Category Archives: PELATIHAN SDM

Mengembangkan Rencana Pelatihan Strategis

by Hendry

Kerangka kerja untuk mengembangkan rencana pelatihan strategis antara lain mengandung empat tingkatan pokok, antara lain :

  1. Mengatur strategi. Yaitu manager2 SDM dan pelatihan harus lebih dahulu bekerja sama dengan manajemen untuk menentukan bagaimana pelatihan akan terhubung secara strategis pada rencana bisnis strategis, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan dan organisasi
  2. Merencanakan, yaitu perencanaan harus terjadi dengan tujuan untuk menghadirkan pelatihan yang akan membawa hasil-hasil positif untuk organisasi dan karyawannya. Sebagai bagian dari perencanaan, tujuan dan harapan dari pelatihan harus diidentifikasi serta diciptakan agar tujuan dari pembelajaran yang dapat diukur dan spesifik untuk melacak efektivitas pelatihan.
  3. Mengorganisasi, yaitu pelatihan tersebut harus diorganisasi dengan memutuskan bagaimana pelatihan akan dilakukan, dan mengembangkan intervensi-intervensi pelatihan. Semua aktivitas ini memuncak dalam pelatihan yang sesungguhnya.
  4. Memberi pembenaran yaitu mengukur dan mengevaluasi pada tingkat mana pelatihan memenuhi tujuan pelatihan tersebut. Kesalahan2 yang terjadi dapat diidentifikasi pada tahap ini, dan dapat meningkatkan efektifivitas pelatihan dimasa depan.

Dirangkum dari buku :

Mathis dan Jackson. 2009. MSDM. edisi 10. Jakarta : Salemba Empat. pp : 307-308

 

Meteri Terkait :

 

METODE PELATIHAN SDM

Ada dua kategori pokok program latihan manajemen:

1) Metode praktis.

Teknik-teknik “on the job trainning” merupakan metode latihan yang paling banyak digunakan. Karyawan dilatih tentang pekerjaan yang baru dengan supervisi langsung, seorang “pelatih” yang berpengalaman. Berbagai macam teknik ini yang biasa digunakan dalam praktek adalah sebagai berikut: Read the rest of this entry

DEFINISI PELATIHAN SDM

A. DEFINISI PELATIHAN

Menurut Mathis (2002), Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas. Secara terbatas, pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta keterampilan yang digunakan dalam Read the rest of this entry