The Top Ten Myths and Urban Legends about Likert scales

Ten Common Misunderstandings, Misconceptions, Persistent Myths and Urban Legends about Likert Scales and Likert Response Formats and their Antidotes

 James Carifio and Rocco J. Perla. Journal of Social Sciences 3 (3): 106-116, 2007

Myth 1There is no need to distinguish between a scale and response format; they are basically the same “thing” and what is true about one is true about the other.

Myth 2—Scale items are independent and autonomous with no underlying conceptual, logical or empirical structure that brings them together and synthesizes them.

Myth 3—Likert scales imply Likert response formats and vice versa as they are isomorphic.

Myth 4Likert scales cannot be differentiated into macro and micro conceptual structures.

Myth 5—Likert scale items should be analyzed separately.

Myth 6—Because Likert scales are ordinal-level scales, only non-parametric statistical tests should be used with them.

Myth 7—Likert scales are empirical and mathematical tools with no underlying and deep meaning and structure.

Myth 8—Likert response formats can without impunity be detached from the Liker Scale and its underlying conceptual and logical structure.

Myth 9—The Likert response format is not a system or process for capturing and coding information the stimulus questions elicit about the underlying construct being measured.

Myth 10—Little care, knowledge, insight and understanding is needed to construct or use a Likert scale.

Artikel komplit dapat didonwload disini

 

Advertisements

Posted on July 8, 2011, in Tips n Trik Statistik and tagged . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Saya pengajar dalam bidang pendidikan; dan suka kebagian pertanyaan tentang data Likert Scale dan analisis statitistik (baik desktriptif atau inferensial) yang dilakukan terhadap data ordinal ini. Selalunya mendapati salah kaprah dan ‘merasa benar sendiri’, malah menunjukkan mahasiswa yang bertanya (juga dosennya) memang tidak paham perbedaan data ordinal dan interval 😦

    • Skala likert itu memang masih jadi perdebatan pak..saya sudah lama mempelajari dengan mengumpulkan banyak paper..dan memang pandangan mengenai penggunaan skala ini dalam statistik inferensial masih jadi perdebatan…tulisan yang menolak seperti “Likert scales: how to (ab)use them” dari Susan Jamieson, namun di buku Uma Sekaran (2006) dengan tegas disebutkan likert adalah interval…
      Jadi tidak ada istilah “merasa benar sendiri” dalam hal ini..yang ada hanyalah perdebatan ilmiah antar ahli…

      Bacaan yang menarik…
      Hand, D.J. (1996). Statistics and the Theory of Measurement. Journal of the Royal Statistical Society. Series A (Statistics in Society), Vol. 159, No. 3 (1996), pp. 445-492

      Thomas R. Doering and Raymond Hubbard. (1976). Measurement and Statistics: The Ordinal-Interval Controversy and Geography. Source: Area, Vol. 11, No. 3 (1979), pp. 237-243

      Geoff Norman. 2010. Likert scales, levels of measurement and the ‘‘laws’’ of statistics

      dan link :
      http://asq.org/quality-progress/2007/07/statistics/likert-scales-and-data-analyses.html

      Boleh diskusi via email ke saya pak tentang skala ini…

      • saya hanya menanggapi saja kok; di beberapa rujukan memang disebutkan skala likert yang ordinal bisa dianggap menjadi interval, namun ada beberapa persyaratan khusus untuk memastikan hal itu. Yang “umum” terjadi adalah maen hantam langsung sekala ordinal (likert) yang dianggap “interval” (ini yang saya sebut “merasa benar sendiri”) [ngapain susah-susah melakukan berbagai uji terhadap data ordinal untuk memastikannya mempunyai sifat data interval, apalagi ada rujukan yang ces-pleng untuk membuktikan siginifikansi hasil riset dengan statistik inferensial, he he he…]

        • memang tidak bisa “maen hantam” pak…makanya di catatan Allen yang link nya ada di atas menyatakan :
          Combining Likert scales into indexes adds values and variability to the data. If the assumptions of normality are met, analysis with parametric procedure can be followed. Finally, converting a five or seven category instrument to a continuous variable is possible with a calibrated line or track bar.

          Keywordnya adalah “seolah-olah”, “diasumsikan interval”, etc, dengan “syarat dan ketentuan berlaku”..he.he.he

          • sebenarnya ada alat analisis yang lebih bagus untuk menjadikannya “continuous variable is possible with a calibrated line or track bar”, namanya Rasch Model. Tapi ceritanya panjang, dan biasanya orang tidak tertarik dengan yang jlimet, karena ordinal diolah ‘seadanya’ pun bisa ces-pleng :).

            • he.he.he..begitulah adanya yang terjadi pak..dan kita tidak dapat menutup mata dari penelitian (khususnya bidang manajemen) dalam beberapa puluh tahun terakhir ini. Posisi saya disini hanya memberikan informasi dari dua sisi (menolak dan membolehkan)..karena posisi saya bukanlah ahli seperti mereka-mereka yang mendukung atau menolak dengan berbagai argumentasinya…

          • Pak Hendry, trims responnya. Sayang yah sumber daya riset dan publikasi terbuang percuma hanya dengan modal “short-cut” untuk bisa segera beres analisis/riset-nya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: