HIPOTESIS TIDAK TERDUKUNG, MENGAPA ?

HASIL PENELITIAN TIDAK SIGNIFIKAN

Oleh : Hendryadi

Sangat sering saya mendengar keluhan mengenai tidak signifikannya hasil penelitian. Beberapa bertanya “apakah boleh jika hasil penelitian tidak berhasil membuktikan teori”

Jawabannya : “JELAS BOLEH” dan “MENGAPA TIDAK BOLEH”

Karena menggunakan metode ilmiah, maka penelitian tentu saja memiliki toleransi terhadap keraguan yang muncul atas sebuah pernyataan atau kesimpulan, memiliki kemauan untuk mempertanyakan segala sesuatu, keinginan untuk melakukan berbagai pengujian dan membuka kesempatan atas adanya pertentangan satu sama lain. Dengan demikian, hasil penelitian terbuka untuk saling berbeda, saling mengkritik, bahkan saling bertentangan.

Dengan demikian, jika ada pendapat yang menyatakan “pokoknya harus signifikan !!”, maka saran saya lebih baik tidak usah diteliti saja, karena sudah yakin 100% signifikan. Logikanya…jika sudah yakin bahwa hubungan dua variabel yang diteliti “pasti” signifikan, maka tidak perlu ada pengujian hipotesis dan uji statistik. Cukup diyakini saja..dan tidak perlu diteliti.

Cara berpikir ilmiah itu adalah dimulai dari keraguan..makanya dilakukan pembuktian. Karena ragu..makanya diteliti. Jika sudah tidak ada keraguan..so..ngapain juga diteliti…he.he.he

Hipotesis yang diajukan tidak terdukung secara statistic ?

Dalam hipotesis statistik inferensial, pengujian hipotesis pada prinsipnya adalah pengujian signifikansi. Signifikansi sendiri merupakan taraf kesalahan yang didapatkan/diharapkan ketika peneliti hendak menggenalisasi sampel penelitiannya. Atau dengan kata lain, peneliti melakukan penaksiran parameter populasi berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari parameter sampel penelitian.

Jika hasilnya tidak signifikan, maka artinya adalah data yang dikumpulkan tidak berhasil membuktikan keterkaitan antara X dan Y, dan bukan berarti X tidak berpengaruh terhadap Y, melainkan data sampel tidak berhasil membuktikan hubungan tersebut.

Mengapa bisa terjadi ?

Ada dua penyebab, pertama adalah memang data yang dikumpulkan tidak berhasil membuktikan hipotesis, dan kedua ada kesalahan dari si peneliti.

Untuk kesalahan pertama, maka tidak ada jalan lain kecuali melaporkan hasil penelitian apa adanya, atau melakukan menambahan data. Adakalanya, dibutuhkan sampel yang besar untuk membuktikan adanya hubungan dua variabel, terutama jika hubungan tersebut kecil.

Sedangkan kesalahan kedua (yang sering terjadi) adalah adalah kesalahan pengambilan sampel, kesalahan teknik analisis, kesalahan input data, kesalahan menginterpretasikan penolakan/penerimaan hipotesis (dikenal dengan istilah kesalahan tipe 1 dan 2), dan lain sebagainya.

Kesalahan pengambilan sampel

Contoh sederhana adalah seorang peneliti ingin meneliti mengenai kepuasan kerja karyawan. Kesalahan pengambilan sampel terjadi ketika sampel yang digunakan tidak mempertimbangkan aspek-aspek seperti pendidikan, pengalaman kerja, jenis kelamin dan lain sebagainya. Sebagai contoh : seorang karyawan yang berpendidikan S2 jelas memiliki harapan akan promosi lebih tinggi dibanding dengan karyawan yang berpendidikan SMA. Hal-hal sederhana seperti ini sering kali di abaikan sehingga menghasilkan jawaban kuesioner memiliki tingkat variabilitas tinggi.

Kesalahan Input data (coding)

Kesalahan pada input data atau coding sering terjadi terutama pada pernyataan negatif yang seharusnya dilakukan reverse score.

Kesalahan teknik analisis

Kesalahan teknik analisis umumnya terjadi ketika data yang digunakan “dipaksakan: untuk menggunakan teknik tertentu. Sebenarnya, dalam statistic, prinsip parsimony (kesederhanaan) adalah penting. Semakin sederhana maka akan semakin baik.

Kesalahan dalam menerima dan menolak Hipotesis

Kesalahan tipe I adalah kesalahan apabila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima).

Kesalahan tipe II adalah kesalahan jika menerima Hipotesis yang salah (seharusnya ditolak).

Bagaimana menjelaskan ketidakmampuan data membuktikan hipotesis ?

Sangat disarankan, pada tinjauan penelitian dicari juga penelitian yang mendukung dan menolak. Contoh : Pada penelitian A, B, dan C, DER terbukti berpengaruh negative dan signifikan terhadap return saham, namun pada penelitan D, E dan F diperoleh hasil sebaliknya yaitu DER tidak berpengaruh terhadap Return saham.

Dengan adanya tinjauan penelitian yang mendukung dan menolak tersebut, kita bisa menjelaskan bahwa paling tidak hasil penelitian ini relevan dengan peneltiian D, E, dan F, dan berbeda dengan peneltiian A, B, dan C.

 

Terimakasih

Semoga bermanfaat

 

 

 

Advertisements

Posted on September 6, 2012, in Coretan Ku and tagged . Bookmark the permalink. 174 Comments.

  1. pak punya referensi skripsi atau jurnal yang pengujian hipotesis simultannya tidak berpengaruh tidak? saya sudah mencari tapi tidak menemukan, rata-rata hipotesis simultan semua berpengaruh. mohon bantuannya pak. terima kasih

  2. pak kalau nilai hasil uji signifikansinya pas 0.05 apakah dikatakan signifikan atau tidak ya?

  3. mas kalau motivasi tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan dan kinerja tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan pernah baca tidak? saya kesulitan menjelaskan why-nya. saya pakai sem 6 hipotesis

  4. numpang nanya Pak, dalam penelitian yang saya lakukan, misalkan teori mengatakan jika x1 dan x2 naik, maka seharusnya Y ikut naik,, tapi hasil olah data yang saya lakukan berbanding terbalik (x1, x2 naik namun Y turun) dan hipotesis yang di rumuskan sebelumya (3 hipotesis) semuanya di tolak… apa penelitiannya bisa di lanjutkan?

    • sangat banyak saya temukan kasus seperti itu…
      kalo ditanya bolehkan dilanjutkan ? ya boleh2 saja..tapi anda akan ditanya mengapa hal itu bisa terjadi…

      • Begini Pak, saya kan meneliti tentang pengaruh pajak dan retribusi terhadap kemandirian daerah,,, pengukurannya menggunakan rasio,,, jika di amati dari datanya, memang kadang pendapatan pajak dngan retribusi naik tapi rasio kemandirian malah menurun,,,ini disebabkan karna pendapatan pada sektor lain selain pajak dan retribusi lebih menonjol (bantuan DAU,dll), kemudian hasil olah data menunjukkan kedua variabel x berpengaruh negatif, namun jika kembali di pikir, tidak mungkin pendapatan berpengaruh negatif, bukan begitu? terus jika di lihat dari nilai sig.nya,, keduanya sama2 tidak signifikan,, jadi kesimpulan sementara yang saya ambil adalah kedua variabel yang di teliti berpengaruh secara Negatif namun Tidak signifikan,,, artinya modelnya tidak dapat di pakai untuk memprediksi kemandirian daerah,,,

        tolong masukannya pak,,, terima kasih sebelumnya…

        • Alasan yang anda kemukakan sudah tepat…

          • terima kasih Pak,, maaf merepotkan,,,

          • maaf pak mau bertanya lagi, kan awalnya persamaan yang diperoleh tidak dapat digunakan untuk memprediksi nilai Y,,, yang saya mau tanyakan apakah perlu dicari nilai koefisien determinannya?
            dari hasil r square, didapatkan nilai sebesar 0.822 (82,2%) berarti memiliki tingkat pengaruh sebesar 82,2% sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain, tapi nilai ini kan dicari untuk mengetahui tingkat pengaruh variabel bebas terhadap variabel yang di teliti, sedangkan dari hasil sebelumnya di katakan bahwa X1 dan X2 tidak berpengaruh terhadap Y dilihat dari tingkat signifikansinya,,,

            bingung saya pak 😥

  5. Selamat siang saya mau bertanya, kalau uji f simultan nya berpengaruh signifikan.dan.uji t parsial nya tidak berpengaruh signifikan… itu penyebabnya apa pak ? Dan kenapa semua hasil hipotesis hanya ada dua … knpa tidak kita buat 1 hasil lagi, berpengaruh tidak signifikan 😀 ..

      • Maksudnya multiko pak…
        Mohon di perjelas pak
        Saya kurang mengerti… Maaf merepotkan

        • jika secara simultan…berpengaruh (or R square nya tinggi) namun secara individu banyak var tidak berpengaruh signifikan..itu ciri model anda terkena multikolinieritas..makanya saya minta anda cek multiko nya..

      • sore pak, sblmy makasih bt infonya. sari bingung ni dalam pengujian simultannya. saya pakai regresi logistik variabel saya tidak berpengaruh secara simultan. apakah boleh pak ?
        dan
        Saya juga ada masalah dengan regresi linier berganda, data awal saya tdk normal kemudian saya sudah ubah ke logaritma natural, tapi data tetap tidak normal. bagaimna menurut bapak ?

  6. slmt siang pak,sya mw tny. sya mlakukn pneltian tntg pmasaran mnggunkn 3 var bebas. tp ada 1 var yg tdk signifkan.kl ingin hsilx smw signfikn apa bs dg mrubah nilai/angka pd angketnya?

  7. assalamualaikum pak..saya mhsswa yg sdg skripsi mengalami kendala yg demikian pak..dalam penelitian saya terdiri dari 3 variabel independen..ketika data sudah diolah ternyata hipotesis nya ditolak..dan saat uji lineRitas juga X1 tidak linear..bagaimana solusi nya yaa pak? mohon bantuannya pak terimakasih… email: errha02@gmail.com

  8. assalamualaikum pak..saya mhsswa yg sdg skripsi mengalami kendala yg demikian pak..dalam penelitian saya terdiri dari 3 variabel independen..ketika data sudah diolah ternyata hipotesis nya ditolak..dan saat uji lineRitas juga X1 tidak linear..bagaimana solusi nya yaa pak? mohon bantuannya pak terimakasih… email: errha02@gmail.com

  9. Selamat malam Pak Hendry
    Saya sedang melakukan penelitian tentang pengaruh DAR, DER dan Manajemen Laba terhadap PPh Badan Terutang. Karna variabel pajak berbentuk nominal milyar rupiah, kemudian saya transform ke LN, namun hanya DAR yg signifikan. Namun setelah saya coba-coba transform variabel PPh ke bentuk SQRT (akar pangkat), hasilnya DAR dan Manajemen Laba menjadi signifikan terhadap PPh.
    Pertanyaannya, apakah saya boleh menggunakan transform SQRT untuk variabel PPh? Sedangkan pada umumnya data nominal uang itu ditransform ke LN.
    Sekian, Terimakasih banyak Pak..

    • dasar memilih tipe transformasinya apa ?? apakah dari uji normalitas ?

    • Mas.. saya skrg lagi buat skripsi judul yang sama dgn mas (Analisis faktor2 yg mmpengaruhi pph badan trutang) Masalahnya X saya yg manajemen laba saya gak ketemu peneliti terdahulu…kalo boleh mas share skripsinya dibagian2 tertentu saja mas. Sprti abstrak. Latar blkg. Smua isi pendahuluan lalu metode penelitian hal2 yg berhub sama manajemen laba. Tolong skalii T_T

  10. Pak saya mau tanya.. kalau uji F tidak signifikan apakah penelitian saya tidak layak?
    Jika harus dilaporkan apa adanya bagaimana saya menjelaskan ttg uji F yg tdk signifikan ini?

  11. Pak saya mau tanya. saya sedang melakukan penelitian mengenai perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. dari rata-rata hasil belajar siswa, ada perbedaan. namun ketika saya uji menggunakan uji-t, justru tidak ada perbedaan hasil belajar antara kedua kelas tersebut. kira-kira apa yang mempengaruhi hal tersebut Pak? apakah sampel penelitian? sekedar info, sampel dalam penelitian saya ada 24 siswa di kelas eksperimen dan 25 siswa di kelas kontrol. mohon penjelasannya Pak. Terima Kasih.

    • Hallo mbak, saya juga memiliki masalah yang sama dgn yang mbak alami,
      Apa mbak sudah menemukan solusinya?
      klo sudah, boleh kah saya tau alasannya mbak?
      krena menurut pemb saya, saya harus cari jurnal dgn metode yg sama dab masalh yang sama dengan saya
      namun smpai saat ini saya tidak menemukan jurnal tersebut..
      mohon bantuannya ya mbak 😊😊
      email : kakaktikaiqbal@gmail.com

  12. malam pak… sya febri ngin bertanya .. apakah ada penjelasan mengapa tingkat kesulitan keuangan tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi? soalnya hasil penelitiann saya sig > 0,05 sehingga hipotesis saya ditolak dan menunjukan variabel x tidak berpengaruh terhadap y .saya telah mencari referensi namun belum menemukan penjelasannya.. Tolong bantuannya.. terima kasih sebelum

  13. selamat pagi pak.. saya febriyanti ,, saya ingin bertanya pak mengenai hasil penelitian saya tentang pengaruh tingkat kesulitan keuangan dan risiko litigasi terhadap konservatisme akuntansi .. Namun untuk variabel tingkat kesulitan keuangan hasilnya tidak berpengaruh (sig>0,05) terhadap konservatisme akuntasi..
    Kira apakah ada penjelasan dan alasan nya ya pak soalnya secara teori harusnya berpengaruh ..
    saya juga telah mencari referensi penelitian yang hasilnya sama namun tidak ada penjelasannya…
    mohon bantuannya.. terimakasih sebelumnya
    email: febriyantitriputri@ymail.com

  14. terimakasih postingannya saya mendaatkan jawaban atas yg saya kuatirkan untuk sidang nanti

  15. pak saya sekarang sedang mengerjakan skipsi. saya menghitung efektivitas dengan menggunakan uji-t. setelah saya hitung hasilnya negatif pak, bagaimana itu pak ?
    mohon bantuan bapak
    terima kasih

  16. pak saya mau bertanya. saya menggunakan persamaan regresi linear berganda. apakah boleh melakukan uji t dengan taraf kesalahan yang berbeda tiap variabelnya pak?

    • sebetulnya tidak masalah…tapi kadang di sini meminta sama.
      Contoh :
      X1 berpengaruh pada Y pada sig 5%
      X2 berpengaruh pada Y pada sig 1%
      X3 berpengaruh pada Y pada sig 2%
      dst

  17. selamat siang pak saya mahasiswi yang sedang mengerjakan skripsi. saya mau tanya kalau misalnya saya buat hipotesis awal saya “X berpengaruh negatif signifikan terhadap Y” tetapi pada hasilnya variabel X berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y. Apakah itu berarti saya harus menolak hipotesis awal saya yang berpengaruh negatif signifikan? mengingat hasil penelitian saya juga sama2 berpengaruh signifikan hanya tanda positif dan negatifnya saja yang membedakan. terima kasih banyak pak.

  18. Mas kalog objek penelitian di dprd buat uji validitas dan reabilitas itu dimana ya yg pas?

  19. Terima kasih atas postingannya pak..
    ada hal yang ingin saya tanyakan pak.. bagaimana menjelaskan secara logis jika ada satu variabel x terhadap y yang di tolak pak? Sedangkan saya telah berusaha mencari jurnal pendukung untuk menjelaskan masalah tersebut tetapi tidak menemukan nya.. mohon bantuan dan pencerahannya pak..
    Terima kasih

    • boleh tau riset ttg apa mbak..nanti saya coba carikan penjelasannya…

      • riset saya tentang pengaruh pengendalian internal dan total quality manajemen terhadap kinerja organisasi melalui good governance (study empiris pada lembaga amil zakat se-provinsi banten)

        saya menggunakan software pls,
        masalah saya disini adalah semua variabel diterima namun, variabel total quality manajemen terhadap kinerja organisai ditolak dengan hasil t-ststitik dibawah 1,96,
        dan saya sampai sekarang belum menemukan jawaban secara logis yang tepat nya pak..

        mohon bantuan pencerahannya pak

  20. Ass..
    Pak saya mau nanya..saya sedang membuat skripsi dan saya punya pegangan jurnal pedoman skripsi yg saya ingin teliti..tp jurnal saya itu hipotesis nya nol semua dri H01 H02 dan H03..apakah ituu bsa saya teliti pak? Dan ada susah untuk meneliti?trmksh sebelumnya

  21. Malam, pak.. saya lagi nyusun skripsi, namun setelah saya olah data menggunakan regresi sederhana hasilnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, dan menunjukkan kekuatan hubungan yang rendah, pertanyaan saya, bagaimana cara menyimpulkan hipotesis penelitian saya pak? apakah boleh langsung menyimpulkan bahwa ho diterima? mohon penjelasannya pak.

  22. pak hendry saya mau bertanya, untuk variabel yang tidak signifikan..sebaiknya menggunakan langsung kata tidak berpengaruh atau berpengaruh (negatif / positif) tetapi tidak signifikan? mohon pencerahan ya pak, terima kasih

    • jika ada kata “positif or negatif” artinya anda yakin benar mengenai arah hubungan kedua variabel..
      menurut saya..tidak perlu digunakan kata positif or negatif…

  23. pak saya mau bertanya, Ha saya – dan H0 +
    setelah olah data hasilnya negatif ( tidak signifikan)
    yg saya ingin tanyakan yg ditolak yg Ha atau H0 ya pak?

    apa hasil ditolak dengan (ha diterima dan ho ditolak)? karena walaupun tidak signifikan koefisien nya sama-sama negatif.. mohon penjelasanya pak.. sebelumnya terima kasih.

    • Gampangnya gini mas..
      Wilayah penerimaan Ha itu ada di sisi kiri. Dedngan alpha (misalnya 5%, dan df 30), maka t tabel adalah -1.98. dengan demikian, nilai t hitung dari – 1.98 s/d positif (ke arah kanan) merupakan wilayah penerimaan Ho..

  24. Pa, maaf nih saya punya kendala dengan penelitian saya tentang hubungan dan ternyata H0 diterima maka tidak terdapat hubungan yang signifikan dan saya bingung bgmana menjelaskan di dalam skripsi saya mohon dibantu

  25. artikelnya sangat membantu,terimakasih..
    saya mau bertanya, apakah untuk data keuangan pada SPSS, memang seharusnya ‘n’-nya 30?? Karna saat saya masukkan data (dengan laporan keuangan triwulan selama 8thn, jadi total n=32) tidak signifikan tetapi jika saya masukkan data dengan tahunan (n=8) hasilnya signifikan
    jika memang tidak harus 30, kira2 apakah ada literatur buku untuk menguatkan pernyaataan (data keuangan SPSS tidak harus 30) tersebut?
    terimakasih

  26. lilik wiidagdo

    pak bagaimana jika tidak ada pengaruh tidak langsung pada analisis jalur?

  27. Muhammad Nur Pakawaru

    Selamat malam pak.
    Sy ingin bertanya, dalam penelitian saya “Pengaruh Tingkat Pemahaman Akuntasi Dan Sikap Tentang Undang-Undang Akuntan Publik Terhadap Perencanaan Karir Sebagai Akuntan Publik” dari hasil olah data yang saya lakukan didapatkan secara simultan X1 dan X2 berpengaruh signifikan terhadap Y. Tetapi secara parsial, hanya variabel X2 saja yang didukung oleh teori berpengaruh signifikan terhadap Y dan X1 sama sekali tidak ada dukungan dari sebuah teori. Sementara hasil olah data membuktikan bahwa X1 secara Parsial berpengaruh signifikan Terhadap Y.

    Lantas di hipotesis apa yang harus saya deskripsikan?
    Mohon sarannya Pak.

  28. whindi yulia ajh

    malam pak, maaf mengganggu, saya mw tanya saya melakukan penelitian eksperimen dengan cara membandingkan 2 kelompok perlakuan namun,, berdasarkan dari hasil penelitian saya kelompok pertama mengalami penurunan dan kelompok ke dua juga ,, tapi kelompok kedua lebih banyak nilainy. tapi kenapa di uji statistik hasilnya tidak ada perbedaan pak,. lalu bagaimana cara saya menyampaikan pembahasannya ketika dipertanyakan oleh dosennya pak…mohon balsanny ya pak,. sebelumnya trima kasih,.

  29. maaf pak saya ingin bertanya kalo misalnya nilai regresi negatif padahal teori mengatakan positif itu alasannya kenapa ya ?

  30. assalamualaikum.maaf pak, saya kemarin melakukan penelitian tentang pengaruh media terhadap pengetahuan, sikap, dukungan, niat dan keikutsertaan KB.hasil akhir regresi logistik menunjukkan bahwa pada niat hasil negatif, di analisis bivariat memang yang niat lemah keikutsertaannya lebih banyak dibanding yang niat kuat. saya juga agak aneh dengan hasil ini.pengolahan data penelitian saya oleh dosen statistik di universitas saya kuliah dan beliau mengatakan bahwa ini tidak apa2.saya sudah menyertakan rujukan yang mendukung hasil penelitian saya seperti yang bapak katakan di artikel (di penelitian A teruji dan di penelitian B tidak, diambil yang penelitian B), dan saya juga memasukkan beberapa hal dalam keterbatasan penelitian saya.namun penguji masih mempertanyakan dan tersirat seperti bahwa seharusnya sesuai dengan teori yaitu makin tinggi niat makin tinggi keikutsertaan, katanya mungkin ada salah koding. saya mencari second opinion dari teman dosen statistik yang lain untuk menganalisis, tapi beliaupun mengatakan tidak ada yang salah dalam analisis dan hasilnya.penguji yanglain tidak ada masalah dan mengatakan bahwa bagaimanapun itu adalah hasil penelitian dan kenyataan di lapangan.namun saya masih suka kepikiran tentang hal itu. terlebih hasil penelitian ini kan menjadi rujukan adik kelas karena disimpan di perpustakaan. oya, saya sudah sidang akhir dan lulus, namun saat revisi ini saya bingung. mohon bantuannya,pak.maaf bila terlalu panjang.

  31. Sore pak.. Saya mau tanya diuji parsial saya terbukti tidak berpengaruh terhadap variabel dependent.. Bagaimana saya menjelaskan pada dosen sewaktu sidang terimakasih pak

  32. Ass.. Bapak saya mau menanyakan jika data quesioner itu merupakan data ordinal maka apakah harus dikonversi ke interval.. Kemudian kuesioner saya valid dan reliabel serta memenuhi asumsi klasik tetapi mengapa secara parsial saat uji t tidak signifikan itu penyebabnya apa ya pak? Mohon bantuannya terima kasih 🙂

  33. oh iya pak mohon maaf, jika bapak berkenan menjawab pertanyaan saya yang sebelumnya saya tulis di komentar, bisa di email ke sandivams@gmail.com terima kasih bapak sebelum dan sesudah.

  34. selamat pagi pak mohon maaf saya ingin bertanya. saya sedang menyusun skripsi, nah setelah hasilnya diolah 2 dari 3 variabel yang saya gunakan tidak berpengaruh dan tidak ada pendukungnya. karena penelitian sebelumnya itu semua berpengaruh dan satu lagi pengaruh negatif

    sedangkan saya nilai sig nya 0.1 atau > 0.005. mohon maaf pak, sebaiknya saya gunakan kesimpulan apa ya atau saya salah mengolah atau memang sampel saya atau jawaban responden saya bingung. sekali lagi mohon maaf dan terima kasih pak

  35. Selamat siang, saya dani.. mohon penjelasannya.. saya melakukan penelitian causal dengan 2 variabel.. hasil penelitian tidak signifikan..
    saya menggunakan instrumen sbagai sumber data.. pertanyaannya, apakah jumlah butir instrumen mempengaruhi ketidaksignifikanan? Saya memakai 8 butir untuk variabel independen dan 12 butir untuk variabel dependen..

  36. Selamat pagi Pak. Saya mahasiswi yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Saya ingin bertanya, apa perbedaan dari berpengaruh tapi tidak signifikan dan tidak berpengaruh? Soalnya saya masih kebingungan dengan perbedaan dari keduanya. Terima kasih

  37. iyaa kira-kira begitu hipotesis saya, terima kasih atas jawaban dan fast respond nya

  38. selamat sore. saya melakukan penelitian menggunakan alat analisis paired sample t-test dan hasilnya hipotesis null ditolak. yang berati tidak tedapat perbedaan yang signifikan. dospem saya menanyakan teori statistik yang menjelaskan mengapa tidak terdapat perbedaan. yang ingin saya tanyakan apa penjelasan bpk diatas bisa saya gunakan. atau ada teori lain yg bisa saya pakai. dan maksud data berfluktuatif atau naik turun itu seperti apa ??
    terima kasih fast respond pls

    • tidak konsisten maksudnya…
      Saya berikan contoh : peneliti ingin membandingkan apakah ada perbedaan hasil belajar matematika antara sebelum dan sesudah diberikan metode pembelajaran tertentu.
      Hipotesis or dugaan adalah metode pembelajaran “XYZ” dapat meningkatkan hasil belajar siswa…jadi mestinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dengan sesudah diberikan metode itu.
      Namun, ketika diteliti..ternyata tidak terbukti signifikan. Fluktuasi dimaksud adalah ada siswa yang nilainya naik…dan ada banyak pula yang nilainya turun. Tidak konsistennya hasil ini kemudian menyebabkan tidak signifikannya perbedaan hasil pada dua periode pengamatan..
      Begitu kira-kira..

      Thanks

  39. artikelnya sangat membantu penyusunan skripsi,,terima kasih pak

  40. maaf pak, artikel ini sumber/ rujukannya dari buku apa ya? soalnya lagi nyari tambahan teorinya. terimakasih banyak.

    • ini artikel memang tidak ada rujukannya…
      interpretasi saya sendiri menanggapi banyaknya pertanyaan mengenai hipotesis yang tidak terdukung..

  41. mau tanya jika F hitung kurang dari F tabel, dan signifikansinya lebih besar dari 0,05 bagaimana cara menjelaskannya agar dosen tidak selalu memberi pengertian nilai signifikan harus dibawah 0.05

  42. pak, kalau nilai sig. di uji t sbesar 0,05 dengan taraf signifikasi yg saya ambil adalah 5%. apakah masih bisa disebut signifikan?

  43. pak mau bila telah dilakukan uji regresi berganda dan ternyata terdapat uji t yang hasilnya negatif penyebabnya apa ..

  44. Pak tesis saya ada variabel tidak signifikan x1 budaya organisasi terhadap kinerja dan reliabilitasnya o,298 , ada indikator tidak valid dalam uji validitasnya juga , bagaimana itu nggak normal atau gimana?

    • perbaiki model pengukurannya…baru masuk ke struktural (uji hipotesis)
      or model pengukuran (termasuk validitas dan reliabilitas) harus fix terlebih dahulu baru masuk ke struktural dan pengujian hipotesis

  45. saya ingin bertanya. Skripsi saya pengaruh X terhadap Y dgn Z sbg variabel moderating. Apabila hasil X terhadap Y dalam penelitian saya tidak signifikan namun hasil moderasi terhadap Y signifikan, apakah boleh begitu pak hasilnya? saya bingung dan ragu dengan hasil penelitian saya.
    Kalau terjadi multikolonieritas bagaimana yah pak? terimakasih

  46. selamat malam pak.
    saya ingin bertanya. Skripsi saya pengaruh X terhadap Y dgn Z sbg variabel moderating. Apabila hasil X terhadap Y dalam penelitian saya tidak signifikan namun hasil moderasi terhadap Y signifikan, apakah boleh begitu pak hasilnya? saya bingung dan ragu dengan hasil penelitian saya.

  47. trimaksaih sekali Pak, postingannya sangat membantu memahami pengujian hipotesis 🙂

  48. Pak, kenapa kadang suatu pustaka menyebutkan hasil itu cuma dua: berpengaruh signifikan dan tidak berpengaruh signifikan. lalu bagaimana dengan berpengaruh tidak signifikan, apa ada? sebenernya apa yang dilihat. signifikansi atau hasil t/F hitung? bagaimana menyimpulkannya?
    kalau setelah saya baca dan bisa simpulkan, apakah benar tidak berpengaruh signifikan dengan berpengaruh tidak signifikan itu hampir sama?

    cth kasus saya: F hitung 0,05. namun adj R2 0,076 (7,6%)
    kebanyakan orang berependapat bahwa dengan melihat F hitung dan nilai signifikansi sudah disimpulkan bahwa tidak berpengaruh signifikan. namun saya berpendapat bahwa logikanya variabel-variabel x bisa memeberikan sumbangan pengaruh walau kecil sebesar 7,6%, itu artinya berpengaruh namun tidak signifikan. apa boleh begitu? bagaimana menjelaskannya yang benar? terimakasih, fast respond pls

    • maaf pak, tambahan sedikit, itu maksudnya F hitung kurang dari F tabel, dan signifikansinya lebih besar dari 0,05

    • Berpengaruh tapi tidak signifikan..
      Signifikansi dalam uji itu dapat diartikan sebagai error..tidak signifikan artinya tidak dapat digeneralisasikan…
      Jadi saya sependapat dengan anda…

      • Wah terimakasih pak atas respon cepatnya, sabtu besok saya sidang. Tadinya saya bingung. Semakin banyak baca saya semakin yakin bisa menjelaskan pendapat itu. Ditambah jawaban bapak barusan. Hehee

  49. pak, apa ada contoh jurnal penelitian yag hasilnya tidak signifikan? saya butuh sekali pak, terimakasih..

  50. apakah jika penelitian yang hasilnya tidak signifikan masih perlu untuk dilanjutkan atau tidak?

      • . Kalau boleh lanjut, dasar pustakanya apa pak

      • Pak mau tanya kalo nilai adj R Squre nya negatif gimana ya pak?? sama nilai F nya nol koma,,apakah penelitian saya bisa dikatakn gagal atau gimana ya?? mohon penjelasannya..terimakasih

      • Pak,saya mau tnya.pnltian sya”analss pngrh DOL,DFL, dan DCL terhdp EPS pd prshaan rokok 2010-2014…sy ingn brtnya u/ hsil olh dt sy dngn spss hasil e Ho diterima,dan dlm pnltian trdhlu ada dr srilangka dngn hsl yg sma…u/ nilai R square sya nilainya 0,501.yg sy bngung e..g ada hbngn yg sig trhdp eps tp kok hsil R sq e 50,1%(brrt kan 50,1% y dpt d trngkn oleh var X1,2,3) la pdhl x1,2,3 tdk brpgrh trhdp Y….mohon di jwb ke email sya pak sulis_ariyan@yahoo.com…..
        Terima kasih

        • coba cek multikolinieritasnya…

          • Mas.. saya meneliti manajemen laba terhadap pajak penghasilan badan terutang… tapi saya ga ketemu peneliti yang menggunakan x manajemen laba trhdp y pph badan…
            Dan masalahnya nnti waktu pembahasan. Ga ad dukungan teori atau dukungan utk penelitiannya mas.. 😦
            Boleh saya minta solusi ?

            satu lg mas.. kalau saya mau ambil var X dari peneliti yang menguji dengan uji korelasi (hub sbab akibat) pada penelitian saya dgn uji pengaruh mohon bantuan pak. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: