Berapa Ukuran Sampel Untuk Ujicoba Instrumen

Pertanyaan yang juga sering ditanyakan adalah berapa ukuran sampel untuk ujicoba instrumen ?

Sejarah Uji Validitas

Evaluatif pertama dalam upaya untuk menentukan kesesuaian tes dimulai Guilford (1946).  Validitas kemudian memperoleh spesifikasi teoritis. Pada tahun 1949 Cronbach mengembangkan gagasan validitas logis dan empiris. Validitas logis disebut penilaian tentang apa langkah-langkah tes dan validitas empiris yang mengacu pada Guilford  (1946) melalui perbandingan statistik dari skor tes dengan langkah-langkah yang sama. Pada tahun 1954 Anastasi memberikan kategori validitas dalam beberapa jenis, yaitu validitas tampang (face validity), konten (content validity), faktorial dan validitas empiris yang tetap mempertahankan perbedaan antara metode logis dan empiris dalam menentukan validitas.

Pada tahun yang sama, Rekomendasi Teknis (APA, 1954) membagi empat jenis validitas (yaitu, konten, prediksi, bersamaan, dan validitas konstak (content, predictive, concurrent, and construct validities). Keempat jenis ini kemudian dikurangi menjadi tiga dengan kombinasi validitas prediktif dan kriteria (APA, 1966).

Ukuran Sampel Untuk Uji Validitas

Salgado (1998) dalam kajiannya menyebutkan bahwa ukuran sampel merupakan masalah pertama dalam melakukan proses validasi karena kesulitan dalam memperoleh sampel dengan jumlah yang sesuai. Ghiselli (1973) dalam tulisannya menemukan banyak sampel dengan kurang dari 50 peserta. Namun, penelitian yang paling relevan pada ukuran sampel dalam studi validitas dilakukan dengan Lent, Auerbach & Levin (1971). Para peneliti, menyusun studi validitas yang diterbitkan antara 1954 dan 1969, menunjukkan bahwa rata-rata ukuran sampel hanya 68 peserta. Dalam sebuah penelitian tulisan yang lebih baru, Monahan & Muchinsky (1983), dengan menggunakan artikel yang diterbitkan dalam jurnal Psychology Personil antara tahun 1950 dan 1979, menemukan bahwa ukuran rata-rata sampel  berkisar 58-125 peserta, dengan rata-rata 88 dan standar deviasi berkisar antara 31 ke 173. Selanjutnya, dalam 60 persen dari studi yang dilakukan pada tahun 1960 dan 1970-an memiliki ukuran sampel kurang dari 100 peserta (Salgado, 1998) .

Pendapat Ahli

Nunnally (1994) merekomendasikan 10 x jumlah item untuk penggunaan analisis faktor.  Sapnas dan Zeller (2002) berpendapat bahwa ukuran sampel 50 cukup memadai untuk mengevaluasi sifat psikometrik pada ukuran konstruk sosial. Thompson, (2004) menyebutkan bahwa setidaknya 200 responden yang dijadikan  sampel untuk mencapai stabilitas melalui analisis faktor. Meyers, Gamst, Guarino, (2006) menunjukkan bahwa ukuran sampel yang sesuai tergantung pada jumlah item yang tersedia yaitu untuk 10 item diperlukan 200 sampel, 25 item diperlukan 250 sampel, 90 item dibutuhkan 400 sampel, dan seterusnya.

Review yang dilakukan oleh Anthoine, dkk (2014) pada sebuah instrumen di bidang kesehatan menyebutkan bahwa Validitas isi, validitas konstruk, validitas kriteria dan konsistensi internal yang paling umum digunakan dalam studi validasi. Dari 114 artikel yang direview,  sekitar 92% dari artikel melaporkan rasio sampel dan jumlah variabel lebih besar dari atau sama dengan 2, sedangkan 25% memiliki rasio lebih besar dari atau sama dengan 20. Sekitar 90% dari artikel memiliki ukuran sampel yang lebih besar dari atau sama dengan 100, sedangkan 7% memiliki ukuran sampel yang lebih besar dari atau sama dengan 1000

Kesimpulan

Dari berbagai tinjauan litelatur,  pedoman untuk menentukan berapa ukuran sampel yang digunakan untuk ujicoba instrumen (untuk menguji validitas dan reliabilitas) adalah didasarkan pada teknik analisis yang digunakan. Untuk menguji validitas konstrak, EFA maupun CFA, dibutuhkan minimal sampel 5 – 10 x jumlah item yang digunakan. Atau, untuk jumlah item kuesioner sebanyak 10, dapat menggunakan minimal 50 responden sebagai ujicoba.

 

Daftar Paper

Anthoine, E., Moret, L., Regnault, A., Sabille, V & Jean-Benoit Hardouin. Sample size used to validate a scale: a review of publications on newly-developed patient reported outcomes measures. Health and Quality of Life Outcomes 2014, 12:176

Beran, Tanya N. The role of validity in psychological measurement for school psychology applications. Canadian Journal of School Psychology18.1/2 (2003): 223-243

Mantilla, Jesús Miguel Rodríguez; Díaz, Ma José Fernández. Development and Validation of a Measuring Instrument for Burnout Syndrome in Teachers. The Spanish Journal of Psychology15.3 (2012): 1456-65.

Meyers, L.S., G. Gamst, A.J. Guarino, 2006. Applied Multivariate  Research:  Design  and  Interpretation. Sage Publications. Washington,  DC:  American Psychological Association

Nunnally, J. C., & Berstein, I. H. (1994). Psychometric theory (3rd ed.). New York, NY: McGraw-Hill

Salgado, Jesus F. Sample size in validity studies of personnel selection. Journal of Occupational and Organizational Psychology71 (Jun 1998): 161-164.

Sapnas, K. G., & Zeller, R. A. (2002). Minimizing sample size when using exploratory factor analysis for measurement. Journal of Nursing Measurement, 12(2), 97-109

Thompson,  B.  2004.  Exploratory  and  confirmatory factor analysis : Understanding  concepts  and applications. Washington,  DC:  American. Psychological Association

Posted on June 28, 2015, in Jawaban Khusus and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. terima kasih atas pencerahannya, selanjutnya perkenankanlah saya memperoleh pencerahan terkait dengan proses Bootstrap dalam SEM menggunakan LISREL 8,7, dimana agak kesulitan dalam mengubah data awal 50 menjadi 200, terkadang ketika di bootstraap nilainya 0 atatu meleihi dari sampel 200 yang diinginkan
    terima kasih atas petunjuknya khususnya caranya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: