THEORY : TYPE A PERSONALITY

DEFINISI

Kepribadian Tipe A merupakan kompleks tindakan emosi yang dapat diamati dalam setiap orang yang terlibat secara agresif dalam suatu perjuangan yang terus-menerus dan tak henti-henti untuk mencapai hal yang lebih dari sekarang. (Kreitner dan Kinicki, 2005).

Meyer Friedmen dan Rosenman (dalam Kreitner dan Kinicki, 2005) memberikan penjelasan mengenai pola perilaku tipe A yang merupakan suatu kompleks tindakan emosi yang dapat diamati dalam setiap orang yang terlibat secara agresif dalam suatu perjuangan yang terus menerus dan tak henti-hentinya untuk mencapai hal yang lebih, dan lebih dalam waktu singkat dan lebih singkat lagi, dan jika perlu melawan usaha yang berkebalikan dari orang lain.

Individu dengan jenis kepribadian tipe A adalah manusia yang tak henti-hentinya ingin mencapai sesuatu yang lebih tinggi (tinggi dan banyak), dengan waktu yang terasa selalu kurang. Ciri-ciri dari jenis kepribadian tipe A termasuk pemikiran yang sarat dengan bagaimana manusia dapat mengejar waktu, bagaimana manusia bersaing terus-menerus dengan ketat, bagaimana tingkah laku manusia hampir selalu mengarah kepada permusuhan, keinginan yang besar untuk menggunakan waktu yang luang dan ketidaksabaran menyelesaikan tugas.

Dengan mengintroduksi pendapat Friedman dan Rosenman, Gibson dkk, (1996:358) menyatakan bahwa individu yang menunjukkan jenis kepribadian tipe A cenderung menjadi agresif dan ambisius. Sikap permusuhannya mudah muncul, dan mereka merasakan pentingnya waktu. Mereka umunya kurang sabar, kompetitif, dan pikirannya selalu dipenuhi masalah pekerjaan mereka.

Individu dengan jenis kepribadian tipe A adalah manusia yang tak henti-hentinya ingin mencapai sesuatu yang lebih tinggi (tinggi dan banyak), dengan waktu yang terasa selalu kurang. Ciri-ciri dari jenis kepribadian tipe A termasuk pemikiran yang sarat dengan bagaimana manusia dapat mengejar waktu, bagaimana manusia bersaing terus-menerus dengan ketat, bagaimana tingkah laku manusia hampir selalu mengarah kepada permusuhan, keinginan yang besar untuk menggunakan waktu yang luang dan ketidaksabaran menyelesaikan tugas.

Meskipun memberikan label perilaku tipe A sebagai penyakit ketergesaan, Friedman dan Rosenman mencatat bahwa individu tipe A seringkali menunjukkan prestasi yang mengagumkan terutama dalam lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang berorientasi pada kinerja. Namun, di sisi buruknya, kepribadian tipe A ini cenderung akan mudah terkena stres dibanding dengan individu berkepribadian tipe B (dalam Kreitner dan Kinicki, 2005).

Sedangkan lawan dari jenis kepribadian tipe A adalah jenis kepribadian tipe B. Manusia dengan jenis kepribadian tipe B jarang berperilaku untuk salingh bersaing atau bersikap agresif di dalam keadaan-keadaan di mana perilaku berkompetisi dianggap tidak wajar dan tidak penting. Manusia jenis tipe B jarang berkehendak untuk mencapai tujuan-tujuan dalam jumlah yang besar yang terus bertambah atau terlibat dengan kegiatan-kegiatan yang makin bertambah, karena manusia tipe B tidak begitu sadar akan martabat dan kurang berkehendak untuk dikenal melalui pencapaian hasil dibanding dengan jenis kepribadian tipe A.

PENELITIAN TENTANG KEPRIBADIAN TIPE A

Studi ini terutama diilhami oleh penelitian Hans Seyle dan Ho.  Seyle yang dikenal sebagai bapak stres modern pertama kali mengembangkan penelitian mengenai stres kerja yang dikenal dengan GAS (the general adaptation syndrome). Penelitiannya ini merupakan landasan bagi berbagai penelitian yang mengkaji secara khusus dampak stres terhadap psikologis yang berkaitan dengan sikap, perilaku di tempat kerja, kognitif, dan kesehatan fisik.

Friedman dan Rosenman, yang dikutip Gibson dkk, (1996) menyatakan bahwa individu yang menunjukkan jenis kepribadian tipe A cenderung menjadi agresif dan ambisius. Sikap permusuhannya mudah muncul, dan mereka merasakan pentingnya waktu. Mereka umunya kurang sabar, kompetitif, dan pikirannya selalu dipenuhi masalah pekerjaan mereka.

Penelitian lanjutan mengenai stres, kepribadian dan kesehatan jiwa terhadap sejumlah eksekutif dari perusahaan-perusahaan perbankan, lembaga keuangan, dan asuransi di Singapura. Studi Ho tersebut bertujuan menguji tingkat pengalaman stres, gaya mengatasi stres, kepribadian (tipe A/tipe B), serta kesehatan jiwa.

Studi Ho ini menunjukkan bahwa, dengan mengabaikan tipe kepribadian atau industri, berhasil diidentifikasi bahwa sebagian besar sumber stres berasal dari beban kerja yang terlalu berat (work oveload). Lebih lanjut Ho menyatakan, jika memperhatikan tipe kepribadian untuk tipe A sumber stres terbesarnya adalah ambiguitas peran, sedangkan untuk tipe B sumber stres terbesarnya berasal dari hubungan antar kolega yang jelek.

MODEL PENGUJIAN

Menurut Friedman dan Rosenman (dalam Gibson, dkk, 1996) menyatakan bahwa perilaku yang menunjukkan jenis kepribadian tipe A termasuk orang-orang yang: (a) berbicara secara meledak-ledak dan terburu-buru, (b). Angan-angan hidupnya sangat sangat tinggi, (c) tidak sabar, (d) memusatkan perhatian pada lebih dari satu kegiatan pada suatu waktu tertentu, (e) sibuk sendiri, (f) tidak puas dengan penghidupan yang ada, (g) menilai kegiatan seseorang berharga diukur dengan angka-angka, (h) berkecenderungan untuk menantang dan bersaiang dengan orang lain, juga dalam hal-hal/keadaan yang tidak meminta persaingan, dan (i) seringkali bersikap permusuhan walau sikap tersebut tidak percaya.

Robbins (2007) menjelaskan karakteristik Tipe A ini adalah sebagai berikut :

  1. Selalu bergerak, berjalan, dan makan dengan cepat
  2. merasa tidak sabaran
  3. berusaha keras untuk memikirkan atau melakukan dua hal atau lebih pada saat yang bersamaan
  4. tidak dapat menikmati waktu luang
  5. terobsesi dengan angka-angka, mengukur keberhasilan dalam bentuk jumlah hal yang bisa mereka peroleh

Berbeda dengan tipe A, tipe B memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Tidak pernah mengalami keterdesakan waktu atau ketidaksabaran
  2. merasa tidak perlu memperlihatkan atau mendiskusikan pencapaian atau prestasi mereka kecuali atas tuntutan situasi’
  3. Bersenang-senang dan bersantai daripada berusaha menunjukkan keunggulan mereka
  4. bisa santai tanpa merasa bersalah

Model test Online bisa anda lihat disini

Rujukan :

Gibson, dkk. 1996. Organisasi Perilaku, Struktur dan Proses. Jakarta : Binarupa Aksara

Kreitner dan Kinicki. 2005. Perilaku Organisasi, buku 1 Jakarta : Salemba Empat

Robbbins  dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Jakarta : Salemba Empat

Friedman dan Rosenman, Type A Behavior and Your Heart (New York : Afred A. Knop, 1974, p.84)

Ho. J.T.S. 1995. The Singapore Executive:Stress, Personality and Wellbeing. Journal of Management Development, Vol. 14. No. 4.

K.W. Cook, C.A. Vance, and Spector, “The Relation of Candidate Personality with Selection-Interview Outcomes,”. Journal of Applied Social Psycology 30 (2000), p.867-885

dan sumber lainnya…

Posted on June 28, 2011, in PERBEDAAN INDIVIDU and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: