Merancang Kuesioner yang baik

Merancang Kuesioner Yang Baik

by Hendry

Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab secara bebas (kuesioner terbuka).

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang kuesioner yaitu pertama tampilan dan kedua isi.

Tampilan

Tampilan kuesioner harus ditampilkan dalam bentuk yang rapi dengan pendahuluan yang tepat, intruksi, dan kumpulan pertanyaan yang disiapkan dengan berbagai alternatif pilihan jawaban.

Bagian Pendahuluan atau kata pengantar

Pendahuluan memuat secara jelas identitas peneliti, tujuan survey dan tambahan kalimat untuk memotivasi atau pernyataan adanya jaminan kerahasiaan.

Contoh :

Bagian Instruksi

Bagian Isi

Menyusun pertanyaan secara logis dan rapi dan memudahkan partisipan untuk menjawab. Selain itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kata dalam pertanyaan penelitian antara lain :

Bahasa yang dipergunakan.

Bahasa yang dipergunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Jika responden adalah masyarakat awam dengan jenjang pendidikan rendah maka menggunakan istilah bahasa Inggris dapat menyebabkan kebingungan mereka untuk menjawabnya.

Menghindari pertanyaan yang bersifat terlalu umum dan kata-kata yang samar. Kalimat pertanyaan seperti

“apakah anda setuju jika gaji dinaikkan ?”, atau “apakah kinerja anda baik” sudah pasti akan dijawab dengan setuju/baik oleh responden.

Hindarkan pertanyaan yang mendua arti (ambiguitas) atau memiliki respon ganda.

Contoh : “bagaimana penilaian anda tentang kualitas dan harga produk ini”. Responden akan mengalami kebingungan karena pertanyaan mengandung dua penilaian “kualitas” dan “harga”.

Hindarkan pertanyaan yang menggiring.

Contoh : “ Dengan kenaikan harga bahan pokok sekarang ini, seharusnya karyawan diberikan gaji yang layak”. Kalimat pertanyaan seperti itu mengandung unsur menggiring opini dengan mendahului kalimat “dengan kenaikan harga bahan pokok” dan “seharusnya karyawan diberi gaji yang layak”.

Hindarkan pertanyaan yang menghendaki ingatan. Pertanyaan mengenai waktu lampau seperti kejadian 10 tahun yang lalu dapat menyulitkan responden untuk menjawab.

Hindarkan pertanyaan yang bermuatan.

Contoh : “sejauh mana kemungkinan perusahaan akan memberikan sanksi jika karyawan melakukan demo”. Kata “sanksi” dan “demo” mengandung muatan emosi yang memperlihatkan dua sudut pandang pihak manajemen dan pihak karyawan.

Sumber :

Uma Sekaran. 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

dan pengalaman pribadi

Artikel terkait

Posted on April 19, 2012, in METODOLOGI PENELITIAN. Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: