Faktor Yang Mempengaruhi OCB

Organisasi yang sukses membutuhkan karyawan yang akan melakukan lebih dari sekedar tugas biasa mereka yang yang akan memberikan kinerja yang melebihi harapan. Dalam dunia kerja yang dinamis seperti sekarang ini, dimana tugas semakin sering dikerjakan dalam tim dan fleksibilitas sangatlah penting, organisasi menjadi sangat membutuhkan karyawan yang mampu menampilkan perilaku kewargaan organisasi yang baik, seperti membantu individu lain dalam tim, memajukan diri untuk melakukan pekerjaan esktra, menghindari konflik yang tidakperlu, menghormati semangat dan isi peraturan, serta dengan besar hati mentoleransi kerugian dan gangguan terkait dengan pekerjaan yang terjadi.

Untuk dapat meningkatkan OCB karyawan maka sangat penting bagi organisasi untuk mengetahui apa yang menyebabkan timbulnya atau meningkatnya OCB Konovsky dan Organ, (1996); Organ et al, (2006); Organ dan Ryan, (1995);. Podsakoff et al, (2000) mengkategorikan faktor yang mempengaruhi OCB terdiri dari perbedaan individu; sikap pada pekerjaan sikap dan variabel kontekstual.

  1. Perbedaan individu termasuk sifat yang stabil yang dimiliki individu. Beberapa perbedaan individu yang telah diperiksa sebagai prekursor untuk OCB meliputi: kepribadian (misalnya kesadaran dan keramahan), kemampuan, pengalaman, pelatihan, pengetahuan, ketidakpedulian dengan penghargaan, dan kebutuhan untuk otonomi (Podsakoff et al., 2000); Motivation (Folger, 1993), kepribadian (Smith et al., 1983; Van Dyne et al., 1994; Organ and Lingl, 1995; Holmes et al., 2002), kebutuhan (Schnake, 1991), dan Nilai individu (Burton, 2003),
  2. Sikap kerja adalah emosi dan kognisi yang berdasarkan persepsi individu terhadap lingkungan kerja. Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi OCB antara lain : Komitmen organisasi (O’Reilly and Chatman, 1986; Eisenberger et al., 1990; Organ, 1990; Truckenbrodt, 2000), persepsi kepemimpinan dan dukungan organisasi, (Farh et al., 1990; Niehoff and Moorman, 1993; Smith et al., 1983; Van Dyne et al., 1994; Podsakoff et al., 2000), person organization fit (de Lara, 2008),  Kepuasan kerja (Smith et al., 1983; Bateman and Organ, 1983; Moorman, 1993; Murphy et al., 2002), Psychological contract (Coyle-Shapiro, 2002; Turnley et al., 2003), persepsi keadilan Perception of fairness (Moorman et al., 1993; Tepper and Taylor, 2003) and justice and organizational justice (Moorman, 1991; Sheppard et al., 1992; Eskew, 1993; Tansky, 1993; Skarlicki and Latham, 1996).
  3. Faktor-faktor kontekstual adalah pengaruh eksternal yang berasal dari pekerjaan, bekerja kelompok, organisasi, atau lingkungan. Variabel Kontekstual meliputi: karakteristik tugas (Farh et al., 1990; Niehoff and Moorman, 1993; Smith et al., 1983; Van Dyne et al., 1994), sikap pada pekerjaan  (Moorman, 1991; Niehoff and Moorman, 1993; Organ and Ryan, 1995; Organ, 1988; Podsakoff et al., 1990; Podsakoff et al., 1993; Schnake, 1991; Schnake et al., 1995; Smith  et al., 1983),  gaya kepemimpinan (Podsakoff et al., 1990; Farh et al., 1990; Wayne and Green, 1993; Podsakoff et al., 1996; Schnake et al., 1993; Truckenbrodt, 2000), Karakteristik kelompok, organisasi budaya organisasi (Organ et al, 2006. Podsakoff et al, 2000), profesionalisme (Cohen dan Kol, 2004), dan harapan peran sosial (Danzis dan Stode-Romero, 2009, dalam Mayfield dan Taber, 2009).

Tulisan sebelumnya

Definisi OCB

Dirangkum dari 3 Paper :

Clifton O. Mayfield dan Thomas D. Taber. (2009). Journal of Managerial Psychology Vol. 25 No. 7, 2010 pp. 741-763

Kürsad Yilmaz, Murat Tasdan, (2009) “Organizational citizenship and organizational justice in Turkish primary schools”, Journal of Educational Administration, Vol. 47 Iss: 1, pp.108 – 126

IJ. Hetty van Emmerik, Martin C. Euwema, (2007) “Who is offering a helping hand?: Associations between personality and OCBs, and the moderating role of team leader effectiveness”, Journal of Managerial Psychology, Vol. 22 Iss: 6, pp.530 – 548

Referensi lain :

Konovsky, M.A. and Organ, D.W. (1996), “Dispositional and contextual determinants of organizational citizenship behavior”, Journal of Organizational Behavior, Vol. 17 No. 3, pp. 253-66.

Podsakoff, P.M., MacKenzie, S.B., Paine, J.B. and Bachrach, D.G. (2000), “Organizational citizenship behaviors: a critical review of the theoretical and empirical literature and suggestions for future research”, Journal of Management, Vol. 26 No. 3, pp. 513-63.

Organ, D.W. (1988), Organizational Citizenship Behavior: The Good Soldier Syndrome,  Lexington Books, Lexington, MA.

Organ, D.W. and McFall, J.B. (2004), “Personality and citizenship behavior in organizations”, in Smith, B.S.D.B. (Ed.), Personality and Organizations, Lawrence Erlbaum, Mahwah, NJ,  pp. 291-316.

Organ, D.W. and Ryan, K. (1995), “A meta-analytic review of attitudinal and dispositional predictors of organizational citizenship”, Personnel Psychology, Vol. 48 No. 4, pp. 775-802.

Organ, D.W., Podsakoff, P.M. and MacKenzie, S.B. (2006), Organizational Citizenship Behavior: Its Nature, Antecedents, and Consequences, Sage, Thousand Oaks, CA.

Van Dyne, L., Cummings, L.L. and McLean Parks, J. (1995), “Extra-role behaviors: in pursuit of construct and definitional clarity”, Research in Organizational Behavior, Vol. 17 No. 1, pp. 215-85.

About these ads

Posted on March 28, 2012, in TEORI OCB and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Thanks for information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: