CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS with LISREL (1)

CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS

(ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI)

Dengan LISREL

CONTOH 1

BY Hendry

Seperti dijelaskan sebelumnya, CFA ditujukan untuk menguji validitas dan reliabilitas konstruk. Dalam kesempatan ini, saya akan memberikan contoh bagaimana melakukan uji CFA dengan menggunakan LISREL.

Variabel yang akan diuji adalah variabel motivasi yang terdiri dari 5 indikator. Jumlah sampel adalah 124 dengan skala pengukuran rating 1 s/d 7.

TAHAP 1

Operasionalisasi Variabel

MOTIVASI

Dimensi pengukuran motivasi Sekaran (2003:179) meliputi

  1. Perilaku digerakkan oleh kerja (driven by work),
  2. Tidak suka bersantai (unable to relax),
  3. Tidak suka ketidakefektivan (impatience with inefffectiveness),
  4. Menyukai tantangan (seeks moderate challenge).
  5. Menyukai umpan balik (seeks feedbacks)

TAHAP 2

Data disimpan dengan nama “motivasi.csv” yang berada pada folder C:\BELAJAR\LATIHAN 1

1. Mengimport Data.

File – Import Data in Free Format

Lalu pilih data “motivasi.csv” seperti pada tampilan di bawah

Tampilan setelah data berhasil diimport

2. MEMANGGIL DATA PRELIS

Klik SET UP – pilih VARIABLES

Pada box Observed Variables..pilih Add/Read Variables

Pilih PRELIS System File, lalu cari dimana anda menyimpan file “motivasi.PSF”

Pada observed variables sudah terlihat 5 variabel. Klik Add Latent Variabel, beri nama “MOTIVASI:.

Klik NEXT, lalu pada kotak Number of Observation..masukkan jumlah observasi (dalam contoh ini adalah 124), lalu klik OK

TAHAP 3

Siapkan Simplis :

Klik File à New à Simplis Project

Beri nama Latihan1

Menyiapkan Syntax Pada Simplis

Klik SETUP lalu pilih BUILD SIMPLIS SYNTAX

Lengkapi Syntax seperti contoh berikut :

Run LISREL, sehingga tampil seperti output berikut ini :

Tampilan Diagram Lintasan Model Motivasi  (Standardized Solution)

Tampilan Signifikansi Jalur (uji t)

INTERPRETASI

Evaluasi Goodness of Fit

Hasil analisis pengolahan data terlihat bahwa konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian, pada proses analisis faktor konfirmatori sudah memenuhi kriteria goodness of fit yang telah ditetapkan. Nilai probability pengujian goodness of fit menunjukkan nilai 0.52064 (< 0.05), dan RMSEA 0.000 (< 0.08). Hasil uji kecocokan model yang lain seperti CGI, GFI, AGFI, RFI juga memperlihatkan nilai > 0.90 sehingga model dinyatakan fit.

Evaluasi Validitas Indikator

Berdasarkan tampilan dapat dilihat hasil tiap-tiap indikator dari masing-masing variabel laten sudah memenuhi syarat yaitu loading factor diatas 0.50 sehingga dapat diterima, nilai loading factor masing-masing sebagai berikut: pada Perilaku digerakkan oleh kerja (0.85), Tidak suka bersantai (0.73), Tidak suka ketidakefektivan (0.77), Menyukai tantangan (0.88), dan Menyukai umpan balik (0.84). Hasil uji validitas dengan memperhatikan loading faktor juga relevan dengan uji t yang menunjukkan nilai t hitung > t kritis.

LISREL Estimates (Maximum Likelihood)

Dari tampilan di atas dapat diketahui bahwa seluruh indikator signifikan. Seluruh indikator memiliki nilai R2 > 0.5. Kontribusi terbesar dari lima indikator adalah pada indikator 1 dan 4 (MOT1 dan MOT4) dengan masing-masing R2 sebesar 0.72. Nilai R2 pada masing-masing persamaan pengukuran menurut Joreskog dan Sorbom (dalam Ghozali, 2008) merepresentasikan reliabilitas indikator. Sehingga dari 5 indikator tersebut dapat dinyatakan indikator pertama dan ke empat adalah paling reliabel.

Karena model fit, loading factor > 0.5, t hitung > 2.58, dan nilai reliabilitas yang cukup baik pada masing-masing indikator maka model ini tidak memerlukan perbaikan/modifikasi lebih lanjut.

Terlihat mudah kan ?? Silahkan dicoba

Selanjutnya : CFA with LISREL contoh 2

Advertisements

Posted on December 28, 2011, in Confirmatory Factor Analysis and tagged . Bookmark the permalink. 16 Comments.

  1. Pak saya sudah run uji goodness of fit model pada Lisrel ketika analisisn endogen hanya 2 atau indikator selalu muncul “the model does not converge” , ketika saya coba break indikator menjadi 4 indikator baru output keluar dengan dekripsi goodness of fit. Apakah pada Lisrel ad minimun manifest sehingga baru bisa di run dan mendapatkan output. Trima kasih

    • Saya juga menemukan hal sama, 1st order CFA dg 2 indikator, tidak jalan..
      Apakah ada minimum jml indikator? pls, help ya, pak… tks..

  2. pak saya mau bertanya.. penelitian saya kali ini menggunakan SEM dengan aplikasi lisrel.. saya sudah melakukan tahapan2 sesuai dengan tutorialnya.. tetapi setiap di run gambar modelnya selalu tidak keluar dengan keterangan “the model does not converge” .. apa kesalahannya ya pak?? terima kasih banyak….

    • Bisa post syntax nya mas ??
      atau kirim syntax nya ke klik.statistik@gmail.com
      nanti akan saya jawab dari sana

      • saya sebenarnya masih hanya mencoba2.. yang saya lakukan langkah pertamanya dengan membuat model path diagramnya lalu build lisrel.. langsung saya run… pada lisrel student version model gambarnya langsung keluar.. tetapi kenapa pada lisrel yg full version modelnya tidak keluar?? kalau variabel saya kurang dari 20 pasti saya akan terus memakai yang student version… saya masih bingung.. mohon bimbingannya..

        • ini untuk simplis syntaxnya pak..
          Raw Data from file ‘D:\DATASEMUAPERTANYAAN.psf’
          Sample Size = 150
          Latent Variables kinerja kemampuan motivasi
          Relationships
          Y11 = kinerja
          Y12 = kinerja
          Y13 = kinerja
          Y14 = kinerja
          X11 = kemampuan
          X12 = kemampuan
          X13 = kemampuan
          X14 = kemampuan
          X15 = kemampuan
          X21 = motivasi
          X22 = motivasi
          X23 = motivasi
          X24 = motivasi
          X25 = motivasi
          X26 = motivasi
          X27 = motivasi
          X28 = motivasi
          X29 = motivasi
          X210 = motivasi
          X211 = motivasi
          kemampuan = motivasi
          kinerja = kemampuan motivasi
          Path Diagram
          End of Problem

  3. Pak hen, itu tutorial untuk fist order atau untuk second order ya ? mohon bantuanya

  4. Mas Hendry, apakah dengan koefisien reliabilitas (Rsquare) bisa digunakan untuk melihat pengaruh masing2 variabel? Misalnya, nilai X1 memiliki Rsquare : 0.72, X2 memiliki Rsquare : 0.53 maka X1 merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap konstruk?

  5. Mas ini tutorialnya pake Risrel versi berapa ya mas ? aku pake v.8.8 studen, kok ga nemu menu “SET UP -> VARIABLES” ya.

  6. Bagimana cara menggunakan CFA untuk variabel self-efficacy dgn 3 dimensi, pak Hendry? Terima kasih banyak sebelumnya.

  7. Pak mau tanya, saya uji vji validitas dengan lisrel tapi kok syntax nya selalu error (keterangannya PM nya bermasalah, sudah saya coba ganti dengan KM tapi tetap error) kira2 solusinya bagaimana ya pak?
    terima kasih

  8. mau tanya, kalau sudah dilakukan uji fit namun ternyata tidak muncul lagi PATHnya. bagaimana cara menyelesaikannya?
    terimakasih

  1. Pingback: STATISTIK « Mjihadi's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: