Metode Ilmiah

METODE ILMIAH

by Hendry

Seperti dijelaskan sebelumnya, metode ilmiah merupakan gabungan dari dua aliran pemikiran yaitu rasionalism dan empirism. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Dalam metode ilmiah, pengetahuan diperoleh melalui penelitian yang sistematis, objektif, terkontrol dan dapat diuji. Metode ilmiah mengacu pada serangkaian prosedur untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau memperbaiki dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Untuk dapat disebut ilmiah, metode penyelidikan harus didasarkan pada pengumpulan bukti empiris dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran tertentu.

Alur berpikir dalam metode ilmiah didasarkan pada beberapa langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. Kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logico-hypotesico-verifikasi ini pada dasarnya memiliki langkah-langkah sebagai berikut (Jujun S. Suriasumantri, 2003) :

  • Perumusan masalah merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.
  • Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait. Kerangka berpikir disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang teruji kebenarannya dengan memperhatikan bukti empiris yang relevan dengan permaasalahan.
  • Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan berdasarkan kerangka pikir yang telah dikembangkan;
  • Pengujian hipotesis merupakan mengumpuan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut.
  • Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis ditolak atau diterima.

Source :

Jujun S. Suriasumantri. (2003). Filsafat Ilmu : sebuah pengantar populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

 

Artikel terkait

Posted on April 9, 2012, in Filsafat Ilmu, METODOLOGI PENELITIAN and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: