Teori Job Insecurity (ketidakamanan kerja)

Definisi

Job insecurity merupakan kondisi ketidakberdayaan untuk mempertahankan kesinambungan yang diinginkan dalam situasi kerja yang mengancam. Perasaan tidak aman akan membawa dampak pada job attitudes karyawan, penurunan komitmen, bahkan keinginan untuk turnover yang semakin besar.

Smithson dan Lewis (2000)  mengartikan  job  insecurity  sebagai  kondisi psikologis  seseorang  (karyawan)  yang menunjukkan  rasa  bingung  atau  merasa tidak aman dikarenakan kondisi lingkungan yang  berubah-ubah  (perceived impermanance). Kondisi ini muncul karena banyaknya  jenis  pekerjaan  yang  sifatnya sesaat  atau  pekerjaan  kontrak.  Makin banyaknya  jenis  pekerjaan  dengan  durasi waktu yang sementara atau tidak permanen, menyebabkan  semakin  banyaknya karyawan yang mengalami job insecurity.

Job  insecurity  diukur berdasarkan  komponen-komponen  yang  dikemukakan  Greenhalgh  dan  Rosenblatt dan  Ashford,  et  al.  dalam Pasewark  dan  Strawser  (2001)  yaitu  :  (1)  tingkat  pentingnya  aspek-aspek pekerjaan  yang  dirasakan  individu,  (2) kemungkinan  perubahan  negatif  pada aspek-aspek  kerja  tersebut  bagi  individu, (3)  tingkat  kepentingan  yang  dirasakan individu mengenai potensi  setiap peristiwa yang  secara  negatif  dapat  mempengaruhi keseluruhan  kerja  individu,  (4) kemungkinan  munculnya  peristiwa-peristiwa tersebut yang secara negatif dapat mempengaruhi  keseluruhan  kerja  individu, dan  (5)  ketidakberdayaan  yang  dirasakan individu.

Chirumbolo, Areni (2005) menjelaskan beberapa definisi penting mengenai job insecurity di antaranya menurut Hellgren, Sverke dan Isaksson yang membedakan dua bentuk ketidakamanan kerja yaitu ketidakamanan pekerjaan kuantitatif, yaitu khawatir tentang kehilangan pekerjaan itu sendiri, dan perasaan khawatir kehilangan pekerjaan. Sementara ketidakamanan pekerjaan kuantitatif mengacu pada perasaan potensi kerugian dalam kualitas posisi organisasi, seperti memburuknya kondisi kerja, kurangnya kesempatan karir, penurunan gaji  pengembangan (Sverke & Hellgren, 2002).

Kedua sisi yang berbeda dari ketidakamanan kerja yang ada di umum asumsi yang mendasari bahwa ketidakamanan pekerjaan adalah dimaksudkan untuk menjadi pengalaman subjektif, berdasarkan pada persepsi individu dan pemahaman tentang lingkungan dan situasi, dan mengacu pada antisipasi dari peristiwa stres kehilangan pekerjaan itu sendiri (Sverke & Hellgren, 2002).

Sebagai salah satu akan harapkan, “obyektif” ketidakamanan pekerjaan, berasal dari situasi tersebut sebagai organisasi perampingan, restrukturisasi, pemecatan, umumnya mengarah ke yang lebih besar ketidakamanan “subyektif” pekerjaan (Klandermans & Van Vuuren; Hartley et al,. Probst, 2003, dalam Chirumbolo, Areni, 2005).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa job insecurity atau ketidakmanan kerja merupakan persepsi ancaman, peluang dan mengendalikan individu memiliki tanggung jawab tentang mereka di tempat kerja. Ketika ancaman dianggap lebih besar dari peluang, ketika ada dirasakan kurangnya kontrol dan perubahan karakteristik pekerjaan, maka pegawai korban akan mengalami ketidakamanan pekerjaan.

Referensi :

Antonio Chirumbolo (2005). “The Influence Of Job Insecurity On Job Performance And Absenteeism: The Moderating Effect Of Work Attitudes”.

Barbara Beham, Sonja Drobnic, (2010) “Satisfaction with work-family balance among German office workers”, Journal of Managerial Psychology, Vol. 25 Iss: 6, pp.669 – 689

Hellgren, J., M. Sverke, dan K. Isaksson. 1999. ”A Two-Dimensional Approach to Job insecurity: Consequences For Employee Attitudes and Well-being”, European Journal of Work and Organizational Psychology, 8 (2): 179-195.

Pasewark, W. R., dan J. R. Strawser. 1996, “The Determinants and Outcomes Associated with Job Insecurity in a Professional Accounting Environment”, Behavioral Research in Accounting, 8, halaman 91-113.

Smithson, Janet., Suzan Lewis .2000. Is job insecurity changing the psychological contract? Personnel Review ,29(6):1-15.

Posted on October 23, 2011, in TEORI JOB INSECURITY and tagged , , . Bookmark the permalink. 11 Comments.

  1. Bapak mohon bantuannya, adakah referensi buku yg bisa direkomendasikan untuk job insecurity ini.? proposal saya sudah jd dgn materi dr jurnal2, tp dosen saya meminta untuk dicarikan buku jg. Sedangkan dr penelitian yg dulu2 tidak ada satupun yg memakai buku. gimana yaa pak.?
    Terima kasih 🙂

  2. Dede Septian Pratama

    mas maaaf sebelumnya,saya bole minta jurnal Pasewark, WR, Strawser, JR (1996) The Determinants and Outcomes Associated with Job Insecurity in a Professional Accounting Environment. Behavioral Research in Accounting 8: pp. 91-113 , sudah saya cari2tapi tidak ketemu, mohon dibantu mas, sayasangat butuhjurnal nya.

  3. Maaf ganggu pak aq boleh aq minta jurnal Smithson, Janet, Lewis, Suzan (2000), “Is job insecurity changing the psychological contract?”, Personnel Review, Volume: 29, Issue: 6, Page: 680
    Penting banget pak,dimohon pertolongannya dengan sangat….tidak ada nya saling berbagi ilmu pengetahuan….

  4. sore pak, saya mau tanya. bapak punya referensi buku yang membahas job insecurity tidak y? saya lagi butuh untuk skripsi saya. saya sedang meniliti job insecurity, job satisfaction dengan turnover intention. thx sblum nya pak

    • materi seperti ini sebaiknya diperoleh dari jurnal / paper…

      Ingwer Borg, Dov Elizur, 1992″Job Insecurity: Correlates, Moderators and Measurement”, International
      Journal of Manpower, Vol. 13 Iss: 2 pp. 13 – 26

      Inmaculada Silla, Francisco J. Gracia, Miguel Angel Mañas, José M. Peiró, (2010),”Job insecurity and
      employees’ attitudes: the moderating role of fairness”, International Journal of Manpower, Vol. 31 Iss: 4 pp. 449 – 465

    • materi seperti ini sebaiknya diperoleh dari jurnal / paper…

      Ingwer Borg, Dov Elizur, 1992″Job Insecurity: Correlates, Moderators and Measurement”, International
      Journal of Manpower, Vol. 13 Iss: 2 pp. 13 – 26

      Inmaculada Silla, Francisco J. Gracia, Miguel Angel Mañas, José M. Peiró, (2010),”Job insecurity and
      employees’ attitudes: the moderating role of fairness”, International Journal of Manpower, Vol. 31 Iss: 4 pp. 449 – 465

  5. mas bisa minta jurnalnya pasewark and strawser mas, buat d=referensi.. trims..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: