Abstract: Dampak Insentif Pajak Perumahan Terhadap Potensi Penerimaan Pajak Negara Dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat : Kasus Provinsi Papua

Dampak Insentif Pajak Perumahan Terhadap Potensi Penerimaan Pajak Negara Dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat : Kasus Provinsi Papua

Towaf Totok Irawan

 

Abstract

Sampai saat ini pemerintah dan sektor swasta belum mampu untuk mengatasi backlog 13,5 juta unit rumah status kepemilikan dan 7,6 juta unit untuk status hunian. Tingginya harga tanah telah menyebabkan tingginya harga rumah sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak mampu menjangkau pembelian rumah. Selain harga tanah, faktor pajak juga berkontribusi terhadap tingginya harga rumah. Pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan untuk penyediaan insentif pajak, yaitu menghapuskan PPN atas transaksi material pembangunan rumah. Kebijakan ini diharapkan menjadikan harga rumah lebih murah, sehingga permintaan perumahan meningkat, dan mendorong sektor terkait untuk meningkatkan peranannya dalam pembangunan rumah. Analisis dampak pajak insentif perumahan untuk penerimaan negara dan peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya di Provinsi Papua menggunakan tabel IO karena selain melihat peran masing-masing sektor juga bisa melihat dampak dari pajak (pajak penghasilan 21 Pph 25 Pph, PPN), dan pendapatan (upah). Meskipun dalam dampak jangka pendek masih kecil, tapi sangat bermanfaat dalam jangka panjang

Full Text:

PDF

Advertisements

Posted on June 29, 2017, in JRMB and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: