Prinsip Pengujian Hipotesis

PRINSIP PENGUJIAN HIPOTESIS

By HENDRY

Hipotesis adalah jawaban atau asumsi sementara mengenai problem penelitian. Hipotesis mengarahkan proses penelitian sehingga tujuan penelitian menjadi jelas, dan penelitian dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Definisi Hipotesis dari Dictionary Online adalah

  1. Penjelasan sementara untuk sebuah pengamatan, fenomena, atau permasalahan ilmiah yang dapat diuji oleh penyelidikan lebih lanjut.
  2. Sesuatu dianggap benar untuk tujuan argumen atau penyelidikan; asumsi.
  3. Anteseden dari pernyataan kondisional.

Dalam hipotesis statistik inferensial, pengujian hipotesis pada prinsipnya adalah pengujian signifikansi. Signifikansi sendiri merupakan taraf kesalahan (confident interval) yang didapatkan/diharapkan ketika peneliti hendak menggenalisasi sampel penelitiannya. Atau dengan kata lain, peneliti melakukan penaksiran parameter populasi berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari parameter sampel penelitian

Statistik inferensial digunakan untuk menguji sampel dari populasi. Signfikansi akan menguji apakah dengan data sampel yang telah dianalisis akan dapat dilakukan generalisasi kepada populasi. Sehingga dapat dikatakan hipotesis merupakan peluang akan digeneralisasikannya data pengukuran sampel untuk populasi. Jika parameter sampel yang telah diuji tidak signifikan, maka hasil penelitian tersebut tidak dapat dipergunakan secara umum pada penelitian serupa.

Contoh sederhana.

Ho : tidak ada hubungan antara X dan Y

Ha : ada hubungan antara X dan Y

Hipotesis yang akan diuji adalah hipotesis nol (H0). Statistik inferensial pada prinsipnya hanya menguji apakah Ho diterima atau seberapa besar hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Menolak Ho artinya menerima Ha.

Cara menyimpulkan apakah menerima atau menolak Ho adalah dengan perpedoman pada berapa besar tingkat signifikansi yang kita tentukan (5% or 1%).  Nilai signifikansi ini sering disebut p value.

Setelah menentukan batas signifikansi, maka kaidah penerimaan atau penolakan Ho secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut :

Jika sig < 0.05 maka Ho tidak dapat diterima (Ho diterima)

Jika sig > 0.05 maka Ho tidak dapat ditolak (Ho ditolak)

Note : dalam pengujian berbagai asumsi, penggunaaan kaidah pengujian hipotesis dapat berbeda.

Reference :

Diolah dari berbagai sumber

Advertisements

Posted on August 25, 2011, in METODOLOGI PENELITIAN and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: