APLIKASI ANALISIS JALUR DENGAN SPSS VERSI 15.0

Oleh : Hendryadi

A. PENDAHULUAN

Judul Penelitian

Analisis Pengaruh Kompensasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai (maaf organisasinya dihilangkan…)

Variabel Penelitian

X1 = Kompensasi

X2 = Budaya Organisasi

X3 = Motivasi kerja

Y          = Kinerja

Rumusan Masalah

Berapa besar pengaruh kompensasi dan budaya terhadap motivasi kerja

Berapa besar pengaruh langsung dan tidak langsung kompensasi, dan budaya terhadap kinerja

Desain Diagram

X3 = X3X1 +  ρ X3X2 + Є1 …………Substruktural 1

Y = ρ YX1 + ρ YX2 + ρ YX3 + Є2 …………Substruktural 2

B. PENYELESAIAN KASUS

Catatan :

Model diasumsikan telah memenuhi persyaratan analisis jalur meliputi data berskala interval, berdistribusi normal, pemenuhan asumsi linieritas, normalitas, homogen dan terbebas dari masalah multikolinieritas. Pembahasan mengenai hal ini akan dijelaskan secara terpisah sehingga bahasan mengenai interprestasi nilai analisis jalur dengan regresi.

atas permintaan…data dapat didownload DATA ANALISIS JALUR

1. TAHAP 1

Pada tahap 1 persamaan strukturalnya adalah X3 = X3X1 +  ρ X3X2 + Є1

Dimana X1 adalah kompensasi, X2 budaya dan X3 motivasi

Untuk menghitung persamaan regresinya :

  • Klik Analyse
  • Pilih Regression >> Pilih Linier
  • Pada kolom dependent variable masukkan variabel X3
  • Pada kolom independent variable masukkan variabel X1 dan X2
  • Biarkan methode tetap pada pilihan Enter
  • Klik OK

Hasilnya download di sini

2. TAHAP 2

Pada tahap 2 persamaan strukturalnya adalah Y = ρ YX1 + ρ YX2 + ρ YX3 + Є2

Dimana X1 adalah kompensasi, X2 budaya, X3 motivasi dan Y kinerja

Untuk menghitung persamaan regresinya :

  • Klik Analyse
  • Pilih Regression >> Pilih Linier
  • Pada kolom dependent variable masukkan variabel Y
  • Pada kolom independent variable masukkan variabel X1, X2 dan X3
  • Biarkan methode tetap pada pilihan Enter
  • Klik OK

Hasilnya dapat didownload di sini

C. PENJELASAN

SUB STRUKTURAL 1

** Perhatikan hasil output regresi sub 1

Secara simultan kompensasi dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Besaran pengaruh simultan adalah 0,488 atau dibulatkan menjadi 49% merupakan kontribusi dari variabel kompensasi dan budaya organisasi terhadap motivasi kerja. Sedangkan sisanya 51 % dipengaruhi faktor lain di luar model.

Model simultan ini terjadi secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari probability (sig) atau < 0,01. Pengujian signifikansi lebih lanjut diteruskan dengan pengujian individual melalui parameter statistik t. Hasil pengujian individual juga menunjukkan pengaruh yang signifikan. Dengan memperhatikan perolehan sig  < 0,01 pada jalur X1, sig  < 0,01 pada jalur X2. Hal ini tentunya menjelaskan bahwa secara simultan dan parsial kompensasi dan budaya organisasi dapat dijadikan variabel yang berpengaruh motivasi kerja pegawai. Lebih lanjut, pengaruh kausal empiris antara variabel (X1) kompensasi dan (X2) budaya organisasi ini dapat digambarkan melalui persamaan sub struktural 1 (satu). X3 = ρ X3X1 +  ρ X3X2 + ρ X3Є1, atau X3 = 0,462X1 + 0,346X2 + 0,715 Є1.

Secara parsial kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Besaran pengaruh parsial dan langsung kompensasi terhadap motivasi adalah sebesar 0,462 atau dibulatkan menjadi 46%. Dengan demikian, tinggi rendahnya motivasi dipengaruhi oleh kompensasi sebesar 46%, sedangkan sisanya 54% dijelaskan faktor lain di luar model.

Secara parsial budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Besaran pengaruh parsial dan langsung budaya organisasi terhadap motivasi adalah sebesar 0,346 atau dibulatkan menjadi 35%. Artinya, tinggi rendahnya motivasi kerja pegawai dipengaruhi oleh budaya organisasi sebesar 35%, sedangkan sisanya 65% dijelaskan faktor lain di luar model.

SUB STRUKTURAL 2

** Perhatikan hasil output regresi sub 2

Secara simultan, pengaruh X1 X2 dan X3 terhadap Y adalah sebesar 0,738 (dibulatkan 74%. Sisanya 26% dipengaruh faktor lain di luar model. Model simultan terjadi signifikan. Dengan memperhatikan probablitas F sebesar 70,477 pada sig 0,000 < 0,01. Setelah model simultan terbukti signifikan, maka dilakukan penelusan jalur pengaruh parsial. Dari tiga variabel yang ditempatkan sebagai prediktor, seluruhnya memiliki nilai sig < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh prediktor secara parsial berpengaruh terhadap Y

Secara langsung kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Besaran pengaruh langsung kompensasi terhadap kinerja adalah sebesar 0,199 atau dibulatkan menjadi 20%. Artinya, tinggi rendahnya kinerja pegawai hanya mampu dipengaruhi oleh kompensasi sebesar 20% sedangkan sisanya 80% dipengaruhi faktor lain di luar model.

Secara langsung budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Besaran pengaruh parsial dan langsung budaya organisasi terhadap kinerja adalah sebesar 0,220 atau dibulatkan menjadi 22%. Artinya, tinggi rendahnya kinerja hanya mampu dipengaruhi oleh budaya organisasi sebesar 22%, sedangkan sisanya 78% dijelaskan faktor lain di luar model.

Secara langsung motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Besaran pengaruh motivasi terhadap kinerja adalah sebesar 0,568 atau dibulatkan menjadi 57%. Artinya, tinggi rendahnya kinerja mampu dipengaruhi oleh motivasi sebesar 57%, sedangkan sisanya 43% dipengaruhi faktor lain di luar model. Dari tiga variabel yang digunakan sebagai prediktor kinerja, variabel motivasi juga teridentifikasi sebagai variabel terkuat yang mempengaruhi kinerja dibanding dua variabel lain yaitu kompensasi dan budaya organisasi.

Secara keseluruhan, pengaruh-pengaruh yang dibentuk dari sub struktural 2 dapat digambarkan melalui persamaan struktural 2 yaitu Y = ρ yX1 + ρ yX1 + ρ yX1 + e2, atau Y = 0,199X1 + 0,220X2 + 0,568X3 + ρ ye2. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ke 3,4, dan 5 pada persamaan struktural 2 ini diperoleh diagram jalur empiris untuk model Y sebagaimana yang dijelaskan gambar berikut ini : (gambarnya di view aja biar lebih besar…)

Indirect Effect dan Total Effect:

  1. Pengaruh tidak langsung / indirect effect, X1 ke Y melalui X3 = p X3X1  x p yX3 = (0,462) x (0,568) = 0,262. Dengan demikian pengaruh totalnya = p yX1 + IE= 0,199 + 0,262 = 0,461.
  2. Pengaruh tidak langsung / indirect effect, X2 ke Y melalui X3 = p X3X2  x p yX3 = (0,346) x (0,568) = 0,196. Dengan demikian pengaruh totalnya = p yX2 + IE= 0,220 + 0,196 = 0,416

Materi Terkait :

Uji Moderasi bisa anda lihat disini

Analisis Jalur dengan LISREL

About these ads

Posted on March 11, 2010, in Analisis Jalur / Path Analysis, METODOLOGI PENELITIAN, TUTORIAL STATISTIK and tagged , . Bookmark the permalink. 183 Comments.

  1. Selamat Pagi Pak, dalam analisis jalur apabila koefisien tidak langsung lebih besar dari koefisien langsung maka variabel tersebut mampu memediasi hub x ke y. Yang jadi pertanyaan saya, apabila nilai koefisien langsung dan tidak langsungnya sama-sama bernilai negatif apa bisa dikatakan sebagai variabel mediasi (hipotesis diterima) ?

    Misalnya : Pngaruh tdk langsung = -0.5, dan pengaruh langsung = -0.10
    Jadi -0.5 > -0.10 (pengaruh tidak langsung lebih besar dari pengaruh langsung)

    Dari contoh di atas apakah bisa dikatakan mampu memediasi hub x ke y? Terima kasih.

  2. Pak bsok sy mau ujian tesis. Model saya hampir sama dengan itu. X–> Z–>Y. Tp sy pakai regresi satu-satu bukan seperti yg dicontohkan diatas (X dan Z ke Y). Sy pk analisis jalur X ke Z, Z keY, lalu X ke Y. Yg benar yg mana ya? Hasilnya apakah sama? Mdh2n sblm bsok sdh ada jawaban. Mksh sblmnya

    • hasilnya akan beda
      Y itu diujung sebagai endogen,,,mengapa harus dipisah pada persamaan akhirnya ?
      jikapun menggunakan lisrel yang bisa estimasi secara keseluruhan,…persamaannya tetap ditulis
      z = x
      y = z x

  3. Aslkm… Pak, sy mau bertanya, bagaimana cara menguji dan melihat pengaruh X1 ke X2 atau sebaliknya.? mohon penjelasannya.!

  4. maaf pak mau tanyaa.

    apakah pengaruh tidak langsungnya perlu diuji signifikansinya dengan sobel tes?

  5. selamat pagi. maaf Pak, boleh saya tanya?? saya punya 3 variabel dalam analisis jalur: X1 X2 sbg moderator dan Y. Variabel Y adalah Prestasi belajar yang dibakukan dalam Z-Skor. bgmn cara untuk melakukan uji asumsi jika ada Z-Skornya?? makasih

  6. asaalamualaikum ..
    pak saya mau tanya, penelitian saya menggunakan analisis jalur, x1 terhadap y , x2,x3,x4,x5 adalah variabel intervening..
    sebaiknya saya menggunakan lisrel apa spss pak?? terus kalo pake spss persamaan matematinya gimana? mohon dibantu.. terimakasih pak

  7. Mas, mau tanya; saya mempunyai 4 Variabel (x1,x2,x3,x4 dan Y), terus bagaimana cara menganalisisnya.
    x1 = metode pembelajarn aktif
    x2 =motivasi belajar
    x3 = efikasi diri
    x4 = kecerdasan emosional
    Y = hasil belaja
    saya sudah mengolah datanya dengan excel, dan masing2 variabel (x1 & x2), (x1 & X3), (x1& x4), (x1 & Y), kemudian (x2 & x3), (x2 & x4), (x2 & Y), dan selanjutnya (x3 & x4), (x3 & Y) seterusnya (x4 & Y), nah ketika mencari x1, x2, x3, x4 ke Y ini saya bingung??? apakah antara x1, x2,…., x4 dijumlah atau di kalikan, lalu setelah itu baru di kali lagi dengan Y???? disini saya agak bingung Mas, antara di jumlah atau dikalinya td, kalau ke Y itu kan jelas harus dikali, dari x1, x2, x3, x4 ke Y???, karena saya mencob dulu dg excel, nah setelah itu baru saya masukkan dg SPSS?, saya pigin tau dulu cara mengolahnya dg xcel td Mas, mohon penjelasannya. apabila perlu nnt saya aplodkan data mentahnya Mas, Matur nuhun sebelumnya Mas….

  8. Maaf pak, saya mau tanya. Saya baru mengajukan proposal skripsi dan saya memberanikan diri untuk skripsi kuantitatif meskipun saya masih sangat buta statistika apalagi spss.
    Dosen saya mengusulkan saya menggunakan analisis jalur/ menambah variabel krn sebelumnya dianggap terlalu sederhana.
    Menurut bapak, untuk pemula seperti saya disarankan yang mana? maksudnya apakah dengan mengambil analisis jalur hanya akan semakin menyulitkan saya? Anggapan saya analisis jalur ini lebih susah daripada regresi linier berganda. Bisa tolong jawab melalui sms di 0896 3346 xxxx. Terima kasih pak, mohon pencerahannya

  9. Maaf pak mau tanya, kalo bedanya nilai unstandardized coefficient dan standardized coefficient itu apa ya?
    Mohon bantuanya, tks.

  10. Siang pak…
    Kebetulan model penelitian saya seperti diatas, namun bolehkah saya minta referensi jurnal atau buku tentang analisis hasil outputnya?

    Terima kasih

  11. Bp saya kesulitan mencari software lisrel, saya bisa cari dimana ya…?

  12. pak saya mau nnya menggunakan path analisis hrus ada variabel intervening? apabila skripsi saya x1 modal kerja x2 produktivitas tenaga kerja dan y laba operasi jdi saya hrus ada x3 kinerja keuangan perusahaan benar tdk pak seperti itu? terima kasih

    • memang kegunaan path analysis itu untuk estimasi direct n indirect effect..jadi ada interveningnya. Mengenai penempatan variabel..silahkan pelajari teorinya..or paling tidak model yang anda ajukan sudah pernah diteliti sebelumnya…thanks

  13. Maaf pak, mau tanya.. Untuk uji mediasi nya gmn ya? Maksudnya, manakah pengaruh yg lebih besar antara “independent variabel langsung terhadap dependent variabel” atau antara “IV thd DV melalui variabel mediator”?

  14. pak mau tanya…. kalo untuk kasus variabel X nya cuman 1 dan variabel Y nya ada 3, X1 dan Y1, Y2,Y3… itu cara penyelesaian metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana gimana y. ada contohnya ga??? trus ada buku yang menjelaskan tentang itu ga y??? dimana saya bisa memperoleh referensi untuk cara penyelesaiannya. mohon bantuannya Pak. Trims

  15. Terima kasih atas informasinya

  16. mas, saya mau tanya.. var exogenous X1,X2,X3,X4; var perantara yaitu kepuasan Z dan var endogenous loyalitas Y,, bagaimana jika nilai pengaruh langsung lebih besar daripada pengaruh tidak langsung? nilai pengaruh langsung X1 sebesar 36,6% sedangkan pengaruh tdk langsung X1 sebesar 3,4% terhadap loyalitas konsumen.. apakah jika pengaruh langsungnya lbh besar dr pengaruh tdk langsungnya berarti konsumen tidak harus merasakan kepuasan dulu? dan bagaimana jika nilai pengaruh langsung lebih kecil dari pengaruh tdk langsung? terima kasih sebelumnya

  17. selamat malam pak, terimakasih sblumnya, ulasannya sangat membantu, tpi ada yg saya blm jls di sub struktural 1 X3 = ρ X3X1 +  ρ X3X2 + ρ X3Є1, atau X3 = 0,462X1 + 0,346X2 + 0,715 Є1. nah yang angka 0,715 itu dr mn?? saya blm ngerti, mohon pencerahannya

  18. Pak boleh bertanya? jika model penelitian adalah X1 terhadap Y, dengan X2 dan X3 sebagai variabel intervening,
    jika dari hasil pengujian ternyata pengaruh X3 terhadap Y adalah tidak signifikan (H0 diterima)… apakah pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 masih perlu dihitung?
    terimakasih sebelumnya….

  19. Mau tanya pak, saya sedang bikin tesis dengan model X1, X2, Y (intervening), dan Z. Yang saya tanyakan apa perlu uji normalitas? Jika iya, bagaimana tahap mengujinya, apakah sekaligus atau satu persatu (X1, X2 ->Y) & (Y->Z). mohon bantuannya, terimakasih.

  20. pak saya mau tanya….
    apakah perbedaan antara analisis jalur dengan regresi hirarki?

    apakah sobel test hanya diperuntukkan untuk mediasi sederhana saja? klo ada 4 var independent melalui 1 var pemoderasi… apakah bisa d uji?

    tolong di bantu penulisan pemogramannya untuk 4 var independen. terima kasih

  21. maaf pak…bagaimana langkah2 menggunakan path analisis jika menggunakan variabel intervening..mohon balasannya
    terima kasih

  22. salam pak. . .
    maaf, saya mw menanyakan apakah dalam Path analysis itu ada uji t, uji F, dan Uji determinasi?
    lalu apa bedanya dengan regresi berganda?
    thankz

    • kalo pake spss..iya..
      kalo teknis ujinya kalo pake spss..ya sama dengan regresi..hanya beda pada interpretasi nilai hasilnya aja..(analisis jalur menggunakan nilai koefisien standard beta)…
      tapi tujuannya jelas beda dengan regresi…

  23. Ass. mau tanya kenapa motivasi kok X3 bukan Y dan kinerja bukan variabel Z?

  24. johannessimatupang

    Hebat,…. maju terus tuk membantuk masyarakat pembelajar.

  25. mas maaf mau tanya, sebenarnya variabel mediator kn ad 2, yaitu moderator dan intervening,beda nyata kedua variabel trsbut jika dilihat dari indirectny itu ap y mas,agar qt tau bahwa pnlitian atau model qta itu lbh cocok pke yang moderator atau yang intervening…makash mas

  26. assalam..
    pak saya lina, saya mau tanya, kl penelitian saya menggunakan analisis jalur. apakah uji asumsi klasik tidak digunakan? selain itu apa saja yang diuji untuk analisis jalur? terimakasih.

  27. wak kebetulan sekali saya lagi ada tugas penelitian manajemen sisnis dengan manggunakan teknik analisis jalur mungkin bisa bantu
    terima kasih
    email : setra_y@yahoo.co.id

  28. Maaf pak, saya mau tanya bagaimana run SPSS untuk analisis jalur yang pake dummy variabel? Misalnya variabel locus of control (X1) menggunakan dummy variabel yakni internal dan eksternal. apakah boleh internal diberi nilai 1 dan eksternalnya nilai 2? bagaimana mengisi datanya ke SPSS?
    1. Internal locus of control berpengaruh positif terhadap kinerja perawat baik langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan kerja dan komitmen organisasi.
    2. External locus of control berpengaruh negatif terhadap kinerja perawat baik langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan kerja dan komitmen organisasi.
    3. Kemampuan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat baik langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan kerja dan komitmen organisasi.
    4. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat baik langsung maupun tidak langsung melalui komitmen organisasi.
    Apakah benar persamaan sub strukturnya:
    y1=a1y1x1+a2y1x2+e1
    y2=b1y2yi+b2y2x1+b3y2x2+e2
    y3=c1y3y2+c2y3y1+c3y3x1+c4y3x2+e3

  29. Maaf pa, mo numpang tanya…

    Pada persamaan sub struktural 1 (satu), tertulis X3 = ρ X3X1 + ρ X3X2 + ρ X3Є1, atau X3 = 0,462X1 + 0,346X2 + 0,715 Є1.

    nilai Є1 = 0,715 ngambilnya darimana ya?

    Saya ucapkan trimakasih atas jawabannya

  30. Pak, saya mau menanyakan, kalau saya menguji apakah terdapat hubungan langsung ciri kepribadian konsumen terhadap loyalitas merek, dan apakah terdapat hubungan ciri kepribadian konsumen terhadap loyalitas merek, melalui kepribadian merek.Apakah saya perlu mencari 2 persamaan struktural atau 1 saja sudah cukup?

  31. assalamualaikum, selamat siang pak..
    saya siti musaroah mahasiswi universitas jambi..
    pak saya mau tanya, kalau alat uji yg dipakai dalam regresi dengan variable intervening ini dengan menggunakan uji jalur ya pak? uji apa saja itu pak???
    saya ingin melakukan penelitian tentang “Pengaruh kesesuaian tugas-teknologi terhadap kinerja individu dengan pemanfaatan teknologi sebagai varable intervening”
    mohon bantuannya pak,
    terima kasih..

    wassalamualaikum..
    Siti Musaroah

    • Wa’alaikum slm…
      analisis jalur adalah pengembangan dari regresi ganda,..jadi asumsinya mengikuti regresi ganda…(plus…datanya disarankan minimal 100)

      thanks

      • terima kasih bapak atas jawabannya..

        pak penelitian ini saya lakukan dengan metode survei pada bank umum dikota jambi dan hanya memfokuskan pada karyawan bagian accounting nya saja. jika sampel kurang dari 100 bagaimana pak?? peneliti terhadulu menggunakan 60 sampel auditor..
        apa akibatnya jika sampel kurang dari 100?

  32. maaf pak, saya mau tanya, data yang telah di uji validitas dan reliabilitas apa perlu untuk di uji lagi dengan uji asumsi path analisis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: