Logika Statistika

Logika statistika sering disebut sebagai logika induktif yang tidak memberikan kepastian, namun memberi tingkat peluang bahwa untuk premis-premis tertentu dapat ditarik suatu kesimpulan mungkin benar dan mungkin juga salah.

Langkah-langlah yang ditempuh dalam logika induktif meliputi :

  1. Observasi dan eksperimen
  2. Munculnya hipotesis ilmiah
  3. Verifikasi dan pengukuhan, yang berakhir pada :
  4. Sebuah teori dan hukum ilmiah

Perbedaan Logika Induktif dengan Logika Deduktif

Penarikan kesimpulan induktif memiliki perbedaan mendasar dengan logika deduktif (seperti matematika). Dalam penalaran deduktif kesimpulan yang ditarik adalah benar jika premis-premis yang dipergunakannya adalah benar dan prosedur penarikan kesimpulannya adalah sah.

Sedangkan dalam penalaran induktif meskipun premis-premis yang digunakannya adalah benar dan prosedur yang digunakan adalah adalah sah, maka kesimpulannya belum tentu benar. Yang dapat dikatakan adalah bahwa kesimpulan itu mempunyai peluang untuk benar.  Dapat dinyatakan bahwa dasar dari statistika adalah ilmu peluang. Ilmu peluang sendiri adalah cabang dari matematika, sedangkan statistika merupakan disiplin ilmu tersendiri.

Tulisan terkait :

Sejarah Awal Statistika

 

Materi Referensi :

Sumarna, C. (2004). Filsafat Ilmu : dari Hakikat menuju nilai. Bandung : Pustaka Bani Quraisy.

Suriasumantri, J.S. (2003). Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer, (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Posted on November 7, 2012, in Filsafat Ilmu, METODOLOGI PENELITIAN. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: