah sangat jarang dipergunakan…
      Jika populasi anda diketahui..silahkan hitung ukuran sampelnya berdasarkan berbagai formula ukuran sampel…
      thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: