Kajian Budaya Organisasi dari Hofstede

Kajian Budaya Organisasi dari Hofstede

Oleh : Hendry

Hofstede (1980; 1991) melalui penelitiannya berhasil mengidentifikasi 5 model karakteristik untuk menilai sebuah kultur di masyarakat lintas negara. Dengan mengambil sampel di 40 negara, Hofstede menemukan bahwa manager dan karyawan memiliki lima dimensi nilai kultur nasional yang berbeda-beda. Kelima kultur tersebut adalah :

  1. Jarak kekuasaan merupakan sifat kultur nasional yang mendeskripsikan tingkatan dimana masyarakat menerima kekuatan dalam institusi dan organisasi didistribusikan tidak sama.
  2. Individualisme/Kolektivisme. Individualisme merupakan sifat kultur nasional yang mendeskripsikan tingkatan dimana orang lebih suka bertindak sebagai individu daripada sebagai kelompok. Kolektivisme menunjukkan sifat kultur nasional yang mendeskripsikan kerangka social yang kuat dimana individu mengharap orang lain dalam kelompok mereka untuk menjaga dan melindungi mereka.
  3. Maskulinitas-Feminimitas. merupakan tingkatan dimana kultur lebih menyukai peran-peran maskulin tradisional seperti pencapaian, kekuatan, dan pengendalian versus kultur yang memandang pria dan wanita memiliki posisi sejajar. Penilaian maskulinitas yang tinggi menunjukkan bahwa terdapat peran yang terpisah untuk pria dan waniya, dengan pria yang mendominasi masyarakat.
  4. Penghindaran ketidakpastian merupakan tingkatan dimaan individu dalam suatu negara lebih memilih situasi terstruktur dibandingkan tidak tersetruktur.
  5. Orientasi jangka panjang merupakan tipologi terbaru dari Hofstede. Poin ini berfokus pada tingkatan ketaatan jangka panjang masyarakat terhadap nilai-nilai tradisional. Individu dalam kultur orientasi jangka panjang melihat bahwa ke masa depan dan menghargai penghematan, ketekunan dan tradisi.

Referensi :

Kreitner dan Kinicki. 2005. Perilaku Organisasi. Jakarta : Salemba Empat

Posted on February 23, 2012, in BUDAYA ORGANISASI and tagged , . Bookmark the permalink. 10 Comments.

  1. Pak saya mengangkat tema skripsi
    faktor budaya terhadap keputusan pembelian.
    dosen saya bertanya dimensi pada budaya yang dimaksud seperti apa
    bisa dibantu bapak ?
    terimakasih

  2. Adhitia Toria Jaya

    saya ingin menanyakan apakah bapak memiliki referensi terkait kebudayaan dan pengambilan keputusan? terima kasih

  3. ass pak kalau budaya kerja pns lebih baik baik pengukuran yang mana ya

  4. Pak mau tanya utk pengukuran budaya organisasi dr kepolisian lbh baik pakai aspek yg mana ya? Terimakasih 🙂

    • lihat disini
      Ernest L. Nickels, Arvind Verma, (2008) “Dimensions of police culture: a study in Canada, India, and Japan”, Policing: An International Journal of Police Strategies & Management, Vol. 31 Iss: 2, pp.186 – 209
      disitu dikembangkan instrumen pengukuran budaya kepolisian di empat negara

      • Pak Hendry, terima kasih atas jawaban dari pertanyaan Ayasalikha, kebetulan menjawab pertanyaan saya. Namun setelah saya lihat link nya di emerald, perlu bayar $32 dolar dulu. Jika bapak ada filenya, boleh saya tahu dimensi yang digunakan pak? Kebetulan saya mau meneliti pengaruh budaya dalam organisasi Polri terhadap gaya kepemimpinan. Rencana awal menggunakan teori Hofstede, dengan 5 dimensi, namun masih penasaran apakah ada teori yang lebih tepat untuk organisasi Polri. Terima kasih sebelumnya.

        • 1. LAW-ORDER
          2. WATCHMAN – LEGALISM
          3. COM-WORK – COP-WORK
          4. ENDS – MEANS
          5. STRUCTURE – INSULATE
          6. MENTOR – ALLY
          7. INTEGRATION – COMMITMENT
          8. SOLIDARITY – COLLEGIAL
          9. PHORIA – TOPIA
          10 PRIVILEGE – LICENCE
          11. ROUTINE – NON-ROUTINE
          12. CAREER

          • Wow.. Jawabannya cepat sekali.. Terima kasih mas Hendry..
            Boleh nambah lagi gak mas? Mbah google gak mendetect teori ini, berkenan di share, siapa pemilik/pengembang teori ini mas? Atau pustaka yang bisa saya baca untuk memahami teori ini.
            Banyak terima kasih mas Hendry, semoga sukses selalu.

            • yang mengembangkan Nickels dan Verma itu sendiri…
              Model lainnya bisa diadaptasi dari Herbert (1998) meliputi enam perintah normatif kepolisian (seperti law, bureaucratic control, adventure/machismo, safety, competence, and morality)
              Herbert, Steve 1998 Police subculture reconsidered. Criminology 36:343-369.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: